space
KATANYA SAINGAN TAPI KOK BEDANYA JAUH BANGET GINI! PERBANDINGAN EFOOTBALL VS FIFA 22!
Kamis, 07 Oct 2021
prev
1 dari 2
next

Sepak bola merupakan olahraga paling populer di muka bumi ini. Sepak bola sendiri memang menyajikan pertandingan yang menarik dan seru untuk ditonton. Memasuki abad ke 21 ini, sepak bola menjadi ladang bisnis yang sangat menarik karena dalam olahraga tersebut kita dapat meraup keuntungan dari penjualan merchandise pemain ataupun penjualan pemain yang harganya bisa mencapai triliunan Rupiah. Selain itu, sepak bola juga diadaptasi dan menjadi salah satu game terpopuler bagi semua kalangan.

Penggemar game sepakbola ini sendiri terdiri dari dua kubu, karena di dunia ini game sepak bola paling terkenal dalah Efootball dan FIFA. Kedua game ini merupakan saingan sejak dahulu. Serial FIFA sudah rilis sejak 1993 sedangkan Efootball rilis tahun 1995, bernamakan Winning Eleven atau PES (Pro Evolution Soccer rilis tahun 1999) dan sekarang berubah menjadi Efootball. Kedua game ini memiliki fans setia dan rata-rata mereka akan membela gamenya tersebut mati-matian apabila game tersebut dihina. Dalam pembahasan kali ini, KotGa akan memberikan perbandingan dari serial terbaru kedua game sepakbola yang ada di dunia ini. Berikut merupakan perbandingan antara FIFA 22 dan Efootball 22 :

Harga dan Size Game




Untuk penilaian pertama, mungkin bisa dimulai dari harga dan size game tersebut. Kebanyakan orang yang devicenya bisa dikatakan “kentang” akan memilih mana yang lebih enteng untuk disimpan di dalam devicenya tersebut. Untuk Efootball 22 sendiri memakan penyimpanan sebesar 42 GB dan untuk FIFA 22 memakan penyimpanan sebesar 50 GB. Untuk harga jelas sangat berbeda, untuk Efootball 22, Konami memberikannya secara gratis sementara FIFA 22 dibanderol dengan harga 59,99 USD di aplikasi steam. Untuk harga dan size game ini bisa dikatakan Efootball memenangkan poin ini karena dengan gratisnya Efootball 2022, game ini bisa dimainkan oleh siapa saja.

[BACAJUGA]

Teknologi Yang Digunakan




Dua teknologi berbeda digunakan oleh Konami maupun EA Sports. Pada Efootball 2022 mereka menggunakan Unreal Engine 4 masih sama seperti PES 2020 sementara untuk FIFA 22 tetap menggunakan engine yang sama yakni Frostbite Engine. Namun, FIFA 22 menghadirkan teknologi terbaru bernama Hypermotion Technology. Teknologi ini membuat pemain dari FIFA tersebut bergerak lebih realistis dan smooth saat dribble, menendang bola, dan lainnya. Teknologi terbaru ini membuat FIFA 22 sangat realistis untuk dimainkan. Hypermotion Technology ini pemain yang berada di dalam lapangan baik player maupun computer bisa mengaplikasikan lebih dari 4000 animasi dan membuat gerakan permainan menjadi semakin realistis seperti bermain sepak bola sungguhan. Untuk poin teknologi yang digunakan dimenangkan oleh FIFA 22.

Lisensi Klub, Lisensi Turnamen, dan Jumlah Tim




Mungkin untuk masalah lisensi klub dan jumlah tim, FIFA 22 bisa dikatakan menjadi pemenang dari poin ini. EA Sports melalui FIFA sendiri memang sudah memiliki hak lisensi untuk liga-liga terbesar di eropa serta turnamen terbesar di dunia sendiri. Untuk liga sendiri EA Sports memiliki lisensi khusus terhadap liga sepakbola terpopuler di dunia yakni EPL (English Premier League) dan untuk turnamen terbesarnya FIFA memiliki lisensi untuk UCL (UEFA Champions League).

Sementara untuk Efootball sendiri hanya memiliki lisensi resmi terhadap sembilan tim yakni Arsenal, Juventus, Manchester United, Roma, Lazio, Zenit, Flamengo, Sao Paulo, Corinthians, dan River Plate. Untuk jumlah tim dan liga, FIFA sudah dikenal sejak dahulu memiliki lisensi yang banyak terhadap liga dan tim yang ada di dunia, pada FIFA 22 kurang lebih ada 700 tim dan 30 liga yang dapat dimainkan. Sementara untuk Efootball hanya sembilan tim yang sudah disebutkan tadi saja yang bisa dimainkan. Untuk poin ini dimenangkan oleh FIFA 22.

Animasi dan Grafis




Sumber: YouTube Cycu1

Konami sendiri pada generasi sebelumnya terkenal dengan animasi dan grafis yang sangat baik dan bisa dikatakan mengungguli FIFA. Namun, pada Efootball 2022 ini kita sepertinya tidak melihat hal tersebut. Efootball 2022 menjadi game yang istilahnya sangat tidak Konami karena animasi dan grafis dari Efootball 2022 sangatlah buruk dan sangat banyak kritikan. Untuk FIFA 22 sendiri EA Sports sepertinya memang serius untuk mengembangkan gamenya tersebut, FIFA 22 bisa dikatakan sudah sangat berubah dari segi grafis dan animasi pemainnya. Dengan Hypermotion Technology perubahan dari FIFA 21 menjadi FIFA 22 sangatlah signifikan dan bisa dikatakan FIFA 22 merupakan FIFA edisi terbaik saat ini. Untuk poin ini, FIFA 22 kembali memenangkan aspek penilaian dari grafis dan animasi ini.

[BACAJUGA]

Fitur In Game




Game yang keren adalah yang fitur in gamenya bisa memanjakan para pemain setianya. Fitur in game dari kedua game tersebut bisa dikatakan mirip, FIFA memiliki Cup, League, Career Mode dan fitur Volta Football dari FIFA 22. Sementara, Efootball yang tadinya pada PES memiliki Cup, League, dan Master League, pada saat Efootball 2022 rilis, hanya ada match eksebisi saja. Sudah jelas , semua kelebihan dari FIFA menyajikan fitur yang sangat keren ini menjadikan FIFA pemenang dalam fitur in game yang ada di dalam kedua game ini

Kesimpulan



Game sepak bola terbaru keluaran Konami dan EA Sports ini memang bisa dikatakan yang terbaik di dunia ini. Namun, untuk serial terbarunya yakni Efootball 2022 dan FIFA 22 bisa dikatakan FIFA 22 memenangkan segala aspek yang ada di dalam gamenya. Efootball 2022 sendiri memang membuat para fans dari PES dan WE tidak senang dan perkembangan signifikan yang dilakukan EA Sports membuat game yang mereka kembangkan bisa dikatkan menjadi game dengan genre sports terbaik pada tahun 2021 ini.

(KotakGame)

Jangan lupa juga untuk ikuti Giveaway dari KotakGame. Cek video dibawah ini ya:
prev
1 dari 2
next
BACA JUGA BERITA INI
close