space
TERUNGKAP! ALASAN ROCKSTAR GAMES MEMBATALKAN MIDNIGHT CLUB 5 DEMI FOKUS KE GTA
Pop
Selasa, 04 Aug 2026

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Pada era 2000 hingga 2009, nama Rockstar Games tidak hanya identik dengan waralaba raksasa Grand Theft Auto (GTA). Pengembang kawakan ini juga sempat mendominasi genre arcade racing melalui serial game balap jalanan yang sangat populer: Midnight Club.

Dimulai dari debut Midnight Club: Street Racing di PlayStation 2 pada tahun 2000, franchise ini sukses memikat hati para gamer lewat aksi balapan liar di tengah kota yang penuh tantangan. Selama sembilan tahun, Rockstar melahirkan empat judul game utama yang selalu mendapat respons positif.

Namun, tahukah Anda bahwa sebenarnya ada proyek kelima yang sedang disiapkan? Sayangnya, Midnight Club 5 tak pernah rilis ke publik karena dianaktirikan oleh Rockstar Games sendiri.


Midnight Club 5 Sempat Memasuki Tahap Pengembangan

Informasi mengejutkan ini terungkap secara blak-blakan dalam sebuah wawancara eksklusif Insider Gaming bersama mantan Senior Designer Rockstar Games, Kris Roberts (di kanal Kiwi Talkz). Roberts—yang pernah menggarap serial Midnight Club serta mode multiplayer Red Dead Redemption—menceritakan fakta di balik layar mengenai nasib waralaba tersebut.

Roberts mengungkapkan bahwa setelah ia mengundurkan diri, tim inti pengembang Midnight Club di Rockstar San Diego sebenarnya sempat melanjutkan pengerjaan proyek Midnight Club 5.

"Saya rasa mereka bahkan sudah membuat beberapa prototipe kota. Seingat saya, London adalah salah satu peta yang sedang dikembangkan saat itu. Sudah ada upaya dan pengerjaan awal untuk Midnight Club 5—atau apa pun nama yang akan mereka gunakan nanti. Namun proyek itu tidak bertahan lama dan akhirnya dibatalkan," ujar Roberts.


Konflik Internal dan Masalah Deadline Jadi Pemicu Utama

Mengapa proyek sejanjikan ini mendadak dihentikan? Menurut Roberts, penyebab utamanya adalah konflik internal yang cukup rumit antara kantor pusat Rockstar New York dan tim pengembang Rockstar San Diego.

Salah satu pemicu konflik tersebut adalah masalah ketepatan waktu. Pada masa pengembangan Midnight Club: Los Angeles, tim San Diego beberapa kali meleset dari target deadline. Di era sebelum distribusi digital sepopuler sekarang, keterlambatan rilis game bisa berdampak sangat fatal pada finansial perusahaan.

Selain masalah deadline, perbedaan visi serta perebutan kontrol kreatif antara pihak manajemen New York dan pengembang di San Diego juga memperkeruh suasana.


Baca ini juga :
» [VIDEO] Game Penuh Fans Service Berkedok Super Hero? | Review Marvel's Wolverine
» Update Final Hidden Mountain: Where Winds Meet Hadirkan Mode Wuxia Extraction & Konfrontasi Musuh
» Snezhnaya Membara! Genshin Impact v7.1 "Rekuiem bagi Alam Baka" Rilis 23 September
» Kim Kaphwan Siap Menggebrak! Sang Master Taekwondo Hadir di FATAL FURY: City of the Wolves Season 3
» Rockstar Ingin Jason dan Lucia Punya Kedeketan Emosional Seperti Arthur Pada RDR2
» Lampu Hijau! Kota Miami Resmi Setujui Proposal Marketing untuk GTA VI, Perkuat Rumor Jendela Rilis Game
» Beneran Totalitas! Voice Actor Arthur Morgan Spill Proses Bikin Batuknya di RDR2
» [TGS2026] Tokyo Game Show 2026 Siap Digelar Lebih Besar: Rekor Peserta, Peta Area, dan Jadwal Streaming Resmi!

"Kalian Bukan GTA": Ketika Midnight Club Selalu Dibandingkan

Secara performa pasar, Midnight Club sebenarnya bukanlah game yang gagal. Game ini mampu bersaing ketat dengan waralaba balap papan atas lainnya seperti Need for Speed milik EA dan Burnout. Bahkan, data internal menunjukkan bahwa player retention (tingkat keaktifan pemain) Midnight Club jauh lebih lama dibandingkan para pesaingnya.

Sayangnya, pencapaian tersebut tetap dianggap kurang di mata eksekutif Rockstar New York.
"Persepsi yang muncul adalah kami tidak pernah mendapatkan pengakuan atau apresiasi yang layak. Sudut pandang dari New York selalu sama: 'Kalian itu bukan GTA'," kenang Roberts. "Ketika proyek Anda diperlakukan seperti 'anak tiri'—padahal kami bekerja dengan standar kelas dunia—rasanya sangat menantang dan memprihatinkan."


Pembubaran Tim dan Pergeseran Fokus Total ke GTA

Keputusan pembatalan Midnight Club 5 menjadi titik akhir bagi waralaba balap jalanan ini. Setelah proyek dihentikan secara resmi, Rockstar membubarkan tim pengembang di San Diego.

Sebagian developer dialihkan untuk menggarap mesin game internal Rockstar, RAGE Engine, atau dialokasikan ke proyek Red Dead Redemption. Namun, tidak sedikit pula staf yang terpaksa di-PHK (layoff).

Sejak momen tersebut, Rockstar Games secara penuh mengalihkan seluruh sumber daya dan fokus mereka untuk mengembangkan franchise raksasa seperti Grand Theft Auto dan Red Dead Redemption. Era balapan liar di jalanan kota pun resmi berakhir.



Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close