Release Date26 June 2025
ESRB RatingMature
GenreAction Adventure
Publisher
Sony Interactive Entertainment

Developer
Kojima Productions

Console
PS5
KOTAK GAME RATING
90
PLAYER RATING
90
BERI RATING
Review

Review Death Stranding 2: On The Beach (PC)

Halaman 1

Kalau ada satu hal yang bisa langsung disimpulkan dari memainkan Death Stranding 2: On the Beach di PC, ini adalah pengalaman yang terasa seperti evolusi… tapi bukan revolusi. Sebuah sekuel yang jelas lebih matang, lebih “ramah”, lebih halus, namun di saat yang sama juga sedikit kehilangan rasa keras kepala yang dulu justru jadi identitas kuatnya. Dan seperti karya Hideo Kojima pada umumnya, ini bukan game yang mencoba menyenangkan semua orang. Ini game yang tetap berdiri di jalurnya sendiri—hanya saja sekarang jalurnya dibuat sedikit lebih lebar.

Versi PC di sini menarik karena bukan sekadar “port biasa”. Ini adalah bentuk paling fleksibel dari pengalaman Death Stranding 2, sebuah versi yang secara teknis bisa jadi yang terbaik… tapi juga paling inkonsisten, tergantung siapa yang memainkannya.

Lebih Halus, Lebih Cepat, Tapi Tidak Lagi Seberat Dulu

 

Kalau kamu pernah memainkan game pertamanya, kamu pasti tahu bahwa Death Stranding bukan soal aksi, tapi soal perjalanan. Loop gameplay-nya masih sama: mengantar barang, menembus medan ekstrem, dan membangun koneksi antar wilayah. Tapi di sekuel ini, semuanya terasa lebih “gamey”.

Pergerakan lebih responsif, traversal lebih fleksibel, dan sistem pendukung seperti kendaraan, equipment, hingga opsi combat terasa lebih berkembang. Game ini tidak lagi terasa seberat dulu. Friksi yang dulu terasa seperti tembok besar sekarang sudah dipangkas, diganti dengan sistem yang lebih bersahabat.

Masalahnya, di sinilah muncul dilema. Di satu sisi, ini membuat game jauh lebih mudah dinikmati. Bahkan pemain baru sekalipun bisa langsung “klik” dengan ritmenya. Tapi di sisi lain, rasa struggle yang dulu menjadi inti pengalaman justru berkurang. Dunia yang dulunya terasa mengintimidasi, sekarang terasa lebih bisa dikontrol.

Apalagi dengan kembalinya sistem online asinkron—di mana struktur buatan pemain lain akan muncul di duniamu—banyak tantangan traversal jadi terasa lebih ringan. Jalan sudah dibangun, jembatan sudah tersedia, dan kadang rasa “bertahan hidup” itu sedikit memudar. Ini bukan hal buruk, tapi jelas mengubah rasa dari perjalanan itu sendiri.

Dunia yang Tetap Menjadi Bintang Utama

 

Terlepas dari perubahan gameplay, satu hal yang tidak berubah adalah kekuatan dunia yang ditawarkan. Death Stranding 2 masih menjadi salah satu game dengan atmosfer paling kuat di industri saat ini.

Lingkungan bukan hanya sekadar latar belakang, tapi bagian dari gameplay itu sendiri. Setiap gunung, lembah, hujan, hingga tekstur tanah memiliki peran. Navigasi bukan hanya soal arah, tapi soal membaca dunia. Dan di sinilah game ini tetap bersinar terang.

Baca ini juga :

» Hands-on ROG Flow Z13-KJP
» Review Ghost of Yōtei
» Rise of the Ronin - Review
» Spider-Man: Across the Spider-verse
» The Last of Us Part 1 Remake

Di PC, semua ini terasa semakin hidup. Resolusi yang lebih tinggi, frame rate yang lebih stabil (setidaknya dalam kondisi ideal), dan detail visual yang lebih tajam membuat setiap perjalanan terasa lebih imersif. Ini adalah game yang memang didesain untuk dinikmati perlahan, dan versi PC memberimu cara terbaik untuk melakukannya—secara visual.

Cerita: Lebih Mudah Dicerna, Tapi Tetap “Kojima Banget”

 

Soal cerita, Death Stranding 2 masih bermain di wilayah yang sama: koneksi manusia, isolasi, dan hubungan manusia dengan sistem yang semakin otomatis. Bedanya, kali ini penyampaiannya terasa lebih “ramah”.

Narasi dibuat sedikit lebih mudah diikuti, tidak se-membingungkan dulu. Tapi jangan salah, ini tetap karya Kojima. Absurditas masih ada. Momen-momen yang terasa over-the-top masih muncul. Kadang dalam satu adegan kamu bisa merasa emosional, lalu di adegan berikutnya kamu hanya bisa geleng-geleng kepala karena keanehannya.

Dan anehnya, justru di situlah kekuatannya. Game ini tidak mencoba menjadi konsisten dalam tone, tapi justru memanfaatkan ketidakkonsistenan itu sebagai identitas. Hasilnya memang terasa “messy”, tapi juga sangat manusiawi.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru



Most Popular Previews
Belum ada Preview