



Game otome 3D Love and Deepspace kembali menjadi sorotan setelah muncul kisah viral dari Tiongkok. Sejak rilis pada Januari 2024, game ini memang dikenal memiliki basis pemain yang sangat loyal, terutama karena visual 3D realistis dan interaksi mendalam dengan karakter pria di dalamnya.
Baca ini juga :» KAYOU x Free Fire Hadirkan Semangat “Battle in Style” ke Dunia Nyata Lewat Kartu Koleksi Eksklusif di Asia
» Miniso x Love and Deepspace Hadirkan Koleksi Limited Edition yang Siap Diburu Penggemar
» Love and Deepspace Menang Best Game Mobile di Gamescom 2025, Kalahkan Genshin Impact dan Arknight: Endfield
» Fitur Keren, Love and Deepspace Hadirkan Fitur Kalender Menstruasi Bagi Gamers!
» Drama Windah Basudara Buat Jumlah Download Game Love and Deepspace Meningkat Drastis
» Ingin Cobain Main Love and Deepspace Sambil Stream, Windah Basudara Langsung Kena Protes Para Fans!
» Seven Knights Re:Birth Diumumkan: Era Baru buat RPG yang Legendaris
» Dragon Nest 2: Evolution Ganti Publisher ke Shengqu, Janjikan Transisi yang Mulus dan Kompensasi
Namun, popularitas tersebut kini dibarengi cerita ekstrem. Seorang suami dilaporkan memberikan uang sebesar 200 ribu RMB atau sekitar Rp40 jutaan kepada istrinya dengan satu syarat, berhenti bermain Love and Deepspace dan menghentikan kebiasaan top up yang dianggap berlebihan.
Alih alih berhenti, sang istri justru menggunakan uang tersebut untuk kembali melakukan gacha demi mendapatkan kartu Memories karakter favoritnya. Keputusan itu pun memicu perdebatan luas di media sosial mengenai batas antara hobi dan pengelolaan finansial rumah tangga.
Kasus ini ternyata bukan satu satunya. Ada pula suami lain yang rela mengeluarkan 20 ribu RMB atau sekitar USD 2.800 agar istrinya tidak lagi menghabiskan uang di dalam game. Meski sempat berhenti, sang istri disebut kembali mengunduh game tersebut karena tidak ingin melewatkan event limited yang sedang berlangsung.
Love and Deepspace sendiri menawarkan pengalaman romansa interaktif dengan teknologi visual yang imersif. Pemain dapat berinteraksi secara personal dengan Love Interest, lengkap dengan voice acting dan animasi realistis. Elemen inilah yang membuat banyak pemain merasa terikat secara emosional.
Bahkan, beberapa pemain dilaporkan menggunakan aplikasi AI untuk menciptakan percakapan tambahan dengan karakter favorit mereka di luar game. Fenomena ini menunjukkan bagaimana game modern tidak lagi sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ruang emosional bagi sebagian orang.
Di balik kesuksesannya, kasus ini menjadi pengingat bahwa sistem gacha dengan karakter limited memang dirancang untuk memicu rasa urgensi. Tanpa kontrol yang bijak, pengeluaran dalam game bisa berdampak serius pada kondisi finansial.