



Ajang M7 World Championship resmi memasuki babak Swiss Stage. Dua tim terakhir yang mengamankan tiket dari fase Wild Card adalah Boostgate Esports dan Team Zone, melengkapi total 16 tim yang akan bersaing memperebutkan total hadiah senilai USD 1 juta.
Baca ini juga :» BTR dan RRQ Dikabarkan Tertarik Masuk MPL Malaysia, Siapa Menyusul?
» Dream Team Mode di SFCC 2026 Bikin Pemain Bebas Bangun Tim Versinya Sendiri
» Dominasi Tim Indonesia di APAC Predator League 2026: BOOM Esports & REKONIX Sabet Gelar Runner-Up!
» Aurora Gaming Filipina Juara M7 World Championship, realme Beri Penghargaan FMVP Eksklusif
» Resmi, M8 World Championship Digelar di Turki, Jadi M Series Pertama di Eropa
» Punya Masalah Mental dan Hilang Arah, Kai Cenat Pilih Rehat dari Dunia Streaming
» Izin Serius, NAVI Bawa Ynot dari Filipina untuk Perkuat Roster MLBB
» PMPL ID Kembali Digelar, Buka Peluang Tim Baru Tembus Liga Profesional
Babak Swiss Stage M7 akan mulai digelar pada 10 Januari 2026 di Jakarta, menandai kembalinya turnamen MLBB terbesar dunia ke Indonesia, rumah bagi salah satu basis penggemar Mobile Legends terbesar di dunia
Wild Card M7 Pecahkan Rekor Viewership
Fase Wild Card M7 mencatatkan sejarah baru dengan raihan 447.251 Peak Concurrent Viewers (PCV), menjadikannya Wild Card paling banyak ditonton sepanjang sejarah M Series menurut Esports Charts. Angka ini melampaui rekor M6 dan M5, sekaligus menegaskan pertumbuhan pesat ekosistem esports Mobile Legends secara global
Tak hanya PCV, Wild Card M7 juga mencatat rekor Average Concurrent Viewers dan Hours Watched tertinggi untuk fase Wild Card M Series, menunjukkan antusiasme yang sangat besar sejak hari pertama turnamen.
Boostgate Esports, Kisah Underdog dari Wild Card
Boostgate Esports tampil sebagai salah satu cerita paling mengejutkan di Wild Card M7. Melakoni debut internasional, tim asal Turki ini sukses menumbangkan Virtus.pro yang sebelumnya tak terkalahkan lewat laga ketat dengan skor 3-2.
Dukungan penonton di XO Hall, Jakarta, menjadi saksi bagaimana Boostgate menjelma sebagai kuda hitam yang siap mengacak peta kekuatan M7. Kemenangan tersebut menegaskan bahwa di panggung MLBB Esports, tidak ada dominasi yang benar-benar abadi
Team Zone, Tim Muda Tanpa Sponsor yang Bikin Geger
Sementara itu, Team Zone mencuri perhatian sebagai tim termuda di M7. Berstatus sebagai tim independen tanpa organisasi besar, mereka menembus Swiss Stage dengan performa sempurna di Wild Card.
Puncaknya terjadi di final saat Team Zone melakukan reverse sweep dramatis atas Guangzhou Gaming. Sempat tertinggal 0-2, mereka bangkit dan menyapu tiga game berikutnya untuk menang 3-2, menutup perjalanan Wild Card tanpa satu pun kekalahan
Swiss Stage M7 Dimulai, Setiap Match Jadi Penentuan
Swiss Stage M7 akan mempertemukan 16 tim dalam lima ronde pertandingan dengan sistem gugur bertahap. Delapan tim yang mengamankan tiga kemenangan akan melaju ke Knockout Stage, sementara sisanya harus angkat koper lebih awal.
Beberapa laga pembuka langsung menyajikan duel panas antar negara. Boostgate Esports akan langsung diuji oleh juara MPL Indonesia Season 16, ONIC Esports, sedangkan Team Zone bakal berhadapan dengan Yangon Galacticos dari Myanmar. Dengan momentum dari Wild Card, kedua tim ini berpotensi kembali membuat kejutan
Indonesia Jadi Pusat Perhatian Dunia
M7 juga menandai kembalinya M Series ke Indonesia untuk pertama kalinya sejak M4 pada 2023. Selain pertandingan, MOONTON Games turut menyiapkan Opening Ceremony perdana dalam sejarah M Series yang akan digelar pada 9 Januari, serta M7 Carnival yang berlangsung pada 23 hingga 25 Januari di Jakarta.
Dengan kombinasi pertandingan kelas dunia, perayaan budaya, dan euforia komunitas, M7 World Championship diproyeksikan menjadi M Series terbesar sepanjang sejarah Mobile Legends: Bang Bang Esports