



Organisasi esports asal CIS, Verso Time, dipastikan batal tampil di MSC at Esports World Cup (EWC) 2026 Wild Card setelah mengalami kendala pengurusan visa menuju Arab Saudi. Tak lama setelah pengumuman tersebut, organisasi tersebut juga mengonfirmasi bahwa mereka resmi menghentikan seluruh operasional tim alias disband.
Baca ini juga :» GOKIL! AE RESMI BUKA DIVISI MLBB DI CHINA, INI ROSTER BARUNYA
» BERAS PREMIUM! RRQ CAPAI PEAK VIEWERS 2X DI MPL ID
» Timnas MLBB Women Amankan Slot ke Global Esports Games 2026 di Los Angeles!
» Sang Legend Edward Putuskan Pensiun Dari Skena Pro MLBB
» Wujudkan Mipim Pro Player Anak Muda, realme 828 Gaming Tournament Bertepuk Tema “Make Passion Real”
» Baloyskie Resmi "Pulang" ke ONIC: Mengisi Jajaran Coaching Staff ONIC ID
» Andra ST dan Robby Pantjoro Alami Kecelakaan Tunggal, McLaren 720S Terbelah Dua di Sukoharjo
» Nongshim RedForce Juara PMMI 2026, Tundukkan Persaingan Sengit di Grand Final Macau
Kabar ini pertama kali disampaikan oleh pelatih Verso Time, Ospreay, melalui kanal Telegram pribadinya. Ia menjelaskan bahwa proses pengurusan visa tidak berhasil diselesaikan tepat waktu sehingga tim tidak dapat mengikuti turnamen. Akibatnya, slot Verso Time di MSC at EWC 2026 Wild Card harus dikosongkan sesuai regulasi penyelenggara.
Yang lebih mengejutkan, beberapa hari setelah pengumuman tersebut, Verso Time mengumumkan bahwa organisasi resmi dibubarkan setelah berkiprah selama kurang lebih dua tahun di skena esports. Meski begitu, laporan menyebut para pemain masih berpeluang melanjutkan karier mereka di organisasi lain.
Di media sosial, muncul berbagai spekulasi mengenai alasan di balik keputusan bubarnya Verso Time. Salah satu yang ramai diperbincangkan adalah dugaan bahwa kegagalan mereka menghadapi Alter Ego di babak kualifikasi maupun kegagalan tampil di EWC menjadi pemicu utama. Namun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak organisasi yang menyebut kekalahan dari Alter Ego sebagai penyebab pembubaran tim. Informasi resmi yang disampaikan hanya menyebut penghentian operasional organisasi setelah insiden visa tersebut.
Kasus ini menjadi salah satu contoh bagaimana persoalan administratif seperti visa masih menjadi tantangan besar di kompetisi esports internasional. Meski telah lolos ke panggung dunia, kendala di luar pertandingan tetap bisa menggagalkan kesempatan sebuah tim untuk bertanding.