space
BADAI BESAR XBOX ARKANE TERANCAM GULUNG TIKAR, PROYEK MARVELS BLADE DI UJUNG TANDUK!
xboxone
Kamis, 02 Jul 2026

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Industri video game kembali dihantam kabar duka yang luar biasa masif. Microsoft dilaporkan tengah bersiap mengeksekusi salah satu restrukturisasi paling berdarah dalam sejarah divisi gaming mereka. Kabar paling mengejutkan datang dari Arkane Lyon, studio legendaris di balik Dishonored dan Deathloop, yang kini berada di ambang penutupan. Efek domino dari keputusan ini bahkan mengancam pembatalan total game pahlawan super yang sangat diantisipasi, Marvel’s Blade.

Laporan eksklusif dari jurnalis senior Tom Warren via The Verge mengungkapkan bahwa Microsoft sedang mempertimbangkan untuk menutup atau menjual sedikitnya lima studio besar di bawah bendera Xbox Game Studios. Gelombang PHK massal ini diprediksi akan mengeksekusi sekitar 1.000 pekerja dan dijadwalkan dimulai pada 6 Juli 2026, tepat setelah penutupan kuartal fiskal Microsoft.


Mengapa Marvels Blade Terancam Batal?

Marvels Blade pertama kali diperkenalkan dengan sangat megah di ajang The Game Awards 2023. Namun, sejak saat itu, game ini mendadak "gaib" tanpa ada satu pun cuplikan gameplay yang dibagikan ke publik, bahkan absen di Xbox Games Showcase Juni lalu.

Berdasarkan sumber internal, proyek game aksi orang ketiga (third-person) ini sedang menghadapi masalah besar di balik layar. Target rilis internal yang awalnya dipatok akhir tahun 2026 kabarnya telah mundur jauh ke akhir tahun 2027. Masalah diperparah oleh pembengkakan anggaran (over-budget) yang sangat signifikan. Kombinasi antara penundaan rilis dan biaya produksi yang membumbung tinggi membuat manajemen puncak Microsoft kehilangan kesabaran. Jika Arkane Lyon ditutup tanpa ada pembeli, maka proyek Marvel's Blade dipastikan akan mati sebelum sempat melihat cahaya kegelapan.

Meski opsi penutupan total berada di atas meja, Microsoft dilaporkan masih membuka peluang untuk menjual atau memisahkan (spin-off) studio-studio ini agar bisa mandiri, mirip seperti kasus Toys for Bob atau akuisisi Tango Gameworks oleh KRAFTON. Namun, mencari pembeli yang sanggup menampung studio skala AAA di tengah krisis ekonomi global bukanlah perkara mudah.


Di Balik Layar Mengapa Xbox Memangkas Begitu Sadis?

Akar dari "pembantaian" massal ini berhulu pada memo internal bertajuk "Reset" yang disebarkan oleh Asha Sharma, CEO baru Xbox, pada 10 Juni lalu. Sharma memaparkan realita finansial yang pahit: Xbox telah menggelontorkan dana investasi lebih dari $20 miliar selama lima tahun terakhir, namun pendapatan tahunan mereka justru merosot hampir setengah miliar dolar.

"Kita telah berada dalam kondisi over-extended (terlalu memaksakan diri expand). Ke depan, hal ini tidak bisa dilanjutkan," tulis Sharma dalam memonya.

CEO Microsoft, Satya Nadella, juga mempertegas hal ini dalam sebuah podcast finansial, menyatakan bahwa bisnis Xbox harus segera diubah menjadi bisnis yang berkelanjutan secara finansial. Seorang analis industri secara blak-blakan menyebutkan kepada IGN, "Studio-studio yang paling terancam saat ini adalah mereka yang brilian untuk urusan kualitas game, tetapi buruk di atas kertas laporan keuangan.

Baca ini juga :
» Microsoft Bikin Xbox Original Versi Brick, Tapi Harus Dirakit Sendiri
» Xbox Hapus Logo Nintendo, PlayStation dan Steam di End Card Trailer Game Minecraft Dungeons II
» Marvel Kasih “PR” Sebelum Avengers: Doomsday, Ada 15 Film dan Serial yang Wajib Ditonton
» [VIDEO] Saat ArcSys Menyulap Marvel Menjadi Mahakarya Fighting Modern - Review Marvel Tōkon: Fighting Souls
» Special Look Avengers: Doomsday Mulai Bongkar Masa Lalu Doctor Doom
» Review Marvel Tokon: Fighting Souls - Masterpiece Dari Marvel dan ArcSys!
» Asha Sharma Mengaku Sudah Diliatin The Elder Scrolls 6 Oleh Bethesda, So Kapan Rilis?
» Marvel dan Star Wars Akhirnya Resmi Bersatu Lewat Komik Hope Assembles

Kematian DNA Immersive dan Protes Serikat Pekerja

Jika Arkane Lyon benar-benar ditutup, ini akan menjadi akhir dari nama besar "Arkane" secara keseluruhan, menyusul penutupan tragis Arkane Austin pada tahun 2024 lalu. Industri game juga akan kehilangan salah satu maestro terbaik dari genre immersive sim—sebuah genre game berbasis kebebasan pilihan pemain yang sangat sulit dibangun formulasinya.

Mendengar kabar buruk ini, serikat pekerja Xbox yang bernaung di bawah CWA (Communications Workers of America) langsung menggelar konferensi pers darurat. Mereka menuntut transparansi penuh dari kepemimpinan Microsoft dan menyatakan dengan tegas: "Kami lelah terus-menerus membayar harga (kehilangan pekerjaan) akibat kegagalan para eksekutif."

Hingga artikel ini diturunkan, baik pihak Microsoft maupun Marvel Games masih menolak untuk memberikan komentar resmi terkait rumor pembatalan game dan penutupan studio tersebut. Satu hal yang pasti, minggu depan akan menjadi momen paling menegangkan dan menentukan bagi masa depan masa depan industri game hijau.

Bagaimana menurut kalian? Apakah langkah Microsoft ini realistis demi menyelamatkan bisnis, atau justru mematikan kreativitas di industri game?

Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close