Cooling Systemk

Laptop ini dibekali dengan sistem pendingin 2 kipas, intake udara dari bawah dengan exhaust mengarah ke belakang.
Performa & benchmark

laptop yang kami review ini dibekali dengan prosesor Intel® Core™ i7 processor 13240H dengan konfigurasi 10 cores (Performance Hybrid Architecture). Base powernya ada di 45 Watt.
Integrated Intel® Graphics yang punya 48 Execution Unit dan ini sudah mendukung Quick Sync dan AV1 jadi ini kekinian banget.
RAM DDR5 8GB 4800 MHz single-channel, masih ada 1 slot kosong yang bisa lu isi, informasi dari Acer maksimal memori yang didukung adalah 32GB. Untuk storage-nya udah pake m.2 NVMe SSD 4x4 dengan kapasitas 512GB, dan masih ada 1 slot lagi yang bisa kamu isi.
GPU-nya menggunakan NVIDIA® GeForce® RTX™ 3050 6GB GDDR6. selain itu juga GPU ini sudah mendukung teknologi upscaling terbaru yaitu DLSS 3.5.

Benchmark
Kita benchmark SSD nya dulu dengan menggunakan CrystalDiskMark berikut adalah hasilnya:

Kecepatan read-nya mencapai 4,7GBps dan write-nya di 1GBps. Sudah termasuk cepat dan bisa mengcover semua kebutuhan harian.
Untuk benchmark sintetis kita menggunakan software Cinebench R23, Geekbench 6, 3DMark dan PCMark10, berikut adalah hasilnya:

Bisa dilihat dari skor yang dihasilkan kalau laptop ini beneran punya performa yang ajib banget untuk kelas harganya.
Lanjut benchmark productivity dengan render video 4K di Adobe Premiere Pro dan render 3D di Blender, berikut adalah hasilnya:

Di Performance Mode render video 4K berdurasi 5 menit dengan Software Only selesai dalam waktu 8 menit 12 detik, sementara itu menggunakan CUDA dari GPU render cuma memakan waktu 3 menit 34 detik, ini beneran kencang.

Untuk render 3D di Performance Mode render dengan CPU selesai dalam waktu 4 menit 16 detik, menggunakan GPU render selesai dalam waktu 54 detik saja, ini juga bukti bahwa laptop ini masih capable untuk productivity.
Next benchmark yang paling penting, yaitu benchmark game. Untuk game AAA kita pakai Stellar Blade dan Black Myth: Wukong dengan settingan Medium 1080p, berikut adalah hasilnya:

Terbukti laptop ini masih sangat mampu running AAA games dengan lancar tanpa ngos-ngosan.
Sekarang kita lanjut ke game eSports, ada Valoran dan CS2 dengan setting competitive berikut adalah hasilnya:

Valorant di Performance Mode mendapat maximum 217,3 FPS.
CS2 di Performance Mode dapat maximum 157,2 FPS.
Di game eSports laptop ini semakin terbukti punya performa cakep, layar 180Hz beneran terpakai disini.
Temperatur
Temperatur rata-rata saat main game AAA ada di angka 85°C, masih di bawah 90°C terbukti sistem pendinginnya beres.
Baca ini juga :
» Hands-on ROG Flow Z13-KJP
» Review Lenovo Legion Pro 7i
» Pemenang Kotakgame Awards Kategori 2025 Gaming Industry & Culture
» Hands-on Desktop ROG GM700
» Review ASUS ROG Strix G16 G614
» Tahun Baru Saatnya Rakit PC Baru! Review MSI GeFor
» Review ROG Xbox Ally
» Review ASUS TUF Gaming A14

