BENCHMARK DAN PERFORMA
Sekarang mari kita bedah jeroan utama dari monster ini. Jantung pacunya ditenagai oleh Intel Core Ultra 9 290HX Plus. Ini adalah prosesor kasta tertinggi yang udah punya NPU terintegrasi buat akselerasi tugas-tugas berbasis AI. Mau dipake rendering video 4K multi-layer, komputasi berat, sampai streaming sambil main game, kinerjanya bener-bener sisa banyak.

Lalu untuk urusan grafis, laptop ini menggendong NVIDIA GeForce RTX 5090 Laptop GPU dengan VRAM raksasa 24GB GDDR7. Ya, lo gak salah denger, 24GB VRAM di sebuah laptop! Spesifikasi ini bikin batasan antara PC desktop legendaris dan laptop gaming resmi runtuh. Ditambah lagi storage bawaannya udah pake SSD PCIe Gen 5 yang kecepatan baca-tulisnya udah kayak kecepatan pikiran, instan tanpa ada waktu tunggu.
Ok, sebelum kita siksa laptop ini pakai game-game monster, mari kita lihat dulu angka di atas kertas lewat benchmark sintetis. Dan jujur... begitu angka-angkanya keluar, saya cuma bisa geleng-geleng kepala karena skornya bener-bener bikin PC desktop kelas atas pun merinding.
buat benchmark sintetisnya bisa cek di tabel berikut:

"Gak cuma CPU dan GPU yang ngebut, storage-nya juga gak waras. Lewat CrystalDiskMark, dual SSD NVMe di laptop ini menghasilkan kecepatan Read fantastis di 12.502 MB/s dan Write di 10.016 MB/s! Transfer file ratusan Gigabyte atau loading game dunia open-world yang luas bakalan kerasa instan sekejap mata.
Semua kegilaan komponen ini divalidasi oleh PCMark 10 untuk simulasi kerja harian, dengan skor total 11.215 poin—skor yang jauh melampaui batas standar sebuah komputer harian."
Mari kita masuk ke menu utamanya dulu, Real Gameplay Testing. Semua game di sini sengaja gue siksa di resolusi paling kejam, resolusi 4K, settingan grafis rata kanan alias Highest, dan kita aktifkan fitur paling sakti saat ini Path Tracing penuh dengan DLSS 4 + Frame Generation.

Pertama kita bakal test pakai game bajak laut legendaris yang baru aja di rilis versi terbarunya, Assassin’s Creed Black Flag Resynced.
Game ini punya grafis yang beneran cakep dan penuh sama objek-objek. Dengan Settingan Highest alias mentok kanan, Ray Tracing 4x dan DLSS4 nyala bisa dapet rata-rata 147 FPS. inget yah, ini 4K. Perang sama kapalnya templar jadi berasa imersif banget karena grafisnya yang cakep dan manjain mata. Bikin betah berlayar di laut seharian ini mah.
Kita buka lewat game fiksi ilmiah Capcom yang paling baru: Pragmata.
Game ini terkenal punya physics objek dan partikel lingkungan yang super padat. Di laptop gaming biasa, nyalain Path Tracing di 4K itu ibarat bunuh diri. Tapi di ROG Strix SCAR 18 ini? Hasilnya bikin shock: anteng di rata-rata 135 FPS! Pergerakan karakter berasa super organik, fluid, dan efek distorsi ruangannya bener-bener manjain mata.
Masuk ke game horor paling mencekam, Resident Evil Requiem.
Atmosfer game ini sangat bergantung pada bayangan dan kegelapan. Di settingan 4K Highest Path Tracing, SCAR 18 berhasil menyentuh angka 156 FPS! Akurasi pantulan cahaya senter di dinding kastil yang basah berasa nyata banget. Dan berkat panel Mini LED Nebula Display-nya, bagian lorong yang bener-bener gelap gulita kelihatan pekat sempurna, bikin senam jantung kalian pas main jadi makin maksimal.
Game open-world paling berat dari Capcom: Monster Hunter Wilds.
Ini game terkenal punya ekosistem dunia yang sangat hidup, badai cuaca yang dinamis, dan render bulu serta physics monster yang luar biasa kompleks. Di laptop biasa, dapet 60 FPS di resolusi 4K aja udah keajaiban. Tapi begitu dijalankan di ROG Strix SCAR 18? Angka di layar bikin mata melotot: stabil di rata-rata 171 FPS! Bayangkan, berburu monster berukuran raksasa di tengah badai dengan partikel yang beterbangan di resolusi 4K bisa berjalan se-smooth game esports. Tiap sabetan senjata dan kilatan petir bener-bener instan tanpa ada stuttering sama sekali!
Beralih ke game aksi agen rahasia 007 First Light.
Ini game yang butuh respon super instan. Dengan pake lapop ini, bersiaplah buat takjub, karena di resolusi 4K dengan Path Tracing aktif, frame rate-nya tembus hingga 216 FPS! Angka ini hampir memaksimalkan refresh rate bawaan layarnya yang berada di 240Hz. Efek ledakan, pecahan kaca, dan kilatan lampu kota di bodi mobil mewah dirender secepat kilat. Ini adalah pengalaman bermain game AAA paling responsif dan paling mulus yang bisa kalian dapatkan di sebuah laptop saat ini.
Dan ini si "penghancur hardware", Cyberpunk 2077.
Kita gak tanggung-tanggung, langsung kita set ke preset paling kejam di jagat industri gaming: 4K Highest dengan Path Tracing Overdrive Mode. Hasil murninya bisa bikin laptop lain angkat tangan, tapi dengan bantuan teknologi pintar DLSS 4 berbasis AI dari Nvidia, laptop ini berhasil mencetak angka luar biasa di 134 FPS konstan! Jalan di tengah sorot neon Night City yang padat jadi berasa nyata banget. Pantulan cahaya di genangan air pasca hujan terlihat pun jadi super photorealistic, dan pergerakan kameranya bener-bener mulus tanpa ampun.
Speechless gue dibikin nih laptop, udah gak masuk akal buat ukuran sebuah komputer portabel. Performa mentah dari RTX 5090 di laptop ini bener-bener berada di ekosistem yang berbeda.
Baca ini juga :
» ASUS TUF F16 FA608
» Review ROG Zephyrus G14 GA403
» MSI RAIDER 16 MAX HX
» ASUS TUF Gaming T500
» Hands-on ROG Flow Z13-KJP
» Review Lenovo Legion Pro 7i
» Pemenang Kotakgame Awards Kategori 2025 Gaming Industry & Culture
» Hands-on Desktop ROG GM700


