space
MEMBAHAS TAUNTING DI ESPORTS, TEKNIK JATUHKAN MENTAL LAWAN PALING AMPUH!
-
Selasa, 06 Oct 2020

Udil di Alter Ego: Kartu Joker yang Berubah jadi As




Sumber: MPL ID YouTube

Selain dari Dota 2, ada hal menarik bagi Kru KotGa yang disuguhkan oleh tim produksi Mobile Legends: Bang Bang Professional League alias MPL. Dalam video Alter Ego: The Joker, tim Alter Ego membahas soal taunting yang sering mereka lakukan dengan melakukan recall ke musuh dan spam sticker. Hal ini cukup membuat mental lawan jatuh dan LeoMurphy sang Support kerap melakukan taunt tersebut.

Udil yang pindah dari ONIC Esports ke tim dengan logo tiga wajah ini bahkan mengamini bahwasanya taunt adalah Most Effective Tactics Available alias META yang bisa digunakan untuk melawan musuh. Hal ini yang membuat Alter Ego kerap melakukan taunting. Kini Alter Ego berada di peringkat pertama selama Playoff. Akankah Taunting ini mampu membawa mereka menjuarai MPL Season 6?

Baca ini juga :
» Push Rank Bisa TikTok-an? 7 Alasan Bytedance Beli Mobile Legends versi Kru KotakGame!
» Rakit PC Buat Pelajar 3 Jutaan Di Tahun 2021, Jangka Panjang Masih Bisa Upgrade!
» Biar Gak Bosen, 7 Aktivitas Positif Ala Gamer di Awal Bulan Puasa!
» Supaya Jadi Master Granat? Ini Dia Tips Jitu Lempar Granat di PUBG Mobile!
» Bikin Merinding! Inilah 7 Game Horor Terbaik Selagi Menunggu RE: Village Rilis
» Pas Dengar Langsung Tau! 7 Theme Song Game Paling Ikonik Sepanjang Masa!
» Grinding Terus, Inilah 7 Mobile RPG Paling Pas Buat Ngabisin Waktu Ngabuburit!
» Gak Perlu Internet, Inilah 7 Game PC Offline Paling Seru Buat Ngabuburit!

Taunt Teabagging, Paling Kontroversi!




Sumber: NonXstoPxs YouTube

Taunt ini adalah dengan melakukan Jongkok di karakter yang sudah kalah. Tentunya dari hint tersebut, kalian tahu cabang mana yang sering menggunakan taunt sarat dengan kontroversi ini. Ya, game FPS dan Fighting.

Sebagai contoh, Tokido menggunakan gerakan taunt Akuma untuk meng-KO lawannya yang bernama Punk. Tokido melakukan hal ini di turnamen final EVO 2017, Punk sendiri sering melakukan hal ini ke pemain lain termasuk Teabagging. Spoiler, Punk yang semakin tertekan secara mental tidak dapat berbuat banyak di final dan kemudian kalah di pertandingan tersebut.

Selain dari Scene Fighting, Scene CS:GO juga kerap melakukan hal ini. Bahkan tim sekelas Fnatic juga melakukan Teabagging untuk menjatuhkan lawan mereka. Namun kasus Teabagging sudah mencapai ke level selanjutnya. Dimana beberapa pemain dari Genre Fighting menerima ancaman kematian lewat Direct Message. Namun tetap saja, Teabagging adalah salah satu senjata utama dalam mengalahkan musuh.

JeeL dan Hukuman Bigetron Esports




Sumber: Esports Nowadays YouTube

Jeel pernah melakukan taunting ke Aerowolf Roxy ketika masih berseragam Bigetron dengan melakukan recall di depan base mereka. Hasilnya, sang pemain mendapatkan hukuman berupa pemotongan Gaji. JeeL melakukan hal ini di gelaran Game Prime 2018. Padahal, Aerowolf Roxy saat itu tidak mempermasalahkan hal tersebut sama sekali. Mereka bahkan mengusulkan untuk memberikan keringanan terhadap hukuman JeeL pada kala itu. Namun apa daya, organisasi sudah mengetuk palu akan hukuman tersebut. Keputusan ini sempat membuat pro dan kontra.

Ironisnya, saat ini recall di depan base yang dilakukan oleh Jeel sah-sah saja untuk memanaskan tensi pertandingan. Seakan hukuman yang diberikan untuk JeeL saat itu hanya angin lewat saja.

Taunting Sah atau Tidak?




Sumber: Core A Gaming YouTube

Pada akhirnya, kita harus mengingat bahwa apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan di video game tergantung pada fitur dan "hukum" dari game itu sendiri. Entah itu melalui gerakan taunt itu sendiri atau dengan cara lain. Taunting bahkan bisa dibilang salah satu taktik dan strategi ketika bertanding. Lebih tepatnya, taunting adalah salah satu trik untuk melakukan mind game.

Video dari Core-A Gaming menjelaskan hal ini dalam videonya, menggunakan fighting game sebagai referensi utama. Meskipun tidak selalu, taunting umumnya bertujuan untuk menghina lawan dalam permainan. Pemain yang merasa terhina kemudian akan merasa marah, terancam, dan frustasi. Ia akhirnya mendapatkan tekanan untuk menang demi membalas hinaan tersebut.

Lalu, bagaimana pendapat kalian soal Taunting? Apakah hal ini sah-sah saja? Atau memang harus dilarang demi kompetisi yang sehat? Tuliskan di kolom komentar ya!

BACA JUGA BERITA INI
close