



White House di bawah pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluncurkan Arcade.Gov, sebuah situs berisi kumpulan mini-game bernuansa politik yang langsung memancing perhatian. Alih-alih menghadirkan permainan kasual biasa, beberapa game di dalamnya justru mengangkat isu imigrasi, pembangunan tembok perbatasan, hingga program tabungan anak dengan gaya satir yang sangat gamblang.
CAN'T STOP WINNING. 🎮
— The White House (@WhiteHouse) September 3, 2026
Build the wall. Deport. Fill a Trump Account.
LIVE - PLAY NOW 📲 https://t.co/qIR69AxSnm pic.twitter.com/2nr2jG1ZRg
Salah satu game yang paling mencolok adalah Rio Run. Permainan ini mengadopsi konsep mirip Snake, tetapi pemain mengendalikan karakter berjas yang berpatroli di sepanjang sungai. Tugasnya adalah mengumpulkan orang-orang yang digambarkan memakai seragam tahanan oranye, lalu membentuk barisan yang makin panjang. Di akhir permainan, layar akan menunjukkan jumlah orang yang berhasil dideportasi oleh pemain.
Ada juga Build the Wall: Zombie Border Siege yang jelas mengambil inspirasi dari Tetris. Pemain diminta menyusun balok untuk membangun tembok di wilayah yang disebut sebagai perbatasan selatan. Bedanya, ada sosok alien hijau yang muncul dari sisi kanan layar dan dapat mengganggu susunan blok. Konsep ini memadukan mekanik puzzle klasik dengan pesan politik soal pengamanan perbatasan Amerika Serikat.
Selain dua game tersebut, Arcade.Gov turut menyediakan Flappy Bill, parodi dari Flappy Bird. Dalam game ini, pemain harus menjaga sebuah rancangan undang-undang agar tetap melayang sambil melewati rintangan berupa gedung Capitol. Ada pula Supply Line, permainan bertema jalur produksi makanan sekolah. Pemain diminta menyingkirkan makanan yang dianggap tidak sehat, seperti minuman energi, sambil membiarkan sayuran terus berjalan di jalur produksi.
Game lain bernama Trump Savings Tycoon membawa tema yang tidak kalah unik. Pemain menangkap uang kertas dan memecoin yang jatuh dari langit untuk mengisi Trump Accounts milik anak-anak. Latar belakangnya menampilkan pemandangan Washington D.C., gedung Capitol, serta sebuah derek konstruksi besar yang terlihat mendominasi area tersebut.
Baca ini juga :
» Fans IP Sega Dari Kelompok Non-Gamer Meningkat, Kok Bisa?
» List Achievement Persona 6 Tetiba Bocor! Pertanda Bentar Lagi Rilis?
» Preview Stupid Never Dies, Game Zombie Bucin Yang Kocak Parah!
» Demo "Stupid Never Dies: First Bite" Resmi Meluncur di PS5 dan PC: Intip Fitur dan Boss Menariknya!
» Update Gratis Sonic Racing: CrossWorlds Hadirkan Axel Crazy Taxi & Diskon 60%!
» SEGA Siapkan Game Action-Adventure "Kalanoro": Petualangan Unik Berbalut Musik Madagaskar
» SEGA Mengumumkan Update Besar 2.2 SEGA FOOTBALL CLUB CHAMPIONS 2026!
» Cuman PS5 Doang, Persona 6 Akan Punya Game Fisiknya
Peluncuran situs ini juga dipromosikan lewat media sosial dengan video yang memparodikan animasi startup konsol PlayStation 2, Xbox 360, dan Nintendo GameCube. Bahkan, logo Sega dimodifikasi menjadi Maga. Pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana tim komunikasi Gedung Putih menggunakan referensi budaya pop dan dunia video game untuk menyebarkan pesan politik mereka ke internet.
Respons publik pun terbelah, meski kontroversi sepertinya memang menjadi bagian dari strategi peluncurannya. Pendukung Trump kemungkinan melihat Arcade.Gov sebagai kampanye digital yang berani dan lucu, sementara para pengkritik menilai permainan bertema deportasi serta imigrasi itu tidak sensitif. Situs ini juga menambah daftar panjang penggunaan estetika, meme, dan referensi video game oleh pemerintahan Trump dalam materi komunikasi publik.
Sebelumnya, sejumlah perusahaan dan kreator sudah sempat menyoroti penggunaan elemen budaya pop oleh pemerintah Amerika Serikat. Nintendo disebut termasuk pihak yang pernah keberatan atas penggunaan properti intelektualnya dalam materi politik, sementara Steve Downes, pengisi suara Master Chief dari seri Halo, pernah meminta Gedung Putih menghapus penggunaan suaranya dari sebuah video media sosial.
Gimana? menarik banget, kan? selain artikel ini, KotakGame juga ada video seru loh, yuk lah tonton!