



Seorang perempuan berusia 32 tahun di Jepang ditangkap setelah diduga berkali kali memesan merchandise One Piece dan barang manga lainnya dalam jumlah besar, lalu membatalkan semua pesanannya. Total nilai pesanan yang dibatalkan diperkirakan hampir mencapai 4,3 miliar yen.
A Japanese anime fan has been arrested for allegedly placing and canceling more than $27 million worth of One Piece and Naruto orders
— Dexerto (@Dexerto) August 6, 2026
"I generally like anime. Ordering the products gave me a sense of satisfying my desires" pic.twitter.com/V1ZEXHLdQq
Kalau dikonversikan ke rupiah dengan perkiraan kurs 1 yen sekitar Rp106,7, nilainya kurang lebih mencapai Rp459 miliar. Angka ini bisa sedikit berubah karena nilai tukar yen dan rupiah terus bergerak.
Kasusnya bukan cuma soal orang yang berubah pikiran setelah belanja online. Perempuan tersebut diduga memesan barang dalam jumlah besar secara berulang. Setelah pihak perusahaan menyiapkan stok dan memproses pesanan, ia malah membatalkannya lagi.
Situasi seperti ini jelas bikin repot. Perusahaan harus mengecek stok, menyiapkan barang, mengatur data pesanan, melakukan pengepakan, dan menyiapkan pengiriman. Semua proses itu membutuhkan waktu dan tenaga. Kalau pesanan tiba tiba dibatalkan, pekerjaan yang sudah dilakukan bisa terbuang percuma.
Stok merchandise yang sudah diamankan untuk pesanan tersebut juga bisa tertahan. Padahal, barang yang berkaitan dengan One Piece biasanya punya banyak peminat. Ada penggemar yang mungkin sudah menunggu kesempatan untuk membeli kartu, mainan, pakaian, aksesori, atau barang koleksi lainnya.
Karena aksinya dianggap sudah mengganggu kegiatan bisnis, perempuan itu ditangkap atas dugaan melakukan penghambatan usaha secara curang. Polisi masih menyelidiki berapa kali pemesanan dilakukan, bagaimana cara transaksinya, dan seberapa besar dampak yang ditimbulkan kepada pihak perusahaan.
Baca ini juga :
» Gambar Gembira Buat Fans OP! Arc God Valley Diumumkan Bakal Jadi Film Terbaru One Piece di 2027!
» Dari Naruto Hingga Nobita: Fenomena Penggunaan Nama Anime Warga Indonesia
» Pakai IP Anime dan Game Jepang Untuk Meme dan Politik, Amerika Ditegur Pemerintah Jepang
» Akhirnya Resmi! Serialisasi Naruto Akan Dibuat Versi Movie Live Action
» Game Naruto Baru Dirumorkan Akan Dibuat Dalam Rangka Anniversary Ke-25 Naruto
» Pemeran Luffy Dan Aang Live Action Ternyata Temenan Di Dunia Nyata!
» eFootball Resmi Kolab Bareng Naruto Shippuden, Neymar Bisa Pakai Rasengan!
» Melihat Anime One Piece Remake, Mr.Beast FOMO Pengen Biayain Naruto Remake
Dalam pemeriksaan, perempuan tersebut disebut mengaku melakukan aksinya karena stres dengan kehidupan sehari hari. Namun, alasan itu masih harus dilihat lebih lanjut dalam proses penyelidikan. Untuk saat ini, ia masih berstatus sebagai orang yang diduga melakukan pelanggaran dan belum dinyatakan bersalah oleh pengadilan.
Kalau dipikir pikir, nominal hampir Rp459 miliar ini memang bikin geleng geleng kepala. Dengan uang sebanyak itu, seseorang bisa membeli rumah mewah, membangun bisnis, atau mengoleksi banyak merchandise One Piece. Tapi dalam kasus ini, uang tersebut bukan benar benar dipakai untuk membeli semua barang. Nilainya berasal dari total pesanan yang dibuat lalu dibatalkan.
Kejadian ini juga bisa menjadi pelajaran buat pengguna toko online. Membatalkan pesanan satu atau dua kali karena salah pilih barang tentu masih wajar. Namun, kalau seseorang memesan barang dalam jumlah besar, dilakukan berulang kali, lalu terus membatalkannya, dampaknya bisa merugikan penjual dan pembeli lain.
Buat perusahaan, kasus seperti ini mungkin akan mendorong munculnya aturan yang lebih ketat. Pesanan dalam jumlah besar bisa saja diperiksa lebih dulu, dibatasi jumlahnya, atau membutuhkan konfirmasi tambahan sebelum diproses. Langkah tersebut penting agar stok tidak dikuasai oleh pesanan yang pada akhirnya hanya berujung pembatalan.
Jadi, ini bukan sekadar cerita tentang orang yang iseng checkout merchandise lalu batal membeli. Ketika dilakukan berkali kali dan sampai mengganggu operasional perusahaan, kebiasaan tersebut bisa berubah menjadi masalah serius. Apalagi, total nilai pesanannya mencapai hampir 4,3 miliar yen atau sekitar Rp459 miliar.
Gimana? menarik banget, kan? selain artikel ini, KotakGame juga ada video seru loh, yuk lah tonton!