Masahiro Sakurai, pencipta seri game Super Smash Bros. dan Kirby, melakukan interview bersama publikasi Jepang Entax pada tanggal 11 Maret. Interview ini dilakukan setelah Sakurai mendapatkan penghargaan Hadiah Pendorongan Seni dari Badan Urusan Budaya bawahan kementrian Jepang.
Baca ini juga :» Nintendo Switch 2 Sudah Mulai Dikembangkan Sebelum 2019 dengan Nama Pertama "Super Nintendo Switch"
» Harga Game Melambung, Nintendo Dikritik Banyak Orang Untuk Harga Mario Kart World
» Nintendo Switch 2 Direct, Umumkan Switch 2 dan First Party Title Seru!
» The Legend of Zelda Live Action Diumumkan, Akan Mengulang Kesuksesan The Super Mario Bros Movie?
» Nintendo Direct Maret 2025, Bisa Family Sharing Untuk Switch!
» Nintendo Switch 2 Akan Gunakan Teknologi Peningkatan Resolusi Berbasis AI di Mode Genggam
» [Rumor] Harga Nintendo Switch 2 Diprediksi Capai 6 Juta Rupiah, Lebih Mahal Karena Biaya Produksi
» Nintendo GameCube pajangan dijual seharga Rp 1,6 Miliar
Saat ditanya bagaimana caranya agar pasar gaming lokal bertambah besar seperti pasar gaming China di negaranya, Sakurai menjawab, “Ini bukan ide saya, tapi untuk kejar trend industri lokal, lebih bagusnya kalau orang Jepang membuat hal-hal yang juga disukai orang Jepang sendiri.”
Sakurai kemudian mengatakan kalau kesuksesan game Jepang di Amerika Serikat membuat trend game Jepang yang dibarat-baratkan menjadi besar. Ia mengatakan kalau hal ini wajar, karena pasar selalu mengejar trend yang membuat mereka sukses untuk pertama kalinya.
Tapi, Sakurai merasa kalau orang Barat yang menyukai game Jepang tidak mengincar game-game seperti ini, dan sebaliknya mencari game Jepang yang memang memiliki identitas khas Jepang. Dari situlah mengapa ia mengira kalau game khas Jepang akan disukai oleh orang-orang baik di pasar lokal maupun internasional.
Interview ini kemudian ditutup dengan satu saran. Sakurai menyarankan developer game agar “membuat game yang mereka sendiri inginkan, karena pasti ada orang yang bakal menyukainya.”