Serial Yakuza memang layak kita katakan legend di ranah industri game dan menarik bahwa game-game mereka yang sudah cukup tua dan berumur, masih relevan sampai sekarang. Hal ini yang membuat game-game Yakuza unik dari game serupa di genre yang sama dengan game lainnya, mereka karismatik.
Tentunya dengan game yang punya legacy besar —ditambah bagaimana game-game tersebut yang sudah mencetak banyak sekali referensi pop culture yang menarik di internet maupun medium lain bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Kiwami hadir sebagai “modernisasi” medium, sebuah remake yang hadir untuk membuat banyak gamers bisa tap in ke seri Yakuza, tapi apakah Yakuza 3 Kiwami berhasil melakukan hal itu?
Bukan Cuma Remake, Ini Dua Game Baru!

Ya berani saya katakan dan sebagai fans Yakuza — bahwa Yakuza 3 Kiwami adalah remake atau versi Kiwami terbaik dari serial Yakuza. Yakuza 3 Kiwami berhasil membawa banyak hal yang disukai dari game klasik ke era yang lebih baru dan menambahkan banyak hal baru kedalamnya. Bahkan bukan hanya hal baru (dalam konteks ini fitur), tapi ada juga “game baru” yakni Dark Ties yang ikut hadir.
Nantinya saya pastinya akan membicarakan Dark Ties karena ini subjek yang butuh sessionnya sendiri — tapi memang Yakuza 3 Kiwami itu benar-benar luas sebagai game standalone.
Yakuza Kiwami 3 terasa seperti game yang memang bisa langsung kalian nikmati semua kontennya dan dirasa pace cerita yang terbilang santai tapi tidak terlalu lambat ini membuat banyak saya senang.
Combat Masih Blockuza Sayangnya

Yaa… untuk hal ini sebenarnya agak sedikit mengecewakan sih karena “Blockuza” masih hadir disini. Hal yang membuat banyak fans Yakuza kesal di Yakuza 3 rupanya masih hadir di versi Kiwami atau remakenya dan agak membingungkan, kenapa tidak dibuang saja?
Bagi kalian yang bingung apa itu “Blockuza,” ini adalah istilah yang biasa fans Yakuza berikan ke Yakuza 3 (terkadang 5 juga dihitung disini) karena metode combat yang sangat buruk karena musuh akan seringkali spam block ketika combat atau bertarung.
Ya, musuh akan seringkali block yang membuat serangan kita jadi kurang efektif yang mana jadi lambat pace bertarungnya, yang mana lagi jadi membosankan ketika dimainkan.
[BACAJUGA]Yakuza 3 memang bisa dibilang yang paling buruk dari sisi combat jika kita bandingkan dengan Yakuza lainnya, tapi di versi Yakuza 3 Kiwami ini membuat saya bingung kenapa kebiasaan musuh di combat ini tidak dibuang saja?
VO Ulang Terasa Fresh
Ada beberapa hal yang saya kurang suka ketika ada yang melakukan remake yaitu mengganti hal yang tidak diperlukan, tapi kali ini adanya VO ulang dan beberapa visual yang dipoles jadi hal yang penting.
Yakuza 3 Kiwami membuat saya sadar bahwa sangat arkaik sekali Yakuza 3 yang original dan bagaimana Kiwami hadir dengan hanya memoles saja tanpa melakukan hal yang berlebihan membuat saya senang.
Ada VO ulang terasa sekali dari sisi kualitas suara dan audio juga delivery yang lebih baik dari sebelumnya. Hal kecil memang, tapi ini sangat penting bagi saya dan Yakuza 3 Kiwami berhasil membuat remake yang terasa fresh tanpa menghapus legacy game aslinya.
Bukan Rikiya Saya, Hal Fatal Dari Yakuza 3 Kiwami

Jujur saya ingin bertanya kira-kira siapa yang berpikir “Hmm… sepertinya kita harus ganti Rikiya jadi aktor yang tidak ada miripnya dengan dirinya di Yakuza 3 Kiwami.” Ini menurut saya adalah hal fatal yang dilakukan RGG karena ini bukan hanya sekedar mengganti aktor saja.
[BACAJUGA]Rikiya yang sebelumnya memang terlihat (dan memang aslinya) sebagai orang Okinawa diganti oleh NPC #3 generik punya implikasi yang buruk. No offense kepada Show Kasamatsu, dirinya sangat keren di Tokyo Vice dan Love You as the World Ends, tapi menggantikan wajah seseorang yang asli dari Okinawa terkesan rasis. Ya benefit of the doubt aja sih tidak ada maksud seperti itu dari pihak RGG tapi menggantikan sosok Rikiya yang bangga sebagai warga lokal Okinawa dengan seseorang dari mainland Jepang terasa kurang oke saja.
Hal ini juga sebenarnya tidak terjadi kepada Rikiya saja jika kita membicarakan casting ulang. Nakahara dan Hamazaki juga berubah cukup jauh dari aslinya yang mana agak sedikit membingungkan jika kita sudah terbiasa melihat wajar dari Yakuza 3. Ya walau tidak sebesar Rikiya impactnya, tapi memang gak membingungkan saja — terutama Hamazaki yang sifat dan background dirinya yang tidak cocok dengan wajahnya sekarang.
Bisa Main Jadi Mine?!

Yap, Yakuza 3 Kiwami membawa satu game tambahan yaitu Dark Ties dimana kita bisa bermain sebagai Yoshitaka Mine — antagonis utama dari Yakuza 3. Mine di Dark Ties dijelaskan dengan detail dan mungkin adaptasi terbaik bagaimana kita ingin memahami dirinya.
Kita akan bermain sebagai Mine setelah dirinya dikeluarkan dari perusahaan miliknya dan secara tidak sengaja menjadi saksi penyerangan Daigo. Melihat banyak anak buah Daigo yang tulus ingin melindungi Daigo, Mine jadi penasaran dan menginginkan hal yang sama, yakni relasi yang tulus dan kepercayaan tinggi oleh orang lain.
Mine adalah karakter yang cukup dalam dan mungkin jadi antagonis favorit saya dari semua orang yang dilawan Kiryu (selain Ryuji tentunya). Bagaimana Dark Ties memoles lebih dalam mengenai masa lalu dan dorongan Mine untuk naik keatas tangga Yakuza membuat saya lebih apresiasi dirinya.
Banyak Konten, Tidak Akan Bosan

Yakuza 3 Kiwami membawa banyak konten baru yang bisa dibilang bisa buat kalian betah bermain. Saat memainkan game ini untuk review, saya malah sibuk bermain mini games di Morning Glory atau membantu Tsubasa menjadi gang terkuat di Okinawa. Yakuza 3 Kiwami saya rasa berhasil membuat side content Yakuza jadi fokus utama disini.
Jangan salah, bukan berarti mini games atau side content Yakuza lainnya kurang oke, tapi di Yakuza 3 Kiwami kita bisa melihat progressnya secara langsung dan punya impact yang bisa dibilang besar kepada storyline. Misalnya bermain mini games bersama anak-anak Morning Glory, kita bisa melihat bagaimana character development Kiryu dan anak-anak panti menjadi lebih baik. Hal ini hanya satu contoh kecil saja yang mana membuat saya merasa adanya side content atau mini games yang punya impact tinggi character development jadi hal yang penting untuk fokuskan di Yakuza atau Like a Dragon selanjutnya.
Kesimpulan
[BACAJUGA]Overall Yakuza 3 Kiwami membawa banyak sekali konten baru dan seru dimana game yang sudah di-polished cukup baik mungkin jadi Kiwami favorit saya. Adanya Dark Ties yang jadi “Gaiden” untuk Mine juga asik untuk dimainkan — membuat saya berpikir semoga di Kiwami 4 atau 5 para antagonis atau karakter lainnya mendapatkan treatment serupa ya.
Dari sisi konten juga cukup ramai dan padat, membuat saya cukup fun dari sisi pengalaman bermain. Walau sayangnya agak disayangkan perubahan casting di Rikiya dan Blockuza yang masih hadir membuat Yakuza 3 Kiwami kurang manis untuk dinikmati saja.
Buat kalian yang ingin coba main Yakuza 3 Kiwami & Dark Ties, bisa coba download dan mainkan langsung di link dibawah ini!
Kesimpulan Review
Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties
- (+) KELEBIHAN
- Grafik jelas lebih baik
- Morning Glory di-expand
- Ada Dark Ties, lebih luas
- (-) KEKURANGAN
- Recasting yang tidak perlu
- Substories dipotong dari 100 jadi 30an
- Blockuza


