Grok, chatbot berbasis AI dari perusahaan xAI milik Elon Musk, baru saja merilis fitur baru yang cukup menghebohkan: Virtual Companion. Dalam versi beta ini, pengguna dikenalkan dengan dua karakter interaktif, yakni Ani, gadis anime berambut pirang bergaya waifu, dan Rudy, panda merah lucu yang lebih ramah keluarga.
Baca ini juga :» Faker Resmi Dinobatkan Sebagai Esports PC Player of The Decade
» Menkomdigi Minta Roblox Buka Kantor di Indonesia, Kalau Tidak Bisa Diblokir?
» Roblox Bantah Tuduhan, Paparkan Fitur Keamanan dan Kolaborasi Global
» Tim Moderator Konten di Jerman Telah Digantikan Oleh AI! Konten Tiktok Bisa Dibanned Secara Sembarangan?
» Jaksa Agung Louisiana Gugat Roblox, Sebut Platform Jadi “Tempat Aman bagi Predator Anak”
» Bak Drama Sosmed Di Indonesia, Elon Musk dan Sam Altman RIbut di Twitter Cuman Karena Peringkat App
» Mark Zuckerberg Pamer AI Self-Learning, Yang Mana AI Milik META Bisa Upgrade Dirinya Sendiri!
» AI Juga Butuh Kepribadian, Bukan Cuma Otak! Itulah Alasan Sam Altman Kembalikan ChatGPT 4
Namun yang paling mencuri perhatian tentu saja Ani. Karakter ini dirancang dengan pendekatan gamifikasi, di mana pengguna bisa meningkatkan level interaksi mereka melalui percakapan. Semakin tinggi level, semakin akrab pula interaksinya. Uniknya, pada level 5, sistem akan membuka “mode seksi” yang menawarkan pengalaman obrolan yang lebih intim dengan Ani.
Yang membuat fitur ini jadi viral bukan hanya karena konsepnya, tapi juga desain karakter Ani. Banyak netizen berspekulasi bahwa visual dan gaya Ani terinspirasi dari konten-konten yang sering di-like oleh Elon Musk di media sosial X (sebelumnya Twitter). Bahkan sempat tersebar tangkapan layar yang menunjukkan Elon menyukai konten dengan karakter bergaya mirip Ani.
Beberapa pihak menganggap ini hanya kebetulan, tapi tidak sedikit yang merasa fitur ini mencerminkan selera pribadi Elon Musk dalam mengembangkan teknologi AI-nya.
Fitur virtual companion memang bukan hal baru di dunia teknologi, namun menggabungkan waifu anime, sistem level, dan mode interaksi “seksi” menjadi sesuatu yang menuai perdebatan. Ada yang melihat ini sebagai kemajuan teknologi untuk personalisasi AI, tapi ada juga yang mempertanyakan batas etika dan tujuan pengembangannya.
Yang jelas, dengan nama besar Elon Musk di baliknya, Grok dan fitur waifunya ini akan terus jadi sorotan dalam waktu dekat.