



Konsumen yang selama ini mengandalkan smartphone buatan Tiongkok dengan harga terjangkau nampaknya harus bersiap. Di masa depan, kenaikan harga perangkat ini diprediksi tidak terhindarkan, terutama karena lonjakan biaya komponen inti, yakni chip memori.
Salah satu raksasa teknologi asal Negeri Tirai Bambu, Xiaomi, telah secara terbuka menyampaikan peringatan ini. Kenaikan harga chip memori diprediksi akan memicu lonjakan harga smartphone yang signifikan di pasaran global.
Menurut Presiden Xiaomi, Lu Weibing, tekanan biaya yang dihadapi perusahaan pada tahun 2025 mendatang diperkirakan akan jauh lebih berat dibandingkan tahun ini.
Beliau menegaskan bahwa meskipun kenaikan harga ritel merupakan langkah yang harus diambil, hal itu tetap tidak akan cukup untuk menutupi keseluruhan peningkatan drastis dalam biaya produksi.
"Saya memperkirakan tekanannya akan jauh lebih besar tahun depan dibanding tahun ini," ujar Lu Weibing, merujuk pada isu kenaikan biaya chip memori. "Secara keseluruhan, konsumen kemungkinan akan melihat kenaikan yang cukup besar pada harga ritel produk."
Meroketnya harga chip memori secara global didorong oleh dua faktor utama:
Dampak dari kenaikan biaya ini sudah mulai dirasakan. Sebagai contoh, salah satu model terbaru Xiaomi, Redmi K90, sempat menuai kritik di kalangan konsumen karena dianggap memiliki harga yang terlalu mahal.
» X Batasi Fitur Visual Grok AI Setelah Diblokir di Indonesia
» ASUS ExpertCenter Pro ET900N G3: Menghadirkan Kekuatan Superkomputer AI di Atas Meja Kerja
» Lenovo di CES 2026: Era Baru Laptop Bisnis dengan "Smarter AI for All"
» Game Dev Ini Hapus AI Slop Game Karena Sang Pacar Tidak Suka AI Gen
» Bocoran "Cheat Sheet" POCO 2026: Cara Upgrade HP Spek Dewa dengan Harga Paling Ekstrem!
» Indonesia Jadi Negara Pertama di Dunia yang Blokir Grok AI: Melawan Konten Asusila Digital
» Waspada Deepfake! Kemkomdigi Soroti Grok AI di X Terkait Konten Asusila
» MSI Cubi NUC AI+ 3MG: Mini PC Super Ringkas dengan Tenaga AI Masa Depan di CES 2026
Meskipun harus berjuang menghadapi tekanan biaya produksi, kinerja keuangan Xiaomi pada kuartal ketiga (Q3) menunjukkan performa yang cukup kuat:
Khusus untuk bisnis EV, pendapatan mencapai 28,3 miliar yuan pada kuartal September, menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dari kuartal-kuartal sebelumnya.
Meski demikian, pengiriman ponsel Xiaomi secara global pada Q3 hanya naik tipis 0,5% secara tahunan, dengan total pengiriman mencapai 43,3 juta unit.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.