space
SKANDAL AOV SEA GAMES 2025: SCREEN SHARING BERUJUNG PENANGKAPAN DAN BAN SEUMUR HIDUP
OL
Sabtu, 14 Feb 2026

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Kasus kecurangan di cabang Arena of Valor SEA Games 2025 resmi memasuki babak hukum. Dua pemain asal Thailand, Tokyogurl dan Cheerio, ditangkap kepolisian setelah investigasi menemukan praktik screen sharing yang memungkinkan Cheerio memainkan akun Tokyogurl dalam pertandingan resmi.

Baca ini juga :
» EVOS Umumkan Kyy Pensiun, Lanjut Kemana?
» Tanpa Sponsor Sama Sekali, Bagaimana Tim Esports Crazy Raccoon Tetap Untung?
» ASUS ROG Unjuk Gigi di Gamescom 2026: Rilis Hardware Esports Canggih dan Gandeng Tim Baru
» Belum Sempat Post-Match Interview, Audy tzy Malah Resmi Inactive
» Inilah Alasan Nnael Spam Recall ke Kelra Saat Berhasil Solo Kill
» Terlalu Relax! Kairi Bilang Kiboy Sempat Ketiduran Saat Melawan RRQ
» Jadi Tim Tersultan! ONIC Duduki Peringkat 1 Tim Terkaya di Game MLBB
» Habis Disapu Bersih! RRQ Hoshi & RRQ Tora Terbantai di MPL S18 Week 2

Temuan ini memicu polemik luas di komunitas esports Asia Tenggara, terutama karena ajang SEA Games membawa nama negara dan berada di bawah sorotan publik yang jauh lebih besar dibanding turnamen reguler.

Kronologi Pengungkapan Kasus

Menurut keterangan otoritas, polisi melakukan penggeledahan di tiga lokasi pada 4 Februari 2026. Setelah proses penyelidikan, keduanya resmi ditahan dan dihadirkan dalam konferensi pers pada 13 Februari.

Dugaan pelanggaran berfokus pada praktik screen sharing yang dilakukan saat pertandingan resmi berlangsung. Skema tersebut memungkinkan Cheerio mengontrol permainan dari jarak jauh menggunakan akun Tokyogurl, sehingga melanggar regulasi kompetisi dan integritas pertandingan.

Sidang perdana keduanya dijadwalkan berlangsung pada 17 Maret 2026.

Sanksi: Dikeluarkan dari Tim dan Ban Seumur Hidup

Dampak dari kasus ini sangat besar secara profesional.

Tokyogurl didiskualifikasi dari kompetisi dan resmi dikeluarkan dari Talon Esports. Sementara itu, penerbit dan penyelenggara resmi AoV, Garena, menjatuhkan hukuman larangan seumur hidup dari seluruh turnamen resmi Arena of Valor.

Hukuman ini menutup peluang Tokyogurl untuk kembali berkompetisi di skena profesional AoV, baik di level nasional maupun internasional.

Ancaman Hukuman Pidana

Tidak hanya berhenti pada sanksi kompetitif, kasus ini juga menyeret keduanya ke ranah pidana. Otoritas Thailand menyebut tindakan tersebut dapat dikenakan hukuman penjara hingga dua tahun, denda maksimal 4.000 Baht, atau kombinasi keduanya.

Cheerio dalam pengakuannya menyebut ia dijanjikan hadiah berupa iPhone terbaru apabila berhasil membawa pulang medali emas. Jika gagal, ia hanya menerima sejumlah uang kecil untuk kebutuhan seperti tagihan rumah atau bensin.

Motif ini memicu perdebatan baru mengenai tekanan, insentif, serta pengawasan dalam kompetisi esports tingkat internasional.

Dampak untuk Esports Asia Tenggara

Kasus ini menjadi preseden penting. Selama ini, pelanggaran seperti account sharing atau boosting kerap ditemukan di level ranked atau turnamen kecil. Namun ketika praktik tersebut terjadi di ajang sebesar SEA Games, dampaknya jauh lebih serius.

Integritas kompetisi menjadi sorotan utama. Esports yang tengah berjuang memperkuat legitimasi sebagai olahraga profesional kini kembali diuji oleh isu kejujuran dan pengawasan.

Kasus Tokyogurl dan Cheerio bisa menjadi momentum bagi penyelenggara untuk memperketat sistem verifikasi pemain, monitoring perangkat, hingga audit teknis saat pertandingan berlangsung.

Satu hal yang jelas, konsekuensi dari pelanggaran di panggung internasional tidak lagi sebatas diskualifikasi. Reputasi, karier, bahkan kebebasan pribadi bisa dipertaruhkan.

Menurut kalian, apakah hukuman yang dijatuhkan sudah setimpal dengan dampak yang ditimbulkan?



TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close