Peking University, salah satu universitas ternama di Cina, kembali menjadi sorotan usai membuka mata kuliah baru yang berfokus pada Genshin Impact. Game action RPG besutan HoYoverse ini bukan hanya dijadikan bahan studi karena kepopulerannya semata, tetapi juga mengandung nilai sejarah yang sangat menarik untuk dipelajari lebih lanjut.
原神研究、ついに大学の科目になる
— ちび🐦️Chibipiyo (@chibi0108) July 25, 2025
Genshin Study Becoming a University Course
北京大学元培学院が原神関連の議論コースを2つ設立。
-原神・起動:スネージナヤのモデルと歴史
-原神・起動:テイワットの政治哲学
Peking University is launching courses "Launching Genshin: The Historical Model… pic.twitter.com/NwVgNAfyaU
Terdapat dua mata kuliah yang akan diajarkan di Peking University, yaitu “Launching Genshin: The Historical Model of Snezhnaya” dan “Launching Genshin: The Political Philosophies of Teyvat“. Kedua mata kuliah ini masing-masing akan dibawakan oleh Associate Professor Fei Haiting dan Assistant Professor Pang Liang.
Dalam mata kuliah Launching Genshin: The Historical Model of Snezhnaya, mata kuliah ini akan berfokus pada wilayah Snezhnaya, sebuah wilayah fiksi yang ada dalam Genshin Impact. Wilayah ini sendiri terinspirasi dari sejarah Rusia dan Uni Soviet. Dengan latar belakang beliau yang ahli dalam transformasi politik, Professor Fei Haiting akan mengajak mahasiswa menggali sejarah politik melalui lensa naratif dunia game.
Disamping itu, Assistant Professor Pang Liang akan membawakan mata kuliah The Political Philosophies of Teyvat, yang akan membahas sejumlah ideologi politik yang ada di negara-negara dalam Tevyat. Tentunya ini akan menjadi sebuah pendekatan yang menarik untuk memahami politik yang lebih kontekstual dan dapat divisualisasikan lewat game.
Baca ini juga :» Bye-bye! MiHoYo Stop Support Genshin Impact di PlayStation 4
» Genshin Impact Versi 5.8 Easybreeze Holiday Resort di Natlan Hadir Mulai 30 Juli!
» HoYoverse Umumkan Akan Hadir di Gamescom 2025
» Genshin Impact Versi 5.6 Akan Melanjutkan Kisah Utamanya pada 7 Mei
» Sambut Keseruan April dengan Berbagai Update Game FF, MLBB, Genshin, dan UniPin
» Dianggap Menipu Anak-Anak, Genshin Impact Didenda oleh FTC Amerika Serikat 20 Juta USD
» Gara-gara Bikin karakter Baru Berkulit Putih, Genshin Impact dituduh Rasis Whitewashing!
» Akhirnya! Genshin Impact Hadirkan Berbagai Optimalisasi dan Tingkatkan Jumlah Resin di Versi 4.7!
Munculnya mata kuliah ini memicu berbagai reaksi dari netizen. Banyak yang menganggap langkah ini sebagai bentuk pengakuan terhadap industri game sebagai bagian dari ranah akademis yang serius. Tidak sedikit juga yang menyatakan iri karena kampus mereka belum mengadopsi metode pembelajaran yang serupa.
Sebagai catatan, Genshin Impact sendiri telah menjadi salah satu game dengan pengaruh terbesar dalam beberapa tahun terakhir, dengan komunitas pemain yang tersebar di seluruh dunia dan pendapatan yang terus mengalir dari sistem gacha dan pembelian dalam aplikasi.
Langkah Peking University ini menunjukkan bahwa game bukan lagi sekadar hiburan, melainkan juga bisa menjadi objek studi yang sah dalam konteks pendidikan tinggi. Bukan tidak mungkin ke depannya lebih banyak kampus—termasuk di Indonesia—ikut mengambil langkah serupa, mengingat besarnya minat generasi muda terhadap game dan industri kreatif secara keseluruhan.