



Asha Sharma lagi menghadapi tugas berat buat membenahi Xbox yang selama beberapa tahun terakhir tumbuh besar lewat banyak akuisisi dan ekspansi. Setelah mengambil alih posisi sebagai pemimpin Xbox, ia langsung membawa pendekatan yang lebih tegas, lebih fokus, dan pastinya cukup bikin internal perusahaan deg-degan.
Xbox CEO Asha Sharma revealed her strategy to save Xbox is to be honest, believing there's no point in lying to customers even if things aren't going well.
— Pubity (@pubity) September 13, 2026
"Every company needs to be better at sharing hard things and clear realities."
via The Wall Street Journal pic.twitter.com/ydHTOwkwII
Menurut informasi dari WSJ, Sharma melihat Xbox sebenarnya punya kemampuan bikin game yang kuat. Masalahnya ada di strategi dan eksekusi. Jadi, alih-alih terus mengejar jumlah rilis sebanyak mungkin, ia ingin Xbox lebih fokus ke game dan franchise yang benar-benar punya potensi besar buat berkembang.
Keputusan paling beratnya datang pada Juli lalu. Xbox bakal memangkas sekitar 3.200 pekerjaan, atau kira-kira 20 persen dari total stafnya. Perusahaan juga ingin mengurangi jumlah game yang mereka produksi. Sampai sekarang, sekitar 1.250 pemutusan kerja bahkan belum dijalankan, jadi wajar kalau banyak karyawan masih merasa cemas soal masa depan mereka.
Meski begitu, ada juga orang internal yang menilai Sharma cukup blak-blakan dalam menjelaskan kondisi Xbox. Ia disebut bisa langsung menunjukkan masalah yang sedang dihadapi perusahaan, sekaligus menjabarkan peluang yang masih bisa dikejar. Pendekatan seperti ini mungkin terdengar keras, tapi jelas dibutuhkan ketika bisnis sebesar Xbox sedang mencoba mencari arah baru.
Salah satu fokus utama Sharma adalah memperkuat franchise besar seperti The Elder Scrolls dan Halo. Dua seri ini punya nama besar, basis penggemar yang kuat, dan ruang besar untuk dikembangkan lebih jauh. Xbox tampaknya ingin memastikan franchise andalan mereka tidak cuma hidup lewat satu game baru setiap beberapa tahun, tetapi juga bisa terus relevan dalam jangka panjang.
Minecraft juga masuk dalam rencana pentingnya. Sharma ingin meningkatkan konten buatan pemain di Minecraft agar game tersebut bisa jadi pesaing yang lebih langsung buat Roblox. Kalau langkah ini berhasil, Minecraft bisa makin kuat sebagai tempat kreator membuat dunia, mode permainan, dan pengalaman baru untuk dimainkan komunitas.
Baca ini juga :
» Asha Sharma Jadi Customer Support Agar Pahami Kendala Gamer Xbox
» PlayStation Resmi Mundur dari Proyek Physint, Xbox Langsung Ambil Alih Kolaborasi dengan Hideo Kojima
» Harga Xbox Cloud Gaming Resmi Diumumkan, Paket Termurah Setara Harga Nasi Padang
» Xbox Batasi Jam Cloud Gaming Mulai November, Layanan yang Dulu Unlimited Kini Punya Kuota
» Awal Rilis Gemilang, Kini Player Forza Horizon Merosot Tajam! Kenapa Bisa?
» Xbox Bikin Sony Ketar-Ketir? PS Dirumorkan Pertimbangkan Tunda Rencana Full Digital
» Xbox Umumkan Fitur Disc-to-Digital, Game Fisik Kini Bisa Punya Versi Digital
» Microsoft Bikin Xbox Original Versi Brick, Tapi Harus Dirakit Sendiri
Selain game internal, Xbox juga mau menjadi partner distribusi yang lebih menarik bagi developer indie. Strategi ini cukup masuk akal karena game indie sering jadi sumber kejutan di industri game. Dengan dukungan distribusi yang tepat, Xbox bisa mendapatkan lebih banyak game unik tanpa harus menanggung seluruh biaya pengembangannya sendiri.
Xbox juga tidak mau berhenti di game saja. Sharma ingin lebih banyak IP Xbox dibawa ke film dan serial televisi. Ini bisa jadi peluang besar, apalagi adaptasi game belakangan makin sering sukses menarik penonton baru yang belum tentu bermain gamenya.
Menariknya, Sharma juga dikabarkan berhasil merekrut Hideo Kojima, kreator Metal Gear Solid yang sebelumnya dikenal dekat dengan PlayStation. Selain itu, ia mendapat respons positif setelah menghapus asisten AI Xbox yang tidak disukai banyak pengguna dan mempermudah pemilik game fisik untuk mendapatkan salinan digital.
Biar lebih paham masalah pemain secara langsung, Sharma bahkan meluangkan beberapa jam tiap bulan untuk membalas tiket customer support. Dari situ, ia melihat bahwa menyelesaikan satu masalah pemain saja bisa sangat rumit. Pendekatan ini setidaknya menunjukkan kalau ia tidak cuma melihat Xbox dari angka penjualan dan laporan bisnis, tetapi juga dari pengalaman pemain sehari-hari.
Gimana? menarik banget, kan? selain artikel ini, KotakGame juga ada video seru loh, yuk lah tonton!