space
MENGAPA BISA GAGAL? ANALISA KEGAGALAN GAME MARVEL AVENGERS SAAT GOTG SUKSES KERAS
-
Selasa, 09 Nov 2021


Siapa disini yang tidak mengenal Avengers? Sebuah grup superhero yang berulang kali menyelamatkan dunia ini sudah menjadi raksasa di bidang entertainment yang kerap kali mencetak kesuksesan lewat film dan cerita yang menggugah. Ketika pertama kali game Avengers diumumkan, tentu jagad entertainment langsung geger karena betapa ambisiusnya trailer yang diberikan.

Namun betapa kecewanya para gamer ketika Avengers dirilis. Apa yang terjadi? Apa yang salah? Mengapa Marvel’s Guardian of Galaxy jauh lebih sukses dibanding saudaranya? Bahkan petinggi Square Enix harus mengakui bahwa kegagalan ini Simak Analisa kru KotakGame mengenai alasan-alasan kegagalan Marvel’s Avenger!

Baca ini juga :
» Nggak Hanya God of War, 7 Game Eksklusif PS yang Diharapkan Bakal Rilis ke PC
» Mengkeren! Inilah 7 Game Asal Studio Indonesia Yang Akan Rilis di 2022
» WORLDS Pertama, MPL ID Ketiga! 7 Turnamen Esports Paling Banyak ditonton Pada Tahun 2021!
» Tahun Baru Harus Game Baru! Inilah Jadwal Rilis Game Januari 2022
» Diskon Besar dan Layak Main! 7 Game Terbaik yang Wajib Dibeli di Steam Winter Sale 2021
» Game Anak Warnet! Ini Dia PC Online Game Di Indonesia Yang Masih Ramai Peminatnya!
» Luar Biasa dan Wajib Main! 7 Game Terbaik yang Pantas Masuk dalam Kategori Game of the Year 2021!
» Info GTA 6 Terlalu Lama? Inilah 7 Game Serupa yang Layak Main Selagi Nunggu GTA 6!

Bug Yang Tak Berkesudahan


Bagaimana rasanya jika kita telah membeli sebuah game AAA dengan harga yang tak murah, namun hanya mendapat sebuah game yang belum matang? Sama seperti Cyberpunk 2077, Marvel’s Avenger juga dipenuhi oleh bug-bug yang membuat game ini hampir tidak bisa dimainkan. Mulai dari misi yang tidak bisa dijalankan, game crashes saat membuka Weekly Mission hingga bug yang membuat pemain tidak bisa menggunakan Skill Point untuk mengupgrade karakter. Walau pihak developer sudah sigap dalam memperbaiki bug yang ada, luka dan kekecewaan pemain tidak bisa disembuhkan karena impresi awal yang diberikan, yaitu game cacat.

Cerita Terkesan Dipaksakan


Apa jadinya kalau karakter yang kita cintai dan percaya akan bisa menaklukan dunia tiba-tiba dibunuh dan peran tersebut di pindah ke karakter lain yang dirasa memaksakan agenda politik? Ya, inilah yang terjadi kepada Marvel’s Avenger, dimana karakter utama yang menjadi pahlawan sekaligus karakter favorit penikmat komik Marvel, Steve Rogers atau Captain America dibunuh pada bagian prolog, dan peran karakter utama dipindahkan kepada karakter yang tidak familiar dengan penggemar. Pemain pastinya akan lebih menerima apabila karakter utama dipindah kepada Tony Stark/Iron-Man, karena ia merupakan salah satu figur penting di Avengers.

Namun game justru memindahkan peran karakter utama kepada karakter bernama Ms. Marvel, yang kala itu diperkenalkan sebagai wanita kuat, minoritas dan beragama Muslim. Keputusan ini sontak membuat para pemain merasa adanya agenda politik untuk membuat permainan lebih beragam.

Kurangnya Persiapan Pra-rilis


Saat pertama kali diumumkan, Marvel Avengers memang harus berhadapan dengan proyek Marvel besar lainnya, yaitu Spider-Man yang dikembangkan oleh Insomniac Games, sebuah game yang berhasil mengambil hati para penggemar Spider-Man dengan cerita, gameplay maupun kebebasan beraktivitasnya. Namun yang sangat disayangkan adalah kurangnya informasi maupun tampak gameplay yang ada dari Marvel Avengers. Tidak ada yang tahu apakah trailer yang diberikan saat diumumkan merupakan gameplay asli ataupun hanya rekaman.

Walaupun begitu, tim marketing Square Enix tetap menjalankan rencana marketingnya seperti mengumumkan bonus pre-order, mengumumkan kerjasama dengan funko pop dan sebagainya.Tentunya kurangnya detil game dan kencangnya usaha marketing menjadi suatu formula yang menghasilkan satu kesimpulan: game tersebut sebenarnya belum siap untuk dipasarkan, dan tim marketing justru lebih besar dibanding tim pengembang.

Cerita Prekuel Yang Memberikan Harapan Tinggi


Apabila sebuah cerita memiliki prekuel maupun sekuel, pastinya cerita utam tersebut merupakan cerita yang sukses keras, seperti Lords of The Ring dengan Silmarillion, Witcher dan sebagainya. Terpaku dengan formula ini, Marvel Avenger merilis 3 cerita prekuel untuk memberikan hype dan membuat para penggemar mengantisipasi sebuah cerita epik khas Marvel Avengers. Namun sayang, cerita yang diberikan tidak mampu menahan beratnya antisipasi penggemar.

BACA JUGA BERITA INI
close