space
MAIN RACING MASTER DI HP, RASANYA KAYAK BAWA MOBIL
OL
Senin, 28 Jul 2025
prev
1 dari 2
next

Dengan lebih dari 50 juta pemain di seluruh dunia dan hampir 3 juta pemain di Asia Tenggara sejak rilis resminya Maret lalu, Racing Master langsung tancap gas sebagai game balap mobile yang nggak main-main. Hasil kolaborasi mendalam antara NetEase dan Codemasters ini hadir membawa pengalaman balap realistis dengan visual memukau, handling yang berbobot, dan koleksi mobil impian.

[BACAJUGA]

Di update terbaru Season 3 Phase 2, Racing Master semakin menguatkan posisinya lewat konten besar, mobil legendaris, dan event kompetitif berskala regional. Tapi apa benar game ini cocok buat semua gamer? Yuk kita bahas secara lengkap

Gameplay Murni Handling & Drift, Tanpa Nitro-Nitroan



Hal yang paling terasa ketika memainkan Racing Master adalah tidak ada sistem nitro. Yup, nggak ada tombol “boost” buat nutupin kesalahan. Di sini, semua diatur dari kontrol mobil, drifting tajam, dan timing braking yang pas.

Dengan tidak ada nitro di game ini balapan terasa lebih teknikal dan menantang. Sangat cocok buat pemain yang mau belajar balap beneran, bukan sekadar gas-rem-gas.



Game ini juga pakai sistem physics yang base-nya adalah teknologi dari Codemasters. Yang merupakan developer di balik seri F1 dan GRID. Jadi, gak perlu heran kalau mobil terasa lebih berat dan punya karakteristik masing-masing sehingga harus adaptasi di tiap lintasan.

Meski begitu, steering mobil kadang masih terasa terlalu “dibantu” alias auto, dan beberapa tikungan malah lebih cepat ditembus dengan drifting ketimbang racing line yang diperlihatkan. Sederhana tapi mungkin akan membuat penggemar simulasi garis keras sedikit kecewa.

Lisensi Mobil Bervariasi, Bebas Dimodifikasi



Racing Master benar-benar serius soal koleksi mobil. Terdapat lebih dari 40 brand otomotif top dunia mulai dari Ferrari, Lamborghini, Aston Martin, McLaren, hingga ikon JDM seperti Skyline R32 dan AE86. Semuanya hadir dalam versi digital yang super detil, dari body, lampu, suara mesin, sampai interiornya.

Gak cuma dijadiin koleksi, pemain juga bisa kustomisasi segila mungkin. Mulai dari bodykit racing? Warna neon? Ban semi slick? Atau tuning suspensi dan gear ratio? Semua bisa disesuaikan. Bahkan pemain juga bisa share hasil modif di dalam Studio untuk dilihat dan dipakai juga oleh pemain lain.

Update S3 Phase 2: Mobil T0, Star Challenge, dan Map Studio



Mulai 9 Juli, Season 3 Phase 2 resmi digelar. Hal ini juga menandakan terjadinya salah satu update terbesar sejak game ini rilis.

Pagani Huayra BC '17 hadir sebagai mobil tingkat T0 yang dijuluki “Mobil Dewa”. Diikuti NISSAN Skyline GT-R (R32) '89 yang jadi ikon JDM, dan McLaren 570S Coupe '16 yang gesit dan cocok untuk track teknikal.







Event-nya juga nggak main-main. Star Lap Time Challenge mempertemukan pemain dengan nama-nama besar mulai dari Windah Basudara, SOLOZ, Fitra Eri, hingga “Prince of Drift” Tengku Djan Ley. Pemain bisa adu waktu melawan para bintang dan dapetin hadiah hingga 1.500 diamond. Sementara itu, Legendary Cup 2025 siap menjadi ajang PvP paling kompetitif yang puncaknya akan digelar secara offline di Bangkok, Agustus nanti.



[BACAJUGA]

Ada satu fitur menarik yang memang dikembangkan untuk komunitas dan kreativitas adalah Cruise Mode. Fitur ini memungkinkan pemain untuk turun dari kendaraan mereka danmenjelajahi peta-peta yang didesain dengan bebas. Cruise Mode benar-benar mengubah Racing Master menjadi lebih dari sekadar balapan kompetitif, tapi juga mendorong perpaduan eksplorasi dan interaksi sosial.



Grafis Unreal Engine 4 dan Audio Mesin yang Memikat



Visual yang apik juga jadi salah satu kekuatan utama Racing Master. Unreal Engine 4 memungkinkan semua mobil dan kota terlihat sangat realistis. Mulai dari refleksi body mobil, hujan, sampai bayangan dinamis. Bahkan kota seperti Chicago dan San Francisco juga dibuat ulang dengan detail yang bikin betah muter-muter walaupun sedang nggak balapan.

Audio pun bukan sekadar pelengkap. Setiap suara mesin, shifting, dan efek jalan dibuat berdasarkan suara mobil aslinya. Buat yang pakai headset, sensasi balapnya terasa banget.

Sayangnya, di HP mid-end, efek-efek ini kadang bikin frame rate drop. Sehingga harus setting grafis sebelum memulai agar lebih optimal

Untuk monetisasinya, Racing Master sangat ramah bagi pemain free-to-play dan tidak memerlukan grinding berlebihan. Semua monetisasi dilakukan lewat draw key, season pass, dan event terbatas. Tenang saja, pemain gratisan juga tetap bisa bersaing dan mendapat mobil yang bahkan tier atas untuk di-upgrade, dan ikut kompetisi.

Racing Master adalah game balap mobile yang nggak cuma menjual tampang. Game ini menghadirkan pengalaman balap teknikal, koleksi mobil yang bikin ngiler, fitur komunitas, dan update rutin yang membuat pemain tetap betah. Dengan Map Studio, Star Lap Challenge, dan Legendary Cup yang baru dimulai, musim ini jadi waktu yang paling tepat buat mulai main atau comeback.

Kesimpulan Review

Racing Master

80 KOTAKGAME RATING
  • (+) KELEBIHAN
  • Visual dan audio realistis
  • Handling berbobot dan tanpa nitro
  • Koleksi mobil resmi dan kustomisasi lengkap
  • Cruise Mode yang mendorong eksplorasi dan interaksi antar pemain
  • (-) KEKURANGAN
  • Steering kadang terlalu otomatis
  • Drift lebih efektif dari racing line
  • UI cukup ramai
  • FPS drop di HP kelas menengah

 

prev
1 dari 2
next
BACA JUGA BERITA INI
close