space
BENARKAH TERORIS MENGGUNAKAN GAME ONLINE SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI?
PC
Senin, 17 Jul 2017
Saat ini sedang heboh-hobohnya pemblokiran Telegram yang dilakukan oleh pemerintah. Hal tersebut dilakukan Menkominfo karena Telegram dianggap sebagai sebuah media komunikasi para anggota keluarga teroris yang bersangkutan dan sudah termonitor oleh pemerintah Indonesia sejak lama.

Akan tetapi, menurut Budi Rahardjo sebagai anggota Indonesia Computer Emergency Response Team, ia menganggap bahwa teroris tidak cenderung selalu menggunakan Telegram, tetapi juga menggunakan layanan game online sebagai media komunikasi mereka.

Baca ini juga :
» Netoju no Susume, Anime Yang Menceritakan Wanita Berusia 30 Tahun Kecanduan Game Online!
» Kangen Masa Kejayaan Game Online PC Terbitan Publisher Indonesia
» Stres Akibat Bekerja Terlalu Keras, Biksu di Jepang Disembuhkan Oleh Game Online!
» Jodoh Tidak Kemana, Gara-Gara Game Online Dua Pasangan Ini Menikah!
» Pecinta Swordsman Wajib Tahu Nih, Proses Pembuatan Pedang Karakter Kesukaan Kalian!
» Helm Eksklusif dari UniPin Kini Bisa Para Gamer Dapatkan Melalui Reward Points!
» Mantap! Kini Para Gamer Bisa Dapatkan Voucher INDOMOG Melalui Bukalapak
» Kilas Balik Tahun 2016, Nasib Game Online Indonesia
"Kelompok yang bergerak secara diam-diam seperti teroris tentu saja sudah paham betul bagaimana mereka termonitori oleh pemerintah, tentu saja keputusan untuk mengendap-endap dan berkomunikasi melalui game online dengan fitur chatnya adalah keputusan yang masuk akal." ujar Budi dilansir melalui BBC Indonesia.

Waduh, jika memang benar adanya hal tersebut. Semoga saja pemerintah tidak langsung mengambil tindakan memblokir game onlline, tetapi menyeledik lebih lanjut terlebih dahulu kepada pihak terkait. Lantas, bagaimana tanggapan Kotakers mengenai hal ini?

(KotakGame)

BACA JUGA BERITA INI