



Microsoft baru-baru ini mengonfirmasi pengembangan konsol Xbox generasi berikutnya dengan codename Project Helix, yang disebut-sebut sebagai perangkat hybrid antara console tradisional dan PC gaming. Pengumuman ini datang dari CEO baru Microsoft Gaming, Asha Sharma, melalui postingan di X, di mana ia menyatakan bahwa Project Helix akan "memimpin dalam performa" yang diklaim mampu memainkan game Xbox dan juga PC.
Great start to the morning with Team Xbox, where we talked about our commitment to the return of Xbox including Project Helix, the code name for our next generation console.
— Asha (@asha_shar) March 5, 2026
Project Helix will lead in performance and play your Xbox and PC games. Looking forward to chatting about… pic.twitter.com/Xx5rpVnAZI
Project Helix dirancang sebagai perangkat berbasis Windows yang open platform, memungkinkan pengguna memainkan library game Xbox lengkap (backward compatible dari Original Xbox, Xbox 360, Xbox One, hingga Series X|S) sekaligus game PC dari store seperti Steam dan Epic Games Store misalnya.
Sementara untuk interfacenya menggunakan "Xbox Full Screen Experience" yang mirip console, tetapi dioptimalkan untuk TV dan controller, sehingga terasa seperti Xbox biasa meski hardware-nya lebih mirip PC high-end. Adapun untuk Hardwarenya, Microsoft bekerja sama dengan AMD, menargetkan performa unggul yang bahkan ditargetkan bisa menyaingi PC mid-to-high end.
Join me NOW for a LIVE Q&A where I will breakdown #XBOX Project Helix w/ AMD RDNA 5 + Zen 6!🧬
— Moore's Law Is Dead (@mooreslawisdead) March 6, 2026
I'll also compare Next-Gen XBOX to the #PS6, explain why PS6 will NOT be delayed to 2029, and also LEAK new details about why the 5050 9GB is coming!🔥https://t.co/lucB5cwc08
Leak terbaru dari PC & tech analis yaitu Moores Law is Dead, mengungkap terkait specs Project Helix berbasis APU AMD Magnus: CPU: 3 core Zen 6 + 8 core Zen 6c (total 11 cores). GPU: 68 Compute Units (CUs) RDNA 5, 30% lebih banyak dari Series X, setiap CU 65% lebih cepat. Memory: Hingga 48GB GDDR7 dengan bus 192-bit. NPU: 110 TOPS (6W) untuk AI. Proses: TSMC 3nm. TDP: 250-350W. Target Performa: Native 4K@120FPS+, hingga 2x PS5 Pro, ray tracing 5x lebih cepat.
Dengan biaya APU Magnus sekitar $550 dan krisis memori secara global, harga Project Helix dirumorkan akan berada di $900 hingga $1.400, dengan estimasi paling realistis $999-$1.200 (atau dengan kurs rupiah ketika artikel ini ditulis, perkiraannya di kisaran 20 juta rupiah lebih).Baca ini juga :
» Ghost Of Yotei Selamanya Hanya di PS5
» Keuntungan Capcom 50% berasal dari PC
» Granblue Fantasy: Relink Dapat Ekspansi Endless Ragnarok, Rilis Juli 2026
» Istri Download Roblox untuk Bongkar Dugaan Suami Selingkuh Virtual, 15 Tahun Pernikahan Terancam Hancur
» ASUS APAC Partner Summit 2026: Strategi "EVOLVE" Menuju Dominasi Pasar Laptop AI
» Revolusi Siaran F1: Rahasia di Balik Teknologi Pendingin Cair Lenovo Neptune yang Super Efisien
» Asus Resmi Pamit? Tidak Ada Smartphone Baru di 2026, Fokus Beralih ke AI
» Main Satu Console Bisa Cobain Tiga, Youtuber Ini Gabungkna PS5, Xbox Series X, dan Switch 2!
Announcing that we’re building the next-generation of Xbox first-party devices and cloud, including our future Xbox consoles, together with @AMD.
— Xbox (@Xbox) June 17, 2025
Next-level performance, cutting-edge graphics, breakthrough gameplay, and unmatched compatibility. Stay tuned for what’s next. pic.twitter.com/XvQNk0xO69
Hal ini menjadikan Project Helix lebih mahal ketimbang Seri Flagshipnya Xbox saat ini(Xbox Series X), bahkan disebut "very premium" oleh mantan eksekutif Xbox yaitu Sarah Bond, karena Project Helix ini diposisikan sebagai high-end device yang bersaing dengan PC.
Sementara untuk target rilisnya diperkirakan pada akhir 2027, menikuti siklus 7 tahun dari Series X (2020). Menarik sekali untuk melihat apakah Project Helix bisa mengakhiri debat console vs PC dengan menyatukan keduanya? Mari kita kita tunggu bersama.