Dunia yang Membuat Saya Ingin Terus Berkendara

Ada banyak open-world game yang penuh aktivitas, tapi tidak semuanya berhasil membuat saya benar-benar ingin berada di dunianya dalam waktu lama.
Forza Horizon 6 berbeda.
Saya sering kali membuka map dengan tujuan mengikuti event tertentu, lalu tiba-tiba satu jam berlalu hanya karena saya memutuskan mengambil jalan memutar. Kadang saya berhenti untuk mencoba mobil baru. Kadang saya malah drifting di pegunungan tanpa alasan jelas. Kadang saya hanya ingin melihat hujan turun di jalan kota sambil memutar playlist sendiri.
Baca ini juga :» Review ROG Zephyrus G14 GA403
» Review: Forza Street Mobile
» Ini Dia 10 Game Mobil Balap Ter-favorit Gamer Sejauh Ini
Dan anehnya, game ini selalu terasa nyaman dimainkan dalam kondisi apa pun.
Inilah mungkin kekuatan terbesar Horizon dibanding franchise racing lain: kemampuan menciptakan “driving fantasy”. Bukan cuma soal menang balapan, tapi soal menikmati aktivitas berkendara itu sendiri.
Progression yang Akhirnya Terasa Punya Arti

Salah satu masalah terbesar seri sebelumnya adalah bagaimana game terlalu cepat memberikan semuanya kepada pemain. Mobil mahal datang terlalu mudah. Reward terus mengalir tanpa usaha berarti. Akibatnya, progression terasa kehilangan makna.
Untungnya, Forza Horizon 6 mulai memperbaiki hal itu.
Sekarang saya benar-benar merasa ada proses berkembang. Mobil awal terasa penting. Upgrade terasa punya tujuan. Ketika akhirnya berhasil membuka akses ke kendaraan yang lebih cepat, ada rasa pencapaian yang sebelumnya sempat hilang dari seri ini.
Tentu saja game ini tetap sangat ramah pemain. Ini bukan racing game hardcore yang menghukum kesalahan secara brutal. Tapi setidaknya sekarang ada sense of progression yang jauh lebih jelas.
Dan menurut saya, ini keputusan yang sangat tepat.
Karena bagian menyenangkan dari game otomotif bukan hanya mengendarai mobil mahal, tapi juga perjalanan menuju ke sana.


