



Tren mengubah foto menjadi animasi dengan bantuan AI semakin populer belakangan ini. Namun, di balik keseruannya, terdapat risiko keamanan data yang patut diwaspadai. Pakar keamanan siber dari Kaspersky mengingatkan, meskipun banyak layanan AI terkenal menjamin perlindungan data, tetap saja risiko kebocoran data selalu ada akibat celah teknis atau serangan siber.
Lebih lanjut, Kaspersky menemukan banyak akun layanan AI yang dijual di dark web, berisikan riwayat percakapan pribadi dengan chatbot. Foto pribadi, terutama potret, bisa dimanfaatkan oleh penjahat siber untuk penipuan identitas di media sosial. Meskipun satu foto saja belum cukup untuk aksi kejahatan, jika dikombinasikan dengan informasi pribadi lainnya, seperti data keuangan atau dokumen penting, risiko penipuan meningkat signifikan.
Baca ini juga :
» [VIDEO] Saat ArcSys Menyulap Marvel Menjadi Mahakarya Fighting Modern - Review Marvel Tōkon: Fighting Souls
» Era Baru Dance Game: HAYA Games Resmi Buka Pre-Registration LuvPlace di Indonesia!
» SEGA Unjuk Gigi di Tokyo Game Show 2026: Intip Keseruan Booth STRANGER THAN HEAVEN!
» Game Indie Lokal Nominasi The Game Awards, A Space for the Unbound Mampir ke Android!
» NetEase Games Siap Pamerkan Line-Up Game Penuh Aksi di Gamescom 2026
» Pelajar Bisa Dapat GTA 6 Lebih “Murah”, Harganya Turun Jadi Sekitar 64 Dolar
» Pakai IP Anime dan Game Jepang Untuk Meme dan Politik, Amerika Ditegur Pemerintah Jepang
» Tembus 100 Juta Download! Yu-Gi-Oh! MASTER DUEL Rayakan Rekor Baru Gem Gratis & Kartu Alternate Art
Kaspersky pun membagikan sejumlah tips agar pengguna lebih aman saat memanfaatkan layanan AI:
Kesimpulannya, tren AI memang menarik, tapi selalu utamakan keamanan digital agar data pribadi tidak jatuh ke tangan yang salah.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.