



Sony kelihatannya benar benar mantap dengan keputusan buat ngehapus disk fisik PlayStation, meskipun protes dari gamer makin kenceng dari hari ke hari sejak pengumuman awalnya. Mulai 2028 nanti, game baru di ekosistem PlayStation direncanakan rilis full digital tanpa lagi pilihan beli dalam bentuk keping blu ray seperti yang selama ini kita kenal. Buat yang masih sayang sama rak penuh box game dan ritual buka plastik segel sebelum install, ini jelas kerasa kayak tamparan keras.
Sony responds to the backlash over ending PlayStation discs.
— AmericanTruckSongs9 (@ethangach) July 31, 2026
"We put in a lot of thought and time, and we cautiously considered this, and we came to this conclusion, and we're going to cautiously move this forward..." pic.twitter.com/qRKkEX6TN3
Dalam laporan keuangan terbaru, CFO Sony Lin Tao menjelaskan kalau alasan terbesar di balik langkah ini adalah tren digitalisasi konten yang terus maju, bukan cuma di game tapi di semua jenis hiburan. Dari sudut pandang perusahaan, dunia memang makin bergeser ke serba online, dari musik, film, sampai game yang sekarang mayoritas diunduh langsung atau diakses via layanan digital. Sony mengklaim mereka udah mikir panjang dan hati hati sebelum narik pelatuk keputusan ini, dan sekarang tinggal “meneruskan secara perlahan”, walaupun mereka sadar banget kalau komunitas punya opini yang sangat kuat soal fisik vs digital.
Menariknya, Sony mengakui kalau game itu bukan sekadar produk yang dibeli terus dimainkan, tapi bagian dari memori dan nostalgia banyak orang. Mereka bilang paham sama emosi para gamer yang ngerasa punya ikatan khusus dengan kaset fisik yang bisa disimpan, dipajang, atau diwariskan. Di sisi lain, Sony juga kelihatan percaya kalau di masa depan, ekosistem digital masih bisa tetap ngejaga hubungan mereka dengan gamer, dan itu jadi PR besar yang terus mereka explore ke depannya.
Sementara Sony jalan terus, di luar sana komunitas pecinta fisik mulai bergerak. Ada ajakan boikot PlayStation berupa blackout seminggu di pertengahan Agustus, sebagai bentuk protes terhadap rencana matinya disk fisik di 2028. Keluhan mereka bukan cuma soal rasa sayang sama koleksi fisik, tapi juga akumulasi keputusan lain yang dianggap makin menjauhkan PlayStation dari komunitasnya, mulai dari penutupan studio, strategi live service, sampai nasib perangkat seperti PS VR2 yang dinilai kurang dipedulikan.
Saat ditanya soal relasi dengan retail dan gimana caranya tetap beda dari PC di era serba digital, Sony punya jawaban yang cukup unik. Mereka bilang publisher masih bisa jual kotak kosong berisi kode game di toko toko, terutama di pasar seperti Amerika Utara. Jadi secara bentuk masih ada yang bisa dipajang di rak, tapi isinya bukan lagi disk, hanya kode untuk di redeem. Buat sebagian gamer yang cinta sensasi pasang disk ke konsol, ini kedengeran agak pahit, karena kotak kosong jelas nggak ngasih rasa kepemilikan yang sama.
Baca ini juga :
» Gamer PS Marah Besar Dan Rencanakan Boikot PlayStation Selama Seminggu!
» Mantan Bos PlayStation Ngespill Alasan Japan Studio Ditutup, Karena Game AAA?
» Viral Calling Card Fans Persona Buat CEO PlayStation, Protes Kebijakan Full Digital?
» Analis Sebut Cuma 7 Judul Game yang laku lebih dari 100 ribu kopi sepanjang 2026
» Sony PlayStation Dirumorkan Memakai Buzzer AI Buat Bela Keputusan Hilangin Disk Fisik
» GOG Sindir PlayStation Terkati Disk Fisik Yang Bakal Dihilangin
» Mantan Petinggi Sony Ngespill Harga Game Digital Tidak Langsung Murah Ketika Kaset Fisik Hilang
» Sony Berpotensi Tetap Support Produksi Disk Fisik di 2028, tapi...
Sony juga menegaskan kalau mereka nggak melihat disk sebagai faktor penting buat bedain PlayStation dari PC. Menurut Lin Tao, kekuatan PlayStation ada di konten yang dikurasi, lingkungan bermain yang stabil, dan harga hardware yang relatif lebih terjangkau dibanding PC gaming high end. Jadi, bahkan kalau semua serba digital, mereka merasa masih bisa coexist dengan PC tanpa harus mengandalkan fisik sebagai pembeda utama.
Dari sisi gamer, kekhawatiran terbesar soal full digital biasanya nyangkut ke akses jangka panjang dan kepemilikan. Saat game cuma hidup di akun dan server, banyak yang waswas kalau suatu hari nanti game bisa hilang, ditarik, atau nggak bisa lagi di download karena layanan tutup. Disk fisik selama ini jadi semacam jaminan minimal bahwa game tetap bisa dijalankan selama konsolnya masih hidup, dan ada rasa aman karena sesuatu yang kita beli benar benar ada di tangan.
Sekarang bayangin rak game di kamar tanpa lagi deretan box baru, melainkan history pembelian di akun dan library digital di layar. Buat sebagian orang, itu fine saja, bahkan lebih praktis karena nggak makan tempat, tapi buat kolektor dan penggemar fisik, ini kayak akhir dari sebuah era. Di tengah protes dan ajakan boikot, Sony tetep berpegang pada data dan proyeksi bisnis bahwa digital adalah masa depan, sambil berusaha meyakinkan kalau mereka tetap peduli dengan hubungan emosional gamer terhadap game game yang mereka mainkan.
Gimana? menarik banget, kan? selain artikel ini, KotakGame juga ada video seru loh, yuk lah tonton!