



Mikaela Hoover, pengisi suara sekaligus pemeran Tony Tony Chopper di One Piece versi live-action Netflix musim kedua, mengungkap bahwa ia sengaja tidak menonton versi anime sebelum proses syuting dimulai. Langkah itu diambil agar ia bisa membangun interpretasi Chopper sendiri, bukan sekadar meniru performa yang sudah sangat melekat di benak penggemar dari anime.
One Piece season 2's Tony Tony Chopper actor didn't watch the anime ahead of playing the fan-favorite character: "To copy the anime would have been a disservice" https://t.co/GYlya0Of1D
— GamesRadar+ (@GamesRadar) March 18, 2026
Dalam salah satu sesi awal, Hoover sempat bimbang apakah ia perlu menjadikan anime sebagai referensi. Ia lalu berdiskusi langsung dengan showrunner Joe Tracz dan produser Steve Welke untuk meminta pendapat. Keduanya justru meyakinkannya untuk mempertahankan pendekatan yang sudah ia lakukan karena mereka menyukai karakterisasi Chopper versinya sejauh ini. Hoover juga menyebut bahwa Eiichiro Oda, kreator One Piece, memilihnya untuk peran ini karena suatu alasan dan mendukung cara ia membawakan karakter tersebut.
Hoover memandang bahwa menyalin gaya dari anime secara mentah justru akan menjadi sebuah “disservice” bagi karakter Chopper. Menurutnya, adaptasi live-action membutuhkan ruang untuk menampilkan warna baru, meski tetap mengusung esensi Chopper yang dicintai penggemar. Dengan tidak langsung terikat pada anime, ia merasa lebih bebas mengeksplorasi sisi kepribadian Chopper, baik dari segi suara, ekspresi, maupun dinamika emosi.
Proses ini juga tidak dilepaskan dari campur tangan langsung Eiichiro Oda. Sang mangaka ikut mengarahkan bagaimana Chopper seharusnya dihadirkan dalam format live-action, termasuk memberi masukan agar karakter tersebut tetap terasa autentik meski tampil dalam medium berbeda. Keterlibatan Oda memberi rasa aman bagi tim produksi dan Hoover bahwa interpretasi mereka masih berada di jalur yang sesuai dengan visi sang kreator.
Dalam memerankan Chopper, Hoover berusaha menonjolkan kombinasi sifat imut, sensitif, namun terkadang ketus yang sudah menjadi ciri khas karakter ini. Ia ingin menyeimbangkan peran Chopper sebagai maskot menggemaskan kru Topi Jerami dengan latar belakang emosionalnya yang penuh luka dan kesepian. Dengan pendekatan yang lebih intuitif dan tidak terikat frame demi frame anime, ia berharap Chopper versi live-action terasa sebagai sosok yang hidup, bukan hanya tiruan dari medium lain.
Pernyataan Hoover muncul di tengah tingginya ekspektasi penggemar terhadap kehadiran Chopper di musim kedua. Sejak musim pertama diresmikan, Chopper selalu menjadi salah satu karakter yang paling ditunggu karena desainnya yang sangat fantasi dan menantang untuk diwujudkan secara live-action. Kekhawatiran soal tampilan visual hingga cara karakternya bergerak dan berbicara sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan fans. Karena itu, fakta bahwa Oda ikut mengawal proses adaptasi dan mendukung pendekatan Hoover menjadi angin segar bagi mereka yang menginginkan perpaduan antara kesetiaan pada sumber asli dan kebaruan yang relevan dengan format serial hidup.
Baca ini juga :» IShowSpeed Cari 30 Sampai 50 Orang untuk “Mencari Ending” One Piece, Bikin Heboh Internet
» Netflix Rilis Teaser One Piece Season 2, Penampilan Nico Robin Langsung Curi Perhatian
» Flexing Kelewat Batas, Mackenyu Ikut Turnamen OPTCG dan Finish Top 8 dengan Playmat tanda-tangan Oda!
» Dari Bajak Laut ke Bajak Laut, Eichiro Oda Berikan Tirai Noren Kepada Johnny Depp
» ONE PIECE: PIRATE WARRIORS 4 Dapatkan Karakter Baru, Peningkatan Grafis Gen 9, dan Edisi Legendaris
» Sutradara Legendaris One Piece dan Dragon Ball Super: Broly, Tatsuya Nagamine Tutup Usia
» Sutradara Sekaligus Animator One Piece Kecam Tren AI Ubah Foto Bergaya Ghibli
» Kolaborasi Klub Basket Lakers dengan Anime One Piece Berikan Kejutan Untuk Penggemar
Pada akhirnya, keputusan Hoover untuk tidak menjadikan anime sebagai patokan utama mencerminkan filosofi kreatif yang semakin sering diambil dalam berbagai adaptasi live-action modern. Materi sumber tetap dihormati, tetapi tim kreatif diberi jarak yang cukup untuk menghadirkan karya yang berdiri di atas kakinya sendiri. Untuk One Piece musim kedua, khususnya dengan masuknya Chopper sebagai salah satu ikon utama seri, pendekatan ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman berbeda tanpa menghilangkan roh petualangan Luffy dan kru Topi Jerami yang sudah dicintai jutaan penggemar di seluruh dunia.