Animasi Yang Fluid, Terasa Menonton Wuxia

Satu lagi yang patut diapresiasi adalah bagaimana game ini mampu memperlihatkan animasi yang sangat halus dan membuat tiap gerakan terlihat sangat indah. Terutama untuk beberapa senjata yang gesit seperti Dual Blades atau yang bombastis seperti Longswords atau Spear.
Tiap animasi yang keren dan bagaimana Bai Wuchang seperti berdansa, tidak hanya bertarung ketika melawan musuh. Visual wise, Wuchang: Fallen Feathers adalah game yang benar-benar memanjakan mata dan terutama bagi para fans Wuxia, ini seperti sebuah fan service bagi mereka.
Namun, seindah apa pun pemandangannya dan seasyik apa pun pertarungannya, Wuchang: Fallen Feather tidak luput dari noda yang cukup besar, yang sayangnya, menghantam inti pengalaman soulslike: kesulitan.
Difficulty Curve yang Berantakan

Inilah Achilles' heel dari Wuchang. Game ini menderita dari lonjakan kesulitan yang liar dan tak terduga yang dapat dengan cepat mengubah kegembiraan menjadi kemarahan. Sementara soulslike dikenal karena tantangannya, Wuchang terkadang terasa unfair daripada sekadar sulit.
Beberapa pertarungan bos, terutama di paruh akhir game, adalah contoh utama dari desain yang kurang matang. Pola serangan yang tidak jelas, jendela serangan yang terlalu sempit, dan serangan area yang sulit dihindari seringkali membuat kemenangan terasa seperti hasil keberuntungan murni, bukan penguasaan mekanika.
Baca ini juga :» Review Two Point Museum
» Review - Enotria: The Last Song
» Review - Warhammer 40,000: Space Marine 2
» Review - Astro Bot
» Review - Visions of Mana
» Review - Black Myth: Wukong, Lebih Sakti Dari Kera Sakti
» Review AFK Journey
Sebenarnya hal ini bukan masalah besar. Wuchang yang memang seperti mixbag antara Sekiro dan Dark Souls memang di-expect akan mengeluarkan hal seperti ini. Tetapi masalah lag dan bahkan hitbox yang seperti mengingatkan kita bermain Dark Souls 2 jadi kombinasi yang buruk. Inkonsistensi ini jadi membuat pengalaman bermain jadi aneh kesulitan bukan dari pintarnya dev menaruh hal itu di game, tetapi terasa “murahan” saja.
Selain itu, ada masalah minor namun berulang seperti animasi recovery setelah terjatuh yang seringkali tidak memiliki invincibility frames. Ini berarti satu pukulan bisa berujung pada combo kematian yang tak terhindarkan, membuat momen-momen tertentu terasa murah dan menghukum. Ketika soulslike bekerja dengan baik, setiap kematian adalah pelajaran; di "Wuchang," kadang-kadang itu hanya desahan kekalahan yang tak berdaya.



