



Dunia PC modding dan DIY hardware tampaknya tidak pernah kehabisan ide di luar nalar. Jika biasanya komputer portabel memanfaatkan sel Lithium-ion yang efisien, seorang kreator konten dan modder di balik kanal YouTube Uwoslab justru melakukan eksperimen ekstrem dengan menggunakan baterai yang biasa ditemukan di minimarket. Ia berhasil merakit sebuah power bank raksasa interkoneksi yang terdiri dari 192 baterai AA Alkaline untuk menghidupkan sebuah sistem PC desktop modern berbasis soket AMD AM4 secara stabil tanpa mengorbankan performa.
"Bukan sekadar menyala, PC bertenaga baterai mainan ini sukses melewati stress testing CPU hingga beban 98% dan bahkan digunakan untuk memainkan game klon ikonik, FreeDoom!"
Eksperimen ini awalnya dirancang untuk menggunakan hingga 400 baterai AA yang dibeli dalam empat paket terpisah. Rencana awalnya adalah menyusun 8 baterai secara paralel, lalu menghubungkan bank kecil tersebut secara seri hingga mencapai 50 baris untuk menghasilkan total daya yang masif. Namun, pada eksekusi finalnya, Uwoslab memangkasnya menjadi 192 baterai yang dibagi ke dalam tiga kotak kayu besar yang dipotong presisi menggunakan mesin laser, di mana masing-masing kotak menampung 64 sel baterai.
Belajar dari kegagalan proyek sebelumnya yang menggunakan baterai seng-karbon (zinc-carbon) 9V—yang membuat PC langsung mati dalam hitungan detik—Uwoslab beralih ke baterai Alkaline berdaya tinggi (high-drain) merek Pookell yang memiliki tegangan konstan 1.5V per sel.
Secara teknis, karena komponen PC desktop bekerja pada tegangan 12V, menjajarkan delapan sel baterai 1.5V secara seri akan menghasilkan pasokan 12V murni yang dibutuhkan untuk operasi stabil[. Kunci keberhasilan dari proyek ini terletak pada efisiensi jalur daya:
Uwoslab tidak menggunakan interkoneksi colokan dinding tradisional yang terhubung ke inverter 12V-ke-220V karena konversi tersebut sangat boros daya. Sebagai gantinya, ia menyalurkan grid baterai paralel tersebut langsung ke papan adaptor DC-to-ATX 12V yang dicolokkan lurus ke motherboard.
Untuk meminimalkan konsumsi daya dari komponen tambahan, PC rakitan ini dikonfigurasi dengan spesifikasi yang sangat efisien: sistem menggunakan platform AMD AM4 dengan prosesor seri G (APU) yang mengandalkan grafis terintegrasi tanpa kartu grafis (dedicated GPU) tambahan. PC ini juga dirakit tanpa SSD atau HDD internal, sehingga proses booting dilakukan langsung melalui sebuah flash drive USB.
Menariknya, OS yang dipilih untuk pengujian ini bukanlah Windows atau Ubuntu biasa, melainkan Hannah Montana LinuxDistro Linux berbasis meme bertema popstar Disney era 2009 ini secara mengejutkan dihidupkan kembali dengan tampilan yang lebih modern. Saat sistem dinyalakan, PC langsung masuk ke menu OS pada percobaan pertama.
Baca ini juga :» ASUS Zenni Claw: AI Agent Praktis yang Mengubah Produktivitas dan Aktivitas Harian
» Intel Patenkan XBM, Memori Murah Sekelas HBM4 yang Ngebut hingga 32 GT/s!
» Paper Rex Tersingkir dari EWC 2026 Usai Tumbang 1-2 dari Karmine Corp
» Streamer Mr. Trashdubbing Kena Rujak Netizen Karena Isu Dengan Vtuber
» GIGABYTE "ENTER INFINITY" di COMPUTEX 2026: Rayakan Hari Jadi ke-40 dengan Inovasi AI dan Lainnya
» Tundra Bubar? Seluruh Roster Dota 2 Resmi Pindah ke 1WIN, Whitemon Cs Lanjut dengan Bendera Baru
» Resmi, Esports World Cup 2026 Pindah dari Riyadh ke Paris
» Era Baru Produktivitas: Mengapa Perusahaan Mulai Beralih ke AI PC dan Agentic AI?
Pengujian ekstrem kemudian dilakukan menggunakan perintah pengujian beban CPU bawaan Linux (stress-ng). Hasilnya sangat mencengangkan: CPU berhasil dipaksa bekerja hingga beban 98%. Selama pengujian, tegangan dari baterai yang awalnya membaca 13V hanya turun tipis ke angka stabil 11.95V. Eksperimen ini terbukti sukses besar karena PC mampu bertahan selama 30 menit penuh tanpa mati, bahkan berjalan sangat lancar saat digunakan untuk memainkan game klon ikonik, FreeDoom.
Melihat kegilaan setup hardware ini, komunitas gamer dan pencinta pop kultur otaku di Indonesia langsung mengaitkannya dengan tren tantangan sub-goal para VTuber (Virtual YouTuber). Bayangkan jika VTuber dengan stamina grinding tanpa batas seperti Kaela Kovalskia dari Hololive ID, atau Kobo Kanaeru dengan siarannya yang jenaka, ditantang melakukan live stream menggunakan PC bertenaga baterai AA ini.
Namun, jika ditinjau dari kacamata jurnalisme teknologi, fungsionalitas ini murni hanya untuk kebutuhan hiburan dan komedi. Menjalankan piranti streaming modern seperti OBS Studio yang dikombinasikan dengan VTube Studio (untuk pelacak wajah Live2D/3D berbasis webcam) serta game kompetitif memerlukan komputasi multi-threading yang masif dan GPU berdaya besar.
Setup 192 baterai AA ini hanya menghasilkan daya teoritis yang terbatas untuk beban ringan tanpa kartu grafis tambahan. Jika dipaksa merender avatar virtual sekaligus melakukan encoding video siaran secara bersamaan, fluktuasi voltase baterai Alkaline yang terus menurun dipastikan akan memicu system crash atau mati total di tengah-tengah siaran.
Eksperimen dari Uwoslab ini membuktikan bahwa batasan dalam dunia rakit PC hanyalah imajinasi. Meskipun sama sekali tidak praktis untuk penggunaan harian, keberhasilan mempertahankan stabilitas tegangan lewat adaptor DC-to-ATX memberikan wawasan baru bagi pengembangan sistem darurat portabel yang efisien dengan cara yang sangat menghibur.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.