



Activision, selaku publisher franchise Call of Duty, sempat heboh dibawah kontroversi sana-sini selama bertahun-tahun. Namun, untuk pertama kalinya mereka mengakui kalau mereka menggunakan AI untuk membuat artwork di Call of Duty Black Ops 6, lebih spesifiknya di artwork untuk mode game Zombies.
Baca ini juga :» Dikira Rongsokan, Server Bekas di Garasi Ini Ternyata Berisi RAM DDR4 Senilai Puluhan Juta
» Ekosistem AI Lenovo & Motorola Qira: Hadir di Lebih Banyak Perangkat, Wearable, dan Aplikasi Harian!
» Satu AI Personal untuk Semua Perangkat: Strategi Hybrid AI Lenovo Kian Nyata
» NVIDIA Akuisisi Hugging Face Senilai Rp 227 Triliun, Janjikan Ekosistem AI Tetap Terbuka
» Dorong Industri 4.0, Lenovo Operasionalkan Solusi Smart Manufacturing Berbasis AI Indonesia
» Rockstar Pastikan GTA 6 Tidak Akan Ada Microtransaction dan Generative AI
» Kampanye Nyeleneh Sumbang Urine Buat Pendingin Data Center
» Ketahuan Belum Hapus Watermark AI, Neverness To Everness Dikritik Banyak Gamer

Alasan mengapa Activision mengakui penggunaan AI karena kebijakan Steam yang meminta agar setiap game yang dirilis di Steam harus menyatakan jika mereka menggunakan AI/LLM saat mengembangkan game mereka.
Sudah dari beberapa bulan yang lalu para pemain BO6 menunjukkan bukti bahwa Activision menggunakan AI, namun hanya hari ini Activision menambahkan deskripsi tambahan di halaman Steam BO6 untuk penggunaan gambar AI di game tersebut.

“Tim kami menggunakan alat generatif AI untuk membantu mengembangkan berbagai aset di dalam game.” Dikutip dari halaman Steam BO6.
Komentar dari gamers di beberapa media sosial menyatakan kekecewaan mereka terhadap Activision, dan sebagian dari komentar tersebut juga menyatakan bahwa hal ini tidak asing bagi Activision, karena banyaknya drama yang terjadi di Activision Blizzard dalam beberapa tahun terakhir, baik soal microtransaction, game kemahalan dan memakan banyak penyimpanan, maupun kasus pelecehan seksual yang terjadi kepada karyawan-karyawan wanita di Activision pada tahun 2021.
Dengan gesitnya penggunaan AI di berbagai industri, terutama kreatif, gamers maupun developer game menjadi waspada dan khawatir tentang kualitas game yang akan datang selanjutnya, terutama dari industri AAA.