space
SKANDAL KESELAMATAN ANAK DI ROBLOX: MENGAPA TUNTUTAN HUKUM MENINGKAT DAN RENCANA FITUR KENCAN TUAI KONTROVERSI
PC
Kamis, 27 Nov 2025

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Saat ini, nama Roblox sering muncul di berita, namun sayangnya, bukan karena prestasi positif. Platform gaming yang dikenal luas sebagai tempat bermain anak-anak ini tengah menghadapi gelombang tuntutan hukum serius. Berbagai firma hukum telah melayangkan gugatan terhadap Roblox atas tuduhan kelalaian parah dalam mengamankan platformnya, yang berujung pada kasus-kasus eksploitasi seksual dan pelecehan yang mengerikan.

Langkah hukum ini muncul menyusul laporan-laporan yang secara gamblang menyebut Roblox sebagai "neraka pedofilia" (pedophile hellscape). Meski fakta ini telah menjadi konsumsi publik, CEO Roblox, David Baszucki, justru membuat pengumuman mengejutkan: rencana pengembangan fitur kencan (dating component) di masa depan.

Selama hampir dua dekade, Roblox telah dikenal sebagai arena digital utama bagi anak-anak. Popularitasnya mencapai puncaknya selama pandemi COVID-19, menarik lebih dari 120 juta pengguna aktif. Secara historis, basis pengguna terbesarnya adalah anak di bawah usia 13 tahun, bahkan statistik terbaru mencatat hampir 40 juta pengguna aktif harian berada di bawah usia tersebut.

Namun, Baszucki melihat Roblox bukan sekadar platform gaming, melainkan sebagai wellness platform atau platform kesejahteraan. Dalam sebuah siniar (podcast) TechStuff, ia mengklaim bahwa banyak remaja yang mengalami krisis kesehatan mental menemukan koneksi sosial di Roblox. "Anak saya hidup karena mereka menemukan teman di Roblox," tuturnya, mengutip pengakuan orang tua.

Ironisnya, klaim ini berbanding terbalik dengan kenyataan pahit yang dialami banyak keluarga, seperti kasus tragis Ethan Dallas. Ethan baru berusia 12 tahun ketika ia menjadi target predator seksual dewasa. Predator tersebut, yang menyamarkan identitas, berhasil mendapatkan kepercayaan Ethan dan memaksanya berbagi gambar eksplisit. Tiga tahun setelah menjadi korban grooming di platform, Ethan meninggal karena bunuh diri.

Baca ini juga :
» Kabar Gembira! Versi Fisik Triangle Strategy PS5 Segera Hadir di Asia Tenggara Mei 2026
» Square Enix March Sale Part 1 Segera Hadir di PlayStation Store
» Sang Legenda Bangkit! Nightmare Geese Siap Teror Fatal Fury: City of the Wolves di Season 2
» Kolaborasi Nostalgik! Sonic Rumble Gelar Event Terbatas Bersama NiGHTS
» Sikat Habis! SEGA & ATLUS Gelar Diskon Gede-Gedean di Steam: Ada Game Baru!
» Diskon Gila-gilaan! Game ATLUS & SEGA Turun Harga di Steam Year of the Horse Sale
» eFootball Buka Jalan Menuju FIFAe World Cup 2026: Challenger Series Resmi Dimulai!
» Assetto Corsa EVO Update 0.5: Mobil Baru, Sirkuit Ikonik, dan Perubahan Besar Mode Single Player!

Dorongan Baszucki untuk mengubah Roblox menjadi platform kencan didasari dua tujuan utama: pertama, membantu mengatasi "epidemi kesepian," dan kedua, mempertahankan anak-anak yang beranjak dewasa agar tetap menggunakan platform. Baszucki meyakini kencan virtual dapat menjadi langkah awal yang lebih mudah sebelum beralih ke pertemuan fisik.

Baszucki berjanji fitur kencan ini hanya akan tersedia untuk pengguna yang telah terverifikasi berusia 21 tahun ke atas. Namun, masalah mendasarnya adalah: sistem verifikasi usia Roblox saat ini terbukti tidak berfungsi efektif. Akibatnya, anak-anak yang tidak bersalah terus menjadi korban eksploitasi.

Ketika ditanyai mengenai laporan Bloomberg yang menyebut Roblox sebagai "platform pedofil," Baszucki justru membela diri. Ia mengklaim bahwa Roblox adalah alternatif yang lebih aman, sebab platform ini tidak mengizinkan pertukaran teks tanpa filter atau berbagi gambar—tidak seperti perangkat atau platform lain.

Klaim keamanan tersebut dengan cepat terbantahkan. Sejumlah tuntutan hukum menunjukkan bahwa para predator dengan mudah memindahkan percakapan dari Roblox ke Discord, di mana aksi grooming dapat ditingkatkan. Meskipun Roblox memiliki filter teks, kekurangan staf yang memadai untuk memantau setiap percakapan menjadi celah besar. Selain itu, para predator lihai mencari cara mem-bypass filter dengan mengganti simbol untuk huruf, guna melontarkan pertanyaan invasif kepada pemain muda.

Hal paling mencengangkan adalah pernyataan Baszucki bahwa "sangat, sangat sulit untuk bertemu di Discord hari ini." Padahal, dalam banyak gugatan terhadap Roblox, Discord juga turut disebut karena keterlibatannya dalam aksi pelecehan. Faktanya, bagi predator Roblox, sangat mudah membujuk anak-anak pindah ke Discord melalui taktik psikologis yang disebut grooming.



Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close