



Kabar mengejutkan datang dari industri hiburan Rusia. Pemerintah Rusia dilaporkan siap menggelontorkan dana besar dan insentif pajak untuk menciptakan game shooter militer domestik guna menyaingi dominasi Call of Duty (CoD). Langkah ini diambil setelah politisi Rusia melayangkan kritik tajam terhadap narasi game Barat yang dianggap menyudutkan tentara mereka.
"Russofobia" di Balik Layar Call of Duty
Mikhail Delyagin, Wakil Ketua Komite Kebijakan Ekonomi Duma Negara, secara terbuka mendesak lembaga sensor Roskomnadzor untuk meninjau ulang dan melarang seri Call of Duty: Modern Warfare.
Alasannya cukup emosional: Delyagin merasa ngeri karena dalam game tersebut, pemain hampir selalu menjadikan tentara Rusia sebagai target tembak. Ia menyebut pengalaman ini sebagai "masokisme yang mengerikan" bagi warga Rusia.
Tak hanya sekadar melarang, Rusia berencana melakukan serangan balik di industri kreatif. Delyagin telah menyurati Kementerian Pengembangan Digital Rusia untuk memfasilitasi pembuatan game tandingan berbiaya besar.
Berikut adalah beberapa poin rencana pengembangan game tersebut:
» Square Enix Umumkan Jadwal Early Access "KILLER INN": Game Murder Mystery Multiplayer Terbaru!
» Kejutan Besar! Bandai Namco Umumkan "AGE 1000", Proyek Game Dragon Ball Terbaru dengan Karakter Orisinal
» Rayakan Tahun Baru Imlek dengan Diskon Besar dari Square Enix di Steam!
» Akhirnya Rilis! Final Fantasy VII Remake Intergrade Hadir di Nintendo Switch 2 dan Xbox
» Update Besar Once Human 21 Januari: Kenalkan Mekanik Fusion dan Zona Deviant Baru yang Menantang!
» Kesempatan Emas! Jadi Perwakilan Manchester United di eFootball™ Championship 2026
» Ace Combat 7 Tembus 7 Juta Penjualan! Sambut Era Baru Ace Combat 8: Wings of Theve di 2026
» Game Dev Ini Hapus AI Slop Game Karena Sang Pacar Tidak Suka AI Gen
Kementerian Pengembangan Digital Rusia menyambut baik ide ini. Mereka menawarkan berbagai insentif bagi pengembang lokal yang berani mengambil tantangan ini, di antaranya:
Langkah pemberian subsidi ini sebenarnya hal lumrah di dunia game. Sebagai contoh, Kanada memberikan potongan pajak besar yang membuat studio raksasa seperti Ubisoft betah membangun kantor di sana.
Membangun game sekelas Call of Duty bukanlah perkara mudah. Selain biaya, teknologi mesin game (game engine) juga menjadi tantangan besar. Sebelumnya, rencana Rusia membuat "National Game Engine" sempat mandek karena kendala biaya, meski akhirnya dilanjutkan oleh investor swasta.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.