



Seorang kakek berusia 91 tahun dari China kembali bikin kagum komunitas gamer setelah berhasil menamatkan Resident Evil Requiem tanpa bantuan panduan apa pun, bahkan tanpa tutorial di internet sekalipun.

Kakek bernama Yang Binglin, yang akrab dijuluki “Game Grandpa”, kini viral berkat rekaman dirinya yang dengan tenang menelusuri tiap sudut Resident Evil Requiem. Ia terlihat lihai menembak Licker dengan bidikan rifle yang presisi saat memainkan Leon, lalu dengan sabar mengendap dan menghindari musuh mengerikan saat bermain sebagai Grace.
Hal yang bikin banyak orang makin salut, kakek Yang sama sekali tidak mengandalkan walkthrough digital, video guide, atau fitur bantuan modern di dalam game. Di usianya yang sudah 91 tahun, ia justru memilih cara lama: mencatat semua hal penting dengan tangan di sebuah buku catatan.
Selama bermain, Yang menuliskan layout map, solusi puzzle, hingga detail kunci yang diperlukan untuk maju ke area berikutnya. Setiap ruangan, jalur, dan teka-teki ia dokumentasikan satu per satu, seolah lagi bikin walkthrough versi analog miliknya sendiri.
He holds the Guinness world record for oldest male streamerhttps://t.co/cYeywtOjbW
— Dexerto (@Dexerto) March 24, 2026
Di era di mana kebanyakan pemain tinggal buka YouTube atau Google saat buntu, pendekatan sederhana tapi disiplin ini berasa sangat kontras. Buat Yang, setiap playthrough adalah proses yang harus ia pecahkan sendiri, langkah demi langkah, bukan sekadar ikut petunjuk orang lain.
Menariknya, ia juga mengaku bahwa seri Resident Evil memberinya satu pelajaran penting: seberat apa pun situasinya, selama ada orang yang menemani, kamu tetap bisa melewatinya. Kalimat ini berasa nyambung banget dengan atmosfer Resident Evil yang penuh ancaman, tapi selalu menyisakan harapan lewat karakter-karakter yang saling bahu-membahu.
Yang tidak lagi bermain sendirian. Kini ia rutin ditemani penonton yang mampir ke siaran livestream-nya dan ikut menyaksikan perjuangannya menuntaskan game-game yang ia mainkan. Ia mengatakan, bermain bersama “anak-anak” di chat terasa jauh lebih menyenangkan ketimbang main sendirian.
Interaksi ringan di kolom chat, komentar iseng, sampai dukungan kecil dari penonton membuat aktivitas gaming sehari-hari jadi momen hangat lintas generasi. Di satu sisi, penonton dapat inspirasi, di sisi lain, Yang mendapat pengalaman sosial baru yang mungkin tidak ia bayangkan saat pertama kali pensiun puluhan tahun lalu.
Sebelum dikenal sebagai kakek gamer, Yang punya karier serius di dunia sains dan teknik. Ia dulu bekerja di bidang riset ilmiah dan engineering yang berkaitan dengan pengeboran minyak dan gas di Sichuan selatan, sampai akhirnya pensiun pada 1996
Baca ini juga :
» Resident Evil Requiem Tembus Penjualan 6 Juta Kopi, Jadi Yang Tercepat Di Series RE
» Kembali Ke Mansion Gila! Resident Evil 1 Remake Sedang Dikembangkan?
» Resident Evil Requiem Siap Datangkan Photo Mode, Mode Baru, dan DLC Story
» Leon Gunakan Cincin di Resident Evil Requiem, Sudah Menikah?
» Review Resident Evil - Berhasilkah Capcom Gabung Banyak Esensi RE di Satu Game?
» Spoiler Penting Resident Evil Requiem Tersebar di Media Sosial, Dianjurkan Hati-Hati Browsing Internet!
» Sambut Resident Evil Requiem, ASUS ROG Bagi-Bagi Game Gratis!
» Fans Yakin Dengan Teori Jika Leon Terkena Infeksi Virus Lagi di Resident Evil Requiem
Setelah itu barulah ia berkenalan dengan video game, mulai dari konsol generasi awal. Perlahan, ia jatuh cinta dengan berbagai judul, termasuk seri Resident Evil, dan terus mengikuti perkembangan hardware dari masa ke masa sambil mengumpulkan koleksi fisik game dalam jumlah besar.
Kerja keras dan konsistensinya bahkan membuat Yang tercatat di Guinness World Records sebagai streamer video game tertua di dunia. Gelar ini bukan cuma simbol, tapi bukti bahwa hobi bermain game benar-benar tidak mengenal batas usia.
Sekarang, dengan makin banyak penonton yang mampir ke siarannya, Yang tidak menunjukkan tanda-tanda ingin berhenti. Ia menegaskan, selama Capcom terus membuat seri Resident Evil, ia juga akan terus memainkannya, karena mereka sudah “berjalan bersama selama 30 tahun” dan menunggu beberapa tahun lagi bukan masalah.
Kisah Yang jadi pengingat manis bahwa tak ada kata terlambat untuk menikmati game, belajar hal baru, atau bahkan jadi kreator konten. Di tengah dunia gaming yang kadang terasa kompetitif, sosok kakek 91 tahun yang tekun menulis catatan tangan untuk menaklukkan Resident Evil Requiem ini terasa seperti bukti hidup bahwa passion dan rasa penasaran bisa mengalahkan usia berapa pun.