space
REVIEW - VISIONS OF MANA
PS5
Selasa, 27 Aug 2024
Gameplay dan Combat Yang Oke, Tapi Tidak Luput Dari Kritikan

Source: KotakGame
Oke, memang dalam RPG terkadang combat bukan prioritas utama dari developer, kecuali ARPG. Visions of Mana adalah RPG yang fokus kepada narasi, story, dan world building. Tapi combat dan gameplay dari Visions of Mana tidak terlalu buruk.

Sistem party yang ada di Visions of Mana membuat combat jadi terasa seru. Variasi yang beragam juga membuat players tidak mudah bosan. Tapi disini ada hal yang membuat saya agak bingung, yaitu absennya sistem kompabilitas.

Dalam RPG, pembentukan party sangat penting. Misalnya elemen atau senjata yang diunggulkan dalam combat yang mana tidak ada di Visions of Mana. Tidak adanya sekat ini membuat pembentukan party lebih fleksibel, tapi di lain tangan karena tidak adanya batasan ya ujung-ujungnya party kalian bisa saja sama dari awal sampai akhir game tidak berubah.

Baca ini juga :
» Review WUCHANG: Fallen Feathers
» Review Two Point Museum
» Review - Enotria: The Last Song
» Review - Warhammer 40,000: Space Marine 2
» Review - Astro Bot
» Review - Black Myth: Wukong, Lebih Sakti Dari Kera Sakti
» Review AFK Journey
» Valkyrie Elysium
Ya memang sih ini adalah pilihan dari players sendiri, mungkin Visions of Mana menargetkan sistem ini agar lebih mudah ditelan oleh players yang tidak biasa dengan sistem party RPG. Tapi secara bersamaan, hal ini juga agak menggeser sedikit para pemain veteran yang senang membentuk variasi party beragam.

Salah satu hal yang penting dalam combat tentunya ada di “feel” yang mana akan kita bahas juga. Entah kenapa, dalam Visions of Mana, tiap serangan yang mendarat seperti tidak ada “oomph”-nya yang mana membaut gameplay jadi flat dan sampai membosankan.

Visions of Mana menyiapkan combat dengan serangan yang terbatas. Ada light attack, heavy attack, dan sistem magic untuk basicnya. Tapi untuk weaving atau kombo juga kurang muncul atau bisa dimanfaatkan players.

Kurangnya feeling dari combat ini membuat Visions of Mana dari sisi combat jadi sebuah chore, bukan hal yang dinanti. Melawan mob jadi terasa seperti slugfest, dan ketika bossing juga seperti memukul samsak yang punya weakpoint.

Kurang responsif juga jadi masalah utama di Visions of Mana. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya tidak ada “feel” atau “oomph” dalam combat, terkadang juga terasa hit kita tidak konek beberapa kali. Mungkin ada masalah di hitbox atau hurtbox model, tapi entah juga mengapa.

BACA JUGA BERITA INI
close