space
PENELITI IPB TEMUKA SPESIES LABA-LABA BARU, DINAMAKAN RATHALOS INUGAMI DARI MONSTER HUNTER!
Pop
2 Hari yang lalu

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Dunia sains dan komunitas gaming baru saja bertemu dalam sebuah kolaborasi unik melalui penemuan spesies laba-laba baru di Pulau Jawa yang diberi nama Rathalos inagami. Penemuan ini menjadi perbincangan hangat karena para peneliti dari Species Obscura, termasuk Naufal Urfi Dhiya’ulhaq, Ahmad Restu Dwikelana, dan Prof. Purnama Hidayat dari IPB University, secara terang-terangan mengambil inspirasi dari jagat Monster Hunter milik Capcom untuk menamai temuan penting mereka. Penggunaan nama tersebut bukan sekadar strategi menarik perhatian, melainkan sebuah bentuk penghormatan terhadap karakteristik biologis spesies ini yang sangat spesifik.

Nama genus Rathalos merujuk pada monster ikonik sang "Raja Langit" yang menjadi wajah seri Monster Hunter, sementara nama spesies inagami diambil dari sosok Elder Dragon dari Monster Hunter Frontier G. Pemilihan nama Inagami dianggap sangat akurat secara ilmiah karena dalam lore permainannya, monster tersebut memiliki kemampuan unik untuk memanipulasi bambu dan selalu diasosiasikan dengan habitat hutan bambu.

Hal ini selaras dengan temuan para peneliti di lapangan yang mencatat bahwa laba-laba ini merupakan spesialis yang hanya ditemukan hidup di ekosistem bambu, menjadikannya sebuah analogi nyata dari karakter video game tersebut.

Secara teknis, penemuan Rathalos inagami di Jawa merupakan tonggak sejarah bagi ilmu arachnologi di Asia Tenggara. Sebelumnya, genus Rathalos hanya diketahui tersebar di wilayah Tiongkok, seperti spesies Rathalos treecko yang juga memiliki referensi budaya populer. Dengan ditemukannya spesies ini di Indonesia, para peneliti berhasil membuktikan bahwa distribusi famili Anyphaenidae atau "laba-laba hantu" jauh lebih luas daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Penemuan ini mempertegas bahwa keterikatan sebuah spesies pada habitat yang sangat spesifik seperti bambu seringkali membuat mereka tersembunyi dari radar ilmu pengetahuan selama puluhan tahun.

Kehadiran Rathalos inagami menjadi pengingat bagi publik, khususnya para penggemar gaming, bahwa eksplorasi di dunia nyata tidak kalah menantang dan penuh kejutan dibandingkan dengan petualangan di dunia digital. Melalui publikasi di Journal of Asia-Pacific Biodiversity, tim peneliti berhasil menjembatani batasan antara hobi dan sains berat, menunjukkan bahwa inspirasi dari budaya populer dapat membantu mengenalkan kekayaan biodiversitas Indonesia yang masih menyimpan banyak rahasia.

Baca ini juga :
» Monster Hunter Outlanders Buka Closed Beta Ke-2, Sudah Siap Main?
» Review Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection – Indah, Dalam, dan Diam-Diam Bikin Ketagihan
» CAPCOM Kolaborasi dengan JAPAN RAIL CAFE untuk Rayakan Peluncuran Monster Hunter Stories™ 3
» Dev Monster Hunter Stories 3 Akui Belajar Banyak Dari Expedition 33 dan Metaphor: ReFantazio
» Rayakan Ulang Tahun Pertama Monster Hunter Wilds Banyak Event Keren!
» Sinyal Kuat Monster Hunter Wilds Hadir di Nintendo Switch 2 Dari Bocoran?
» Dota 2 x Monster Hunter, Kolaborasi Spesial Bawakan Banyak Set Gratis MH ke Dota 2!
» Monster Hunter Outlanders: Trailer dan Demo Perdana di TGS 2025 – Game Mobile Baru Siap Menggebrak!

Penemuan ini menjadi bukti nyata bahwa bahkan di lingkungan yang sudah sangat familiar bagi manusia, masih ada "monster" unik yang menunggu untuk diidentifikasi dan dilindungi keberadaannya.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close