space
RUSIA SIAPKAN GAME TANDINGAN CALL OF DUTY: MUAK JADI "ANTAGONIS" DI GAME BARAT?
Pop
Rabu, 28 Jan 2026

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Kabar mengejutkan datang dari industri hiburan Rusia. Pemerintah Rusia dilaporkan siap menggelontorkan dana besar dan insentif pajak untuk menciptakan game shooter militer domestik guna menyaingi dominasi Call of Duty (CoD). Langkah ini diambil setelah politisi Rusia melayangkan kritik tajam terhadap narasi game Barat yang dianggap menyudutkan tentara mereka.


"Russofobia" di Balik Layar Call of Duty

Mikhail Delyagin, Wakil Ketua Komite Kebijakan Ekonomi Duma Negara, secara terbuka mendesak lembaga sensor Roskomnadzor untuk meninjau ulang dan melarang seri Call of Duty: Modern Warfare.

Alasannya cukup emosional: Delyagin merasa ngeri karena dalam game tersebut, pemain hampir selalu menjadikan tentara Rusia sebagai target tembak. Ia menyebut pengalaman ini sebagai "masokisme yang mengerikan" bagi warga Rusia.

Tak hanya sekadar melarang, Rusia berencana melakukan serangan balik di industri kreatif. Delyagin telah menyurati Kementerian Pengembangan Digital Rusia untuk memfasilitasi pembuatan game tandingan berbiaya besar.

Berikut adalah beberapa poin rencana pengembangan game tersebut:

  • Protagonis Rusia: Pemain akan berperan sebagai anggota militer atau intelijen Rusia.
  • Musuh dari Negara "Tak Bersahabat": Target dalam game adalah perwakilan dari negara-negara seperti Ukraina, Amerika Serikat, Inggris, hingga Prancis.
  • Anggaran Fantastis: Pengembangan game ini diperkirakan menelan biaya hingga 10 miliar rubel (sekitar Rp2 triliun).

Baca ini juga :
» Kolaborasi Epik! Goro Majima dan Angry Birds Siap Meluncur di Sonic Racing: CrossWorlds
» Square Enix Gelar "March Sale" di Steam: Diskon Besar Menanti Game Favoritmu
» Siap-siap Nyicip! Game Masak 'KuloNiku: Bowl Up!' Besutan Gambir Studio Meluncur 7 April di PC
» Reuni Max dan Chloe: Babak Terakhir Saga Life is Strange Siap Rilis Maret 2026!
» Gundam Barbatos Lupus Resmi Hadir di GBO2! Cek Skill Gila dan Event Terbarunya!
» Kabar Gembira! eBaseballâ„¢: PRO SPIRIT Resmi Meluncur di PS5 dan Steam, Kini Gratis Dimainkan
» Roadmap Marvel Rivals 2026: Mode Spesial Loki hingga Kolaborasi 'Avengers: Doomsday'
» Kabar Gembira! Versi Fisik Triangle Strategy PS5 Segera Hadir di Asia Tenggara Mei 2026

Kementerian Pengembangan Digital Rusia menyambut baik ide ini. Mereka menawarkan berbagai insentif bagi pengembang lokal yang berani mengambil tantangan ini, di antaranya:

  • Pemotongan Pajak: Tarif pajak penghasilan perusahaan diturunkan hingga menjadi 5% saja.
  • Keringanan Asuransi: Pengurangan tarif premi asuransi bagi karyawan perusahaan IT.
  • Pembebasan PPN: Insentif fiskal tambahan untuk proyek-proyek strategis tertentu.

Langkah pemberian subsidi ini sebenarnya hal lumrah di dunia game. Sebagai contoh, Kanada memberikan potongan pajak besar yang membuat studio raksasa seperti Ubisoft betah membangun kantor di sana.

Membangun game sekelas Call of Duty bukanlah perkara mudah. Selain biaya, teknologi mesin game (game engine) juga menjadi tantangan besar. Sebelumnya, rencana Rusia membuat "National Game Engine" sempat mandek karena kendala biaya, meski akhirnya dilanjutkan oleh investor swasta.



Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close