Bayangkan suasana McDonald’s di Jepang. Para penggemar Pokémon dan kolektor tumpah-ruah, berharap mendapatkan kartu langka di dalam Happy Meal. Sayangnya promosi itu berubah jadi badai yang meledak hanya dalam satu hari.
McDonald’s Japan resmi meluncurkan promosi Pokémon dengan Happy Meal pada 9 Agustus hingga 11 Agustus 2025. Setiap meal menyertakan dua kartu Pokémon eksklusif, lengkap dengan stempel McDonald’s, termasuk satu kartu Pikachu spesial yang langsung jadi rebutan. Rencana tiga hari langsung runtuh promosi tersebut ditutup lebih awal hanya dalam waktu kurang dari 24 jam karena lonjakan permintaan yang tak terduga.
Fenomena yang biasanya identik dengan antusias anak-anak, kali ini menciptakan sikap tak terduga. Banyak orang membeli Happy Meal hanya untuk mengambil kartunya lalu membuang sisa makanan burger dan kentang goreng ke jalan atau membiarkannya menumpuk di meja restoran. Sosial media dipenuhi foto dan video sampah berserakan, sementara tumpukan makanan itu menyulut kritik tajam netizen.
Baca ini juga :
» AKG Entertainment Umumkan Perwakilan Indonesia untuk Pokémon World Championships 2025 dan Luncurkan Seri Kart
» Nintendo Switch 2 Bakal Rilis Bundle Pokémon Legends Z-A: Mana Skin Khususnya?
» Save File 20 Tahun Hilang Karena Data Transfer Pokemon ke Switch 2
» AKG Entertainment Memperkenalkan Kartu-Kartu Pelatih dan Pokémon dari Seri Pokémon Game Kartu Koleksi “Ika
» Dua orang Scalper Viral Karena Video Mereka Berkelahi Berebut di Depan Vending Machine
» Mimpi Menjadi Nyata! Honda dan Pokemon Berkolaborasi Membuat Sepeda Motor Koraidon
» Keseruan Brewek Bareng Media: Pokémon TCG Festival Terastal ex!
» Isyana Sarasvati Akan Mengisi OST Pokemon Horizon Season 2!
Alasan kericuhan ini tak lain karena para scalper, orang-orang yang membeli dalam jumlah besar demi dijual kembali dengan harga tinggi. Kartu Pokémon dari Happy Meal menjadi komoditas menggiurkan dengan markup besar. Bahkan, ada laporan bahwa beberapa pegawai McDonald’s ikut menjual kotak penuh kartu secara ilegal. Akibatnya, promosi justru merugikan banyak pihak, dan anak-anak pun akhirnya kehilangan kemudahan untuk mengoleksinya.
Dalam pernyataannya, McDonald’s Japan menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan yang kecewa karena promosi berakhir cepat. Mereka memberi tahu bahwa distribusi kartu berakhir lebih awal di banyak gerai karena penjualan melebihi perkiraan. Pelanggan diminta untuk menghindari menghubungi toko mengenai ketersediaan kartu.
Promosi Pokémon di McDonald’s Japan seharusnya menjadi momen nostalgia dan kebahagiaan. Namun sayangnya justru jadi contoh abai etika konsumen dan kurangnya kesiapan brand. Kini, jawabannya adalah refleksi—semua pihak perlu menyelaraskan dunia collecting dengan rasa tanggung jawab sosial agar semangat meriah tidak berubah menjadi ceroboh dan merusak.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.