Penerbit game asal Korea Selatan, Nexon, telah didenda sebesar 11,6 miliar won atau 137,2 miliar rupiah karena telah memanipulasi drop item rate dan loot box dalam game tanpa memberi tahu para pemain. Praktik ini diperkirakan telah memengaruhi game seperti MapleStory dan Bubble Fighter selama bertahun-tahun.
Dilansir dari
Siliconera, menurut Korean Fair Trade Commission, Nexon telah mengubah drop item rate dari loot box dan mekanisme gacha lainnya dalam beberapa gamenya, termasuk mengurangi kemungkinan beberapa item muncul menjadi 0%, tanpa mengungkapkan update kepada pemain sebelumnya.
Baca ini juga :
» Realme 16 5G Siap Meluncur: Bawa Inovasi Selfie Mirror Pertama di Dunia!
» Aurora Gaming Filipina Juara M7 World Championship, realme Beri Penghargaan FMVP Eksklusif
» Asus Resmi Pamit? Tidak Ada Smartphone Baru di 2026, Fokus Beralih ke AI
» Tangguh dan Ngebut! realme C85 5G Resmi Meluncur di Indonesia dengan Rating IP69 Pro
» Bocoran "Cheat Sheet" POCO 2026: Cara Upgrade HP Spek Dewa dengan Harga Paling Ekstrem!
» Zenless Zone Zero Versi 2.5 Rili 30 Desember, saksikan momen penobatan Void Hunter pertama dengan dua wujud!
» Where Winds Meet Mobile Resmi Rilis 12 Desember 2025
» Samsung Resmi Rilis Z TriFold: Ponsel Lipat dengan Tiga Layar dan Dua Engsel!
Nexon sendiri telah menerima keputusan tersebut dan meminta maaf kepada pelanggannya, tetapi mengatakan bahwa mereka mungkin akan mengajukan banding, dengan klaim bahwa perusahaan tidak diwajibkan untuk mengungkapkan informasi probabilitas pada saat itu.
Nexon lebih dikenal di Barat sebagai penerbit game seperti Blue Archive, Dave the Diver, dan MapleStory. Nexon juga menerbitkan game seluler Dynasty Warriors M, yang diluncurkan secara global akhir tahun lalu.