



Mantan bos PlayStation, Shuhei Yoshida, ternyata tidak terlalu mempermasalahkan kalau game fisik suatu hari benar-benar menghilang. Buat gamer yang masih suka memenuhi rak dengan koleksi disc, pernyataan ini mungkin cukup bikin garuk-garuk kepala.
Dalam wawancara eksklusif dengan GamerBraves di Busan Indie Connect Festival 2026, Yoshida membahas banyak hal setelah meninggalkan PlayStation, mulai dari kesibukannya mendampingi studio indie, perkembangan industri game, AI, sampai masa depan media fisik.
Yoshida sendiri meninggalkan PlayStation pada Januari 2025 setelah puluhan tahun berada di perusahaan tersebut. Namun, pensiun ternyata bukan pilihannya. Kini, ia menjadi penasihat untuk sejumlah publisher dan developer indie, termasuk Kepler Interactive dan FICTIONS. Salah satu proyek yang berada di bawah radar Yoshida adalah Clair Obscur: Expedition 33, game yang sukses besar dan ikut menunjukkan bahwa pasar untuk game indie masih sangat menjanjikan.
[EXCLUSIVE] From PlayStation to Indie Advisor: Shuhei Yoshida Talks Games, AI, and the Future of the Industry https://t.co/nBXXVbY1OF
— Shuhei Yoshida (@yosp) August 18, 2026
Menariknya, ketika pembicaraan beralih ke masa depan game fisik, Yoshida mengaku dirinya sudah menjadi konsumen yang sepenuhnya digital.
Alasannya sederhana. Ia tidak ingin repot menyimpan disc, mengganti disc ketika ingin memainkan game lain, atau mengelola koleksi fisik. Menurutnya, jauh lebih praktis jika semua game tersimpan di dashboard dan bisa langsung dimainkan hanya dengan memilihnya.
Yoshida juga melihat pergeseran tersebut sebagai sesuatu yang memang sedang terjadi. Setiap tahun, semakin banyak pemain yang memilih membeli game secara digital dibandingkan versi fisik.
Bahkan, ia mempertanyakan apakah absennya disc benar-benar menjadi masalah besar. Menurut Yoshida, game fisik modern pun sering kali masih membutuhkan patch, DLC, dan pembaruan data setelah dibeli. Artinya, disc tidak selalu berarti pemain mendapatkan seluruh pengalaman game tanpa perlu mengunduh apa pun.
Namun, bukan berarti Yoshida menutup mata terhadap sisi negatifnya.
Baca ini juga :
» CEO Sony PlayStation Sebut Rencana Rilis PS6 Belum Bisa Ditentukan Karena Krisis Komponen
» Nggak Jelas Kenapa, Sony Putus Kerja Sama dengan Developer STONKS-9800
» Playstation Gelar Diskon Sampai 75%, di Playstation Store
» Cantik Trus Vibenya PS2 Banget, Game Duskfade Rilis Bikin Nostalgia Lagi
» Ghost of Yōtei Complete Edition Resmi Hadir di PS5 pada 1 Oktober 2026
» PlayStation Unjuk Gigi! Konsol dan Aksesori PS5 Marvel's Wolverine Limited Edition Resmi Diumumkan
» Steam Deck Kini Bisa Streaming Game PS5 Tanpa Perlu Punya Konsol
» No Man’s Sky Rayakan Ulang Tahun ke-10, Hello Games Kenang Perjalanan Penuh Kejutan
Ia memahami bahwa game fisik punya nilai tersendiri bagi kolektor. Ada gamer yang memang senang melihat rak mereka penuh dengan kotak game. Selain itu, hilangnya disc juga bisa menjadi masalah bagi pasar game bekas, karena pemain tidak lagi bisa menjual atau membeli game secara langsung dari satu sama lain.
Untuk mengimbanginya, Yoshida melihat diskon digital dan promo musiman sebagai salah satu alternatif bagi gamer yang mencari harga lebih murah.
Di luar isu fisik dan digital, Yoshida juga melihat masa depan industri game semakin menarik sekaligus semakin kompetitif. Menurutnya, kemajuan teknologi seperti Unreal Engine, Unity, dan AI membuat lebih banyak orang mampu menciptakan game. Namun, semakin mudah membuat game berarti persaingan untuk