space
EBAY SUDAH DIBLOKIR OLEH KOMDIGI, TARGET SELANJUTNYA ADALAH XBOX!
Senin, 30 Jun 2025

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komdigi) baru-baru ini mengambil tindakan tegas. Komdigi memblokir akses tiga Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat, termasuk raksasa e-commerce eBay, maskapai KLM, dan Bath & Body Works (PT Dunia Luxindo). Langkah ini diambil setelah ketiganya tidak mendaftar atau memperbarui data sesuai aturan Kemenkominfo, meski sudah mendapat peringatan berulang kali.

Blokir ini bukan karena ada sebuah konten ilegal, tetapi semata-mata sanksi administratif atas ketidakpatuhan terhadap regulasi pendaftaran PSE Privat. Sesuai PM Kominfo No. 5/2020, semua PSE privat wajib mendaftarkan sistem elektronik mereka via OSS sebelum beroperasi di Indonesia dan memperbarui data jika ada perubahan. Alexander Sabar, Dirjen Pengawasan Ruang Digital, menegaskan bahwa Komdigi sudah memberikan notifikasi dan batas waktu, namun respons dari perusahaan justru minim, sehingga “akses diputus” sebagai tindakan lanjutan

Ebay, Maskapai KLM, dan PT Dunia Luxindo menjadi salah tiga dari daftar panjang PSE yang sempat mendapat peringatan, termasuk, Nike, Lenovo, Xbox, dan Philips dari daftar tujuh perusahaan hingga 36 entitas yang pernah terancam blokir.

Komdigi menginginkan efek jera terhadap pihak terkait agar dapat mematuhi regulasi yang ada di negara Indonesia. Hal ini bertujuan untuk menjamin perlindungan data dan hak pengguna di Indonesia agar tidak disalah gunakan oleh pihak ketiga.

Dari sudut pandang Masyarakat, Warga yang secara rutin menggunakan eBay atau KLM yang mengalami gangguan akses, harus melewati VPN atau alternatif lain untuk tetap terhubung. Selain langkah buka akses yang lebih kompleks, blokir situs global bisa menimbulkan kerugian reputasi, terutama jika pengguna mulai kehilangan kepercayaan atas layanan resmi di Indonesia.

Baca ini juga :

» Imbas Demo 25 Agustus, Komdigi Memanggil Meta dan Tiktok Karena Sebar Konten “Mengganggu Demokrasi”
» Bocoran Forza Horizon 6, Diumumkan di TGS dan Bertemakan Jepang!
» Perang Konsol Telah Usai, Helldivers 2 Lakukan Kolaborasi Bersama Halo: ODST!
» Siap-siap Internet Cepat! Komdigi Perpanjang Izin Starlink Di Indonesia Dengan Batasan Tertentu
» Harga ROG XBOX Ally Bocor! Varian Standar 11 Jutaan, Varian Extreme 17 jutaan
» Microsoft Lakukan PHK Lebih Dari 9000 Pegawai, Termasuk di Xbox Gaming Division
» Xbox Hadirkan Game Steam di Xbox App For Windows
» Microsoft Akan Kembali Melakukan PHK Besar di Dalam Divisi XBOX

Komdigi menegaskan bahwa blokir ini bersifat administratif, bukan permanen. Mereka membuka jalur dialog dan klarifikasi bagi PSE yang mengalami hambatan teknis atau alasan validitas registrasi. Jika semua persyaratan terpenuhi, situs mereka bisa kembali beroperasi di Indonesia.

Dari forum online seperti Reddit dan komentar publik, muncul pendapat kritis. Beberapa menganggap regulasi ini terlalu kaku dan berpotensi menyulitkan pengguna yang terbiasa menggunakan layanan global. Ada juga yang mengomentari bahwa ini bisa dianggap sebagai “pemerasan administratif”, karena potensi tekanan untuk membayar pihak tertentu agar pendaftaran berjalan lancar .

Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close