



Game baru James Bond berjudul 007 First Light lagi jadi bahan ribut di internet. Banyak gamer komplain karena di game ini Bond harus nurut sama atasan perempuan dan langsung nempel label woke ke game ini. Padahal kalau dipikir lagi, hal kayak gini sudah lama banget jadi bagian dari franchise James Bond, bahkan sejak era film klasiknya. Jadi sebenarnya masalahnya bukan di game barunya, tapi ke gap pengetahuan sebagian fans tentang sejarah Bond sendiri.
Who on earth is a woke modern James Bond game for? pic.twitter.com/B31WBcBLlD
— Jon Del Arroz | Pop Culture & Gaming 🎮 (@jondelarroz) May 26, 2026
Di 007 First Light, pemain melihat James Bond ada di bawah komando seorang perempuan, dan ini bikin sebagian gamer ngerasa karakter ikonik itu jadi lemah atau berubah dari sosok macho yang mereka bayangin. Mereka nyebut game ini agenda tertentu hanya karena ada dinamika atasan-bawahan yang kebetulan perempuannya yang pegang kendali. Lucunya, banyak dari mereka kayak lupa kalau di film, Bond sudah biasa banget dimarahin, digertak, bahkan digasak habis-habisan sama atasannya di kantor. Jadi, kalau mereka keberatan sekarang, sebenarnya mereka telat puluhan tahun.
Hal yang paling kocak, orang-orang yang protes ini kayak tidak ingat kalau sejak 1995, tokoh M yang jadi bos langsung Bond sudah diperankan oleh Judi Dench, yang jelas-jelas perempuan dan punya karakter super keras. Dari era Pierce Brosnan sampai Daniel Craig, Bond berkali-kali dapat omelan, teguran, dan perintah langsung dari M versi Judi Dench, dan itu jadi bagian penting dari perkembangan karakternya. Bond bukan cuma agen yang jago tembak dan keren di lapangan, tapi juga bawahan yang kadang diseret balik ke bumi karena keputusan nekatnya. Dinamika ini justru bikin ceritanya menarik, bukan merusak citra maskulin.
Kalau dilihat dari sejarahnya, James Bond memang tidak pernah benar-benar bebas sebebas-bebasnya untuk melakukan apa yang dia mau. Dia selalu punya struktur komando, selalu ada otoritas di atas yang bisa bilang misi dibatalkan, target diubah, atau pendekatannya salah. Kadang atasan itu laki-laki, kadang perempuan, tapi inti utamanya tetap sama Bond adalah agen, bukan boss besar. Jadi, ketika di 007 First Light ada karakter perempuan yang mengatur dan mengawasi Bond, itu bukan hal baru, cuma versi lain dari pola yang sudah lama ada.
Baca ini juga :
» Review 007 First Light - Memang GOTY (Ganteng Of The Year) Tapi Banyak Kurangnya
» Kebocoran Data IGRS Spoilerin Game 007: First Light Dan Banyak Game Lain?
» Kegocek Lagi! Bukan Pensiun, Mantan Pelatih RRQ Hoshi, James, Kini Resmi Melatih Tim SMG
» Acil Kembali Duduki Posisi Coach RRQ Hoshi Setelah Ditinggal James!
» Rumor: Salting Saat Dipanggil Coach Oleh Pemain BTR, James Pindah Tim?
» James Menyatakan Dirinya Telah Mengundurkan Diri Sebagai Pelatih RRQ Hoshi
» Inilah Alasan Sesungguhnya The Conjuring Diformat Menjadi Dunia Sinematik
» [VIDEO]: Remaja 13 Tahun Ini Tidak Menyangka Bahwa Dia Bertemu Dengan Dubber Bart Simpsons
Reaksi keras yang menyebut game ini woke sebenarnya lebih nunjukin bagaimana sebagian gamer gampang terpancing begitu lihat sosok perempuan ditempatkan di posisi berkuasa. Mereka tidak masalah ketika karakter laki-laki yang ngatur, tapi langsung alergi ketika struktur yang sama dipegang perempuan. Padahal, buat banyak pemain lain, hal ini justru bikin dunia Bond terasa relevan dan nyambung dengan era modern, tanpa merusak identitas intinya. James Bond tetap James Bond, hanya saja lingkungannya berkembang mengikuti zaman.
Menariknya lagi, kritik yang bilang game ini merusak warisan Bond juga terasa tidak nyambung kalau diadu dengan fakta bahwa franchise ini sudah berkali-kali berevolusi. Dari gaya super glamor dan kartunis di era lama sampai tone lebih gelap dan realistis di era Daniel Craig, Bond terus berubah mengikuti selera penonton dan konteks zaman. Masuknya sosok perempuan kuat di posisi komando hanyalah salah satu dari banyak penyesuaian itu. Kalau penonton bisa menerima perubahan lain, rasanya aneh kalau cuma aspek ini yang diserang habis-habisan.
So ya, keributan soal 007 First Light lebih terasa seperti contoh klasik orang marah duluan baru cari tahu belakangan. Banyak yang protes tanpa menyadari kalau yang mereka keluhkan justru sudah lama jadi ciri seri James Bond itu sendiri. Mereka kira mereka sedang membela versi asli Bond, padahal Bond versi asli pun sudah lama hidup dalam dunia di mana dia bisa saja dimarahi, diarahkan, dan dikendalikan perempuan di atasnya. Jadi kalau ada yang bilang game ini tidak setia pada sumber aslinya, mungkin justru merekalah yang perlu menengok kembali sejarah panjang sang agen 007.