Valve baru saja memperkenalkan Steam Deck terbaru mereka yang sekarang punya layar lebih besar, sudah menggunakan panel layar OLED, refresh rate 90Hz, RAM lebih kencang, sudah menggunakan WiFi 6E Tri Band.
Apakah worth it upgrade dari Steam Deck LCD ke Steam Deck OLED?

Mari kita cari tahu bersama!
Kita perhatikan terlebih dahulu spesifikasi dari kedua Steam Deck ini.
| Main Spec. | Steam Deck OLED | Steam Deck LCD |
|---|---|---|
| APU | 6 nm AMD APU CPU: Zen 2 4c/8t, 2.4-3.5GHz (up to 448 GFlops FP32) GPU: 8 RDNA 2 CUs, 1.6GHz (1.6 TFlops FP32) APU power: 4-15W | 7 nm AMD APU CPU: Zen 2 4c/8t, 2.4-3.5GHz (up to 448 GFlops FP32) GPU: 8 RDNA 2 CUs, 1.6GHz (1.6 TFlops FP32) APU power: 4-15W |
| RAM | 16 GB LPDDR5 on-board RAM (6400 MT/s quad 32-bit channels) | 16 GB LPDDR5 on-board RAM (5500 MT/s quad 32-bit channels) |
| Storage | Steam Deck 1TB NVMe SSD | 2TB NVMe (User Upgrade) |
| Display | Resolution 1280 x 800 x RGB Type HDR OLED Display size 7.4” diagonal Maximum Brightness 1,000 nits peak brightness (HDR) 600 nits (SDR) Contrast ratio > 1,000,000 : 1 Color gamut 110% P3 Refresh rate up to 90Hz Response time <0.1 ms High performance touch | Resolution 1280 x 800 X RGB Type Optically bonded IPS LCD for enhanced readability Display size 7" diagonal Brightness 400 nits typical Refresh rate 60Hz Touch enabled Yes |
| Connectivity | Bluetooth 5.3 (support for controllers, accessories and audio) Dedicated bluetooth antenna Tri-band Wi-Fi 6E radio, 2.4GHz, 5GHz, and 6GHz 2 x 2 MIMO, IEEE 802.11a/b/g/n/ac/ax | Bluetooth 5.0 (support for controllers, accessories and audio) Dual-band Wi-Fi radio, 2.4GHz and 5GHz, 2 x 2 MIMO, IEEE 802.11a/b/g/n/ac |
| Power | Input PD3.0 Type C power supply, 45W 2.5m cable 50Whr battery. 3-12 hours of gameplay | Input PD3.0 Type C power supply, 45W 1.5m cable 40Whr battery. 2 - 8 hours of gameplay |
| Weight | Approx. 640 grams | Approx. 669 grams |
[BACAJUGA]
PAKET PENJUALAN

Paket penjualannya masih mirip, kita akan mendapatkan unit Steam Deck OLED-nya, lalu ada carrying case yang sekarang kami rasakan agak lebih berat dan kuat dibanding versi sebelumnya, logonya sekarang berwarna orange putih dan lebih timbul, ada charger yang sekarang sudah menggunakan colokan yang biasa ada di Indonesia, dan terakhir ada manual book.

Liner dari carrying case-nya ini bisa dilepas pasang misalkan kamu tidak membutuhkan hard case luarnya.
DESAIN

Secara garis besar desainnya ini masih sama dengan versi sebelumnya. Perbedaan paling mencolok ada di bagian tombol power yang kali ini berwarna orange dan ukuran layar yang lebih besar. Area base analog juga jadi pembeda yang cukup terlihat, sekarang full berwarna hitam.

Pertama kali dipegang, grip body-nya ini terasa lebih baik, terutama di bagian analog, karena memang ada improvement dari segi material dan bentuk.

Trackpad-nya juga sekarang lebih presisi dan feedback haptic-nya lebih enak, tombol di area belakang juga lebih responsif.
[BACAJUGA]
DISPLAY

Ini menjadi hal yang paling membedakan dengan versi sebelumnya. Versi terbaru ini layarnya sudah menggunakan panel OLED 7.4 inci, lebih besar 0.4 inci dari versi sebelumnya.
Refresh rate-nya sekarang 90Hz, scroll library dan bermain game sekarang jadi lebih mulus. Touchscreen versi OLED ini juga lebih responsif, polling rate-nya sekarang hingga 180Hz dan peak brightness-nya hingga 1000 nits.
TECHNICAL SPEC

Dari sisi technical spec, upgrade-nya ini lumayan banyak. APU masih menggunakan AMD Zen 2 4 core 8 threads up to 3.5Ghz tapi sekarang sudah 6nm, versi sebelumnya masih 7nm. GPU masih sama, menggunakan Radeon RDNA2 8 Compute Units 1.6Ghz dan 1.6 TFlops.
Untuk RAM sekarang speed-nya 6400 MT/s, ada improvement dari latency dan power management, versi sebelumnya hanya 5500 MT/s.
Ketebalan dari thermal modul-nya juga mendapat improvement, jadi di atas kertas performa cooling-nya lebih baik.
Itu semua tadi akan berpengaruh terhadap performa gaming, kita akan lihat nanti di bagian Gaming Experience.
Area konektivitas juga mendapat upgrade, versi OLED ini menggunakan WiFi 6E Tri Band dan Bluetooth 5.3, ada dedicated bluetooth antena untuk koneksi yang lebih baik, serta ada dukungan Wake From Bluetooth Controller.
Sektor audio juga mendapat improvement, versi sekarang kualitas audionya terdengar sedikit lebih baik.
Baterai juga mendapat upgrade, versi sebelumnya 40Whr, di versi oled ini menjadi 50Whr. Charging time juga mendapat improvement, dari 20% ke 80% hanya butuh waktu sekitar 40 menit.
Steam Deck OLED yang kami review ini dibekali storage 1TB, sudah cukup besar untuk memuat banyak game AAA.
[BACAJUGA]
GAMING EXPERIENCE

Hal pertama yang kami notice ketika bermain game di Steam Deck OLED adalah layarnya lebih besar dan warna yang dihasilkan lebih vibrant, sangat memanjakan mata, brightness lebih terang, bermain game ditempat yang terang masih sangat nyaman.
Layarnya ini juga dilihat dari angle manapun warnanya tidak berubah, tetap vibrant dan cerah, sangat terasa perbedaannya dengan versi LCD.
Lalu refresh rate 90Hz juga membuat scroll library game jadi semakin mulus. Membuat kami jadi betah bermain game di Steam Deck OLED ini.
Grip body, analog dan touchpad-nya semakin nyaman digunakan.

Kita komparasikan kedua Steam Deck ini untuk melihat sejauh mana perbedaan performanya.
Kami setting kedua Steam Deck ini di mode 15 watt alias mode performa paling tinggi. Settingan di tiap game dibuat sama, dan kedua Steam Deck ini menggunakan sistem bawaan SteamOS, tidak ada mod apapun, berikut adalah hasilnya:

Seperti yang bisa kita lihat di tabel, semua game yang kami uji mendapat peningkatan performa, kecuali TEKKEN 7 yang memang lock FPS di angka 60.
Beberapa game seperti The Last of Us Part 1 dan Baldur's Gate 3 perbedaan FPS-nya cukup besar. Sementara game-game lain gap FPS tidak begitu besar.
Bisa dikatakan di beberapa skenario gaming, gap performanya bisa cukup jauh.
Selain layar, cooling system Steam Deck OLED ini lebih baik, pada saat pengujian bermain game Steam Deck OLED lebih adem di tangan.
Baterai juga jadi pembeda yang cukup terasa, Steam Deck OLED lebih awet selain karena kapasitas baterai yang lebih besar juga APU 6nm ini lebih efisien.
[BACAJUGA]
KESIMPULAN

Overall upgrade-nya cukup terasa terutama di area display, warna yang dihasilkan panel OLED-nya ini beneran bisa memanjakan mata, kita bisa melihat perbedaan yang signifikan dari versi sebelumnya.
Dari segi performa juga ada improvement terbukti dari hasil pengujian game tadi.
Kembali ke pertanyaan awal, apakah worth it untuk upgrade dari Steam Deck LCD ke Steam Deck OLED?
Kami cukup percaya diri mengatakan ini worth it untuk upgrade dari Steam Deck LCD ke Steam Deck OLED. Seperti yang kami bahas di atas, tidak hanya display saja yang mendapat improvement, dari segi performa, build quality sampai baterai mendapat upgrade.
Terutama buat kamu yang pertama kali beli Steam Deck, kami sarankan langsung beli Steam Deck OLED.
Buat kamu yang masih merasa cukup dengan Steam Deck LCD, masih oke untuk stay.
Steam Deck OLED 1TB dijual dengan harga MSRP 649 USD atau sekitar 10 Jutaan Rupiah, sementara Steam Deck LCD 512GB ada di angka 449 USD atau sekitar 7 Jutaan Rupiah (dengan nilai tukar saat artikel ini ditulis).
Nah, itu tadi review Steam Deck OLED dari KotakGame.
[BACAJUGA]
Kesimpulan Review: Steam Deck OLED

- (+) KELEBIHAN
- Layar OLED 90Hz
- Cooling Lebih Baik
- Baterai Lebih Awet
- (-) HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN
- Peningkatan Performa Tidak Signifikan

