



Media sosial X (sebelumnya Twitter) resmi mengambil langkah tegas terkait penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan mereka, Grok AI. Belum lama ini, platform milik Elon Musk tersebut mengumumkan penghentian fitur manipulasi gambar pada Grok yang kerap disalahgunakan untuk membuat konten deepfake tidak senonoh atau asusila.
Langkah ini diambil menyusul gelombang protes global dan tindakan tegas dari sejumlah negara, termasuk Indonesia, yang menjadi negara pertama di dunia yang memblokir akses terhadap aplikasi tersebut.
Melalui akun resmi @Safety, manajemen X menegaskan bahwa pihaknya telah mengimplementasikan teknologi baru untuk mencegah Grok menghasilkan gambar orang dengan pakaian terbuka atau tidak pantas. Pembatasan ini berlaku bagi seluruh pengguna, termasuk mereka yang berlangganan layanan X Premium.
— Safety (@Safety) January 14, 2026
Sebelumnya, fitur pembuatan gambar ini sempat tersedia luas, namun kini X mempersempit ruang geraknya guna menghindari eksploitasi visual yang merugikan individu. Meski demikian, fungsi penyuntingan foto masih tetap tersedia dalam batas wajar dan sesuai dengan panduan komunitas bagi pengguna berbayar.
Keputusan X untuk memperketat keamanan Grok AI muncul tak lama setelah pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) mengambil tindakan darurat. Per 10 Januari 2026, Indonesia resmi memutus akses sementara terhadap aplikasi Grok AI.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menjelaskan bahwa pemblokiran ini merupakan bentuk perlindungan negara terhadap warga awam, terutama perempuan dan anak-anak, dari ancaman pornografi palsu berbasis AI.
Baca ini juga :» ASUS ExpertCenter Pro ET900N G3: Menghadirkan Kekuatan Superkomputer AI di Atas Meja Kerja
» Lenovo di CES 2026: Era Baru Laptop Bisnis dengan "Smarter AI for All"
» Game Dev Ini Hapus AI Slop Game Karena Sang Pacar Tidak Suka AI Gen
» Indonesia Jadi Negara Pertama di Dunia yang Blokir Grok AI: Melawan Konten Asusila Digital
» Waspada Deepfake! Kemkomdigi Soroti Grok AI di X Terkait Konten Asusila
» MSI Cubi NUC AI+ 3MG: Mini PC Super Ringkas dengan Tenaga AI Masa Depan di CES 2026
» Era Baru Komputasi Lokal: MSI Luncurkan AI Edge Series dengan Prosesor Ryzen™ AI Max+
» Razer Perkenalkan Project Ava: Holografik AI Companion Untuk Temani Meja Kerja dan Bermain Game
"Langkah ini diambil demi melindungi masyarakat dari risiko konten pornografi palsu yang dihasilkan oleh teknologi AI. Pemutusan akses ini bersifat sementara hingga sistem keamanan dipastikan benar-benar aman," ujar Meutya dalam keterangan resminya.
Langkah tegas Indonesia kemudian diikuti oleh Malaysia melalui Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) yang juga memberlakukan pemblokiran serupa. Tak hanya di Asia Tenggara, keresahan terkait penyalahgunaan Grok AI juga mencapai Amerika Serikat. Jaksa penuntut utama di California dilaporkan tengah menyelidiki penyebaran konten AI asusila yang menggunakan identitas orang lain tanpa izin.
India juga menjadi salah satu negara yang paling awal menyuarakan kecaman terhadap fleksibilitas Grok AI dalam menghasilkan konten visual yang dianggap melanggar etika dan norma sosial.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.