space
ANTRIANNYA PALING RAME! INILAH 7 GAME PALING LARIS DI TOKYO GAME SHOW 2018
-
Rabu, 03 Oct 2018
Seperti biasa, setiap tahunnya kru KotGa selalu rutin meliput salah satu event gaming terbesar di dunia, Tokyo Game Show. Melalui ajang tersebut, kru KotGa ruti membagikan bagaimana pengalaman kru KotGa untuk kamu gamer sejati yang ingin mengetahui keseruan serta berbagai informasi yang menarik. Tokyo Game Show bisa dibilang adalah acara gaming terbesar di Asia. Publisher raksasa seperti Capcom, Square Enix, SEGA, Bandai Namco dan banyak pelaku industri game lainnya hadir Tokyo Game Show 2018.

Tentunya, bagi kamu yang hadir di Public Day bersama dengan ratusan ribu orang lainnya. Harus rela mengantri selama puluhan menit hanya untuk memainkan satu game saja. Apalagi, jika game tersebut memang sangat diantisipasi kehadirannya. Ngomong-ngomong game paling diantisipasi, pada artikel ini kru KotGa akan memberitahukan 7 game paling laris di Tokyo Game Show 2018 sampai-sampai antriannya membludak atau bahkan sudah ditutup di awal acara karena saking ramainya. Penasaran? Yuk simak!

Baca ini juga :
» PlayStation Classic
» Siapkan Tabungan, Inilah 10 Game Raksasa yang Wajib Kamu Nantikan di 2019
» Brazen Spirit 2.1
» Serunya Gaming Serba Praktis & Hardcore dengan Logitech G 'Wireless' Series
» Anti Kantong Jebol! Rakit PC Gaming 3 Jutaan Bisa Main Game Kekinian
» Support Tapi DPS? Ini Dia Build Battle Priest Paling GG!
» Ragnarok M: Eternal Love
» Perbandingan Ragnarok M Eternal Love dengan Ragnarok Klasik!
1. Devil May Cry 5

Ya, siapa sih diantara dari kalian yang tidak kenal Devil May Cry? Kehadiran seri terbarunya, yaitu Devil May Cry 5 memang sangat dinanti. Mengingat sudah kurang lebih 10 tahun game tersebut tidak mendapatkan seri terbaru dari Capcom. Dengan melihat trailer perdananya saja, pastinya banyak gamer yang ingin segera mencicipinya, terutama para fans Dante dan kawan-kawan.

Nah, pada ajang Tokyo Game Show 2018 kemarin. Sudah sesuai dugaan kalau Devil May Cry 5 sangat laris. Hal tersebut bisa dilihat dari antrian yang tidak ada habisnya dari awal acara dimulai, hingga ditutup sampai jam 5 sore. Belum lagi, bagi mereka yang mencicipinya akan diberikan merchandise gratis bertemaka DMC 5 berupa stiker dan juga AR bag.

Devil May Cry 5 digadang-gadang akan menjadi game terbaik yang pernah dibuat oleh Capcom dan akan menjadi salah satu game hack and slash terbaik di pasaran. Tetap setia dengan konsep klasiknya, seri terbarunya ini menawarkan beragam perubahan mulai dari mekanisme gameplay dengan tangan mekanikal hingga keterlibatan karakter baru yang memegang peran sentral, khususnya dari sosok Dante yang terlihat lebih tua dalam game terbarunya ini.

2. Resident Evil 2 Remake

Masih di booth yang sama, Capcom harus bekerja ekstra mengingat dua game andalannya, selain Devil May Cry 5, yaitu Resident Evil 2 Remake juga sangat diantisipasi kehadirannya. Belum lagi, Capcom menghias booth Resident Evil 2 Remake seakan-akan para gamer berada di Racoon City. Tentu saja hal tersebut menambah daya tarik mereka.

Resident Evil 2 Remake merubah seluruh aspek dari seri originalnya. Mulai dari kualitas grafis, gameplay camera fixed yang dirubah menjadi third person shooter, hingga penyampaian jalan ceritanya mengalami perubahan signifikan. Untuk menjaga kesan horror yang mencekam, pihak developer juga sudah mengganti semua momen jumpscare agar fans tidak bisa menebaknya.

3. Sekiro: Shadows Die Twice

Ini sih yang paling parah. Sekiro: Shadows Die Twice bisa dicicipi oleh para pengunjung di booth PlayStation. Mereka biasanya akan membagikan sebuah "tiket" terlebih dahulu untuk mengantri game yang diinginkan. Nah, ketika orang-orang ingin mengambil tiket untuk mengantri bermain Sekiro: Shadows Die Twice. Pukul 10.30 atau setengah jam setelah acara TGS 2018 dibuka, tiket tersebut sudah habis dan para pengunjung disarankan untuk datang lebih pagi dihari berikutnya. Damn.

Pada Sekiro: Shadows Die Twice ini, pemain akan menjadi seorang ninja dengan tangan mekanik yang bisa digunakan sebagai senjata dan grappling hook. Setting pada masa Jepang kuno dipresentasikan dengan elemen fantasi yang kental di dalamnya, membuat game ini seperti perpaduan antara Dark Souls dengan seri Tenchu yang dulu sempat eksis.

BACA JUGA BERITA INI
close