
MOBA kok analog! Wah, rasanya kalimat ledekan legendaris yang satu itu udah waktunya masuk museum aja, ya. Kalau dipikir-pikir, dulu perdebatan di komunitas cuma seputar main MOBA di PC pakai mouse versus main di layar HP pakai jempol. Tapi zaman emang udah berubah drastis. Sekarang, kalimat sindirannya udah berevolusi dan naik level jadi: MOBA kok Open-World
Kalau kita perhatikan tren industri game belakangan ini, pergerakannya memang lagi seru-serunya. Banyak franchise raksasa yang mulai berani ambil risiko buat keluar dari zona nyaman. Contoh paling nyata ya Honor of Kings. Dari game MOBA arena yang merajai pasar kompetitif, IP yang satu ini nekat banting setir masuk ke ranah yang jauh lebih masif dan kompleks. Nah, beberapa waktu lalu, kami dapet kesempatan yang cukup eksklusif buat nyobain langsung sesi playtest dari proyek ambisius mereka, yaitu Honor of Kings: World.
Sebagai game gacha open-world pendatang baru, ekspektasi kami waktu pertama kali login ke dalam client playtest ini jujur aja cukup tinggi. Setelah menghabiskan waktu berjam-jam buat keliling peta, nguji mekanik combat, sampai membedah performa teknisnya, ada satu impresi awal yang nempel banget: proyek ini kelihatan digarap dengan sangat serius dan punya potensi besar buat jadi penantang berat di genre action RPG.
Gameplay Fast-Paced yang Lincah dan Taktis

Mari kita mulai bahas dari hidangan utamanya, yaitu sistem combat atau pertarungan. Waktu pertama kali masuk ke fase pertarungan, kami langsung ngerasa ada vibe dan pacing yang lumayan mirip sama Wuthering Waves, tapi tetap dengan sentuhan khasnya sendiri. Ritme berantemnya itu bener-bener fast-paced, lincah, dan agresif banget. Animasi serangannya dieksekusi dengan mulus, transisi antar gerakannya nggak terasa clunky sama sekali, dan mekanik dodge atau menghindarnya beneran responsif terhadap input jari kita.
Bicara soal mekanik, Honor of Kings: World ini nggak cuma ngandelin jurus asal pencet tombol alias button mashing. Sistem pertarungannya punya lapisan taktis yang cukup dalam. Fitur paling menonjol di sini adalah kemampuan buat ganti mode atau stance secara real-time di tengah-tengah panasnya pertarungan. Transisi antar mode ini kerasa seamless banget dan otomatis bakal ngubah moveset, jarak serang, sampai gaya main kita waktu ngadepin musuh. Dinamika semacam ini secara nggak langsung maksa kita buat terus baca pola serangan lawan dan merespons pakai mode yang paling pas. Variasi kombo yang luas ini bikin proses grinding material atau sekadar hajar-hajar monster di jalanan jadi nggak cepet ngebosenin.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Dominator Resmi Ganti Nama Jadi Team Nemesis ...