space
REVIEW FORZA HORIZON 6
PC
Kamis, 21 May 2026
prev
1 dari 3
next

Ada titik tertentu ketika memainkan sebuah game balap di mana saya mulai sadar apakah game tersebut hanya sekadar “seru dimainkan”, atau benar-benar berhasil menangkap fantasi menjadi seorang pecinta mobil. Dan setelah menghabiskan puluhan jam bersama Forza Horizon 6, saya merasa game ini berhasil melakukan keduanya secara bersamaan.

Bukan cuma karena balapannya menyenangkan. Bukan juga hanya karena dunia open-world yang besar dan indah. Tapi karena untuk pertama kalinya setelah sekian lama, saya merasa seri Horizon akhirnya menemukan bentuk paling matang dari identitasnya sendiri.

Sebagai gamers yang familiar dengan Forza baik itu Motorsport atau Horizon, saya rasa Playground Games kali ini berhasil memasak sesuatu yang sempurna. Ambil semua sisi positif dari semua game Forza sebelumnya lalu dibuat lebih baik lagi di Forza Horizon 6.

Dan ya, saya cukup berani mengatakan ini: Forza Horizon 6 bukan hanya game Horizon terbaik sejauh ini, tapi juga salah satu game racing terbaik yang pernah saya mainkan. Baik game racing arcade, sim, atau simcade kali ini Forza Horizon 6 salip semua genre dan title serupa di genre yang sama.

Jepang Akhirnya Jadi Rumah yang Sempurna untuk Horizon

 

Mari mulai dari hal yang paling jelas: setting Jepang.

Sudah bertahun-tahun komunitas meminta Horizon mengambil lokasi di Jepang, dan sekarang setelah akhirnya terjadi, saya mengerti kenapa permintaan itu tidak pernah berhenti muncul. Dunia yang dibangun di sini terasa seperti tempat yang memang sejak awal ditakdirkan untuk seri Horizon.

Mulai dari jalanan kota yang dipenuhi neon, jalan tol malam hari, pegunungan touge yang berliku, area countryside yang tenang, sampai jalan pesisir yang panjang—semuanya terasa punya karakter yang sangat kuat. Ini bukan map open-world yang hanya besar untuk dipamerkan skalanya. Dunia di sini benar-benar didesain untuk dinikmati sambil mengemudi.

Dan yang paling saya suka, setiap area punya “feel” berkendara yang berbeda.

Ketika saya membawa mobil JDM ringan ke jalur pegunungan sempit untuk drifting, sensasinya berbeda dibanding saat saya melaju dengan hypercar di jalan tol Tokyo pada malam hari. Bahkan hanya cruising santai tanpa tujuan pun terasa menyenangkan. Ada vibe tertentu yang sulit dijelaskan, tapi sangat mudah dirasakan ketika memainkan game ini.

[BACAJUGA]

Inilah salah satu kekuatan terbesar Forza Horizon 6: dunia yang tidak terasa seperti checklist aktivitas, melainkan tempat yang benar-benar hidup.

Playground Games Sudah Terlalu Ahli Membuat Arcade Racer

 

Hal berikutnya yang langsung terasa adalah betapa nyamannya handling mobil di game ini.

Dan jujur saja, di titik ini saya merasa Playground Games sudah berada di level yang sangat sulit disaingi oleh developer racing game lain. Mereka benar-benar memahami bagaimana membuat arcade racing terasa accessible tanpa kehilangan depth.

Mobil di Forza Horizon 6 tetap mudah dikendalikan untuk pemain baru. Bahkan orang yang jarang memainkan racing game pun kemungkinan besar bisa langsung menikmati sensasi mengemudinya dalam beberapa menit pertama.

Tapi semakin lama saya bermain, semakin terasa bahwa sistem handling-nya punya lapisan yang jauh lebih dalam dari sekadar “mobil gampang dibelokkan”.

Setiap jenis kendaraan punya bobot dan karakter berbeda. Mobil muscle terasa liar ketika dipaksa menikung cepat. Mobil rally terasa agresif di medan tanah. Mobil drift terasa ringan dan responsif. Sementara hypercar modern benar-benar terasa seperti mesin kecepatan brutal yang nyaris terlalu cepat untuk jalan umum.

Dan semua itu berhasil disampaikan tanpa membuat game terasa terlalu simulatif.

Inilah keseimbangan yang menurut saya sangat sulit dicapai oleh racing game modern. Banyak game terlalu condong ke simulasi hingga terasa melelahkan, sementara yang lain terlalu arcade sampai kehilangan rasa mengemudi. Forza Horizon 6 berhasil berdiri tepat di tengah.

Dunia yang Membuat Saya Ingin Terus Berkendara

 

Ada banyak open-world game yang penuh aktivitas, tapi tidak semuanya berhasil membuat saya benar-benar ingin berada di dunianya dalam waktu lama.

Forza Horizon 6 berbeda.

Saya sering kali membuka map dengan tujuan mengikuti event tertentu, lalu tiba-tiba satu jam berlalu hanya karena saya memutuskan mengambil jalan memutar. Kadang saya berhenti untuk mencoba mobil baru. Kadang saya malah drifting di pegunungan tanpa alasan jelas. Kadang saya hanya ingin melihat hujan turun di jalan kota sambil memutar playlist sendiri.

[BACAJUGA]

Dan anehnya, game ini selalu terasa nyaman dimainkan dalam kondisi apa pun.

Inilah mungkin kekuatan terbesar Horizon dibanding franchise racing lain: kemampuan menciptakan “driving fantasy”. Bukan cuma soal menang balapan, tapi soal menikmati aktivitas berkendara itu sendiri.

Progression yang Akhirnya Terasa Punya Arti

 

Salah satu masalah terbesar seri sebelumnya adalah bagaimana game terlalu cepat memberikan semuanya kepada pemain. Mobil mahal datang terlalu mudah. Reward terus mengalir tanpa usaha berarti. Akibatnya, progression terasa kehilangan makna.

Untungnya, Forza Horizon 6 mulai memperbaiki hal itu.

Sekarang saya benar-benar merasa ada proses berkembang. Mobil awal terasa penting. Upgrade terasa punya tujuan. Ketika akhirnya berhasil membuka akses ke kendaraan yang lebih cepat, ada rasa pencapaian yang sebelumnya sempat hilang dari seri ini.

Tentu saja game ini tetap sangat ramah pemain. Ini bukan racing game hardcore yang menghukum kesalahan secara brutal. Tapi setidaknya sekarang ada sense of progression yang jauh lebih jelas.

Dan menurut saya, ini keputusan yang sangat tepat.

Karena bagian menyenangkan dari game otomotif bukan hanya mengendarai mobil mahal, tapi juga perjalanan menuju ke sana.

Event yang Spektakuler, Tapi Mulai Sedikit Terlalu Familiar

 

Kalau ada satu area yang menurut saya mulai menunjukkan sedikit kelelahan formula, itu adalah desain event dan showcase-nya.

Jangan salah, event di sini tetap sangat seru dimainkan. Variasinya besar, pacing-nya cepat, dan hampir selalu ada sesuatu untuk dilakukan. Tapi setelah beberapa puluh jam, saya mulai bisa menebak pola desain yang digunakan.

Showcase besar masih bombastis, masih penuh spectacle, dan masih berhasil menciptakan momen cinematic. Namun efek “wow” yang dulu sangat kuat di seri-seri awal Horizon sekarang mulai sedikit berkurang.

Bukan karena kualitasnya buruk, tapi karena formulanya sudah terlalu familiar.

Dan ini mungkin tantangan terbesar Horizon ke depannya. Ketika sebuah seri sudah terlalu matang, semakin sulit untuk benar-benar mengejutkan pemain lama.

Presentasi yang Kadang Masih Terlalu “Festival”

 

Satu hal yang masih belum sepenuhnya berubah adalah tone presentasinya.

Karakter-karakter di Horizon masih berbicara dengan energi yang kadang terasa terlalu sempurna dan terlalu positif. Semua orang terdengar sangat excited setiap saat, dan terkadang dialognya terasa agak artifisial.

Untungnya, bagian ini tidak pernah benar-benar mengganggu pengalaman utama. Karena mari jujur saja: kebanyakan pemain datang ke Horizon untuk mengemudi, bukan untuk mendengarkan percakapan dramatis.

Dan selama game terus memberi alasan untuk kembali ke jalanan, kelemahan kecil ini jadi jauh lebih mudah dimaafkan.

Salah Satu Racing Game Paling Indah Saat Ini

Secara visual, Forza Horizon 6 benar-benar luar biasa.

Lighting malam hari di Tokyo terlihat fantastis. Refleksi hujan di aspal menciptakan atmosfer yang sangat kuat. Area pegunungan saat matahari terbit terasa hampir fotorealistik. Bahkan countryside sederhana pun punya detail lingkungan yang sangat hidup.

Yang lebih mengesankan, semua itu tetap berjalan dengan performa yang sangat stabil.

Kecepatan tinggi tidak membuat dunia terasa rusak atau terlambat loading. Transisi area berlangsung mulus. Dan ketika seluruh sistem cuaca mulai aktif di tengah balapan, game ini benar-benar terasa seperti showcase teknologi modern.

Namun yang paling penting, visual di sini bukan sekadar pajangan. Semua elemen grafis itu mendukung fantasy berkendara yang jadi inti utama game.

Forza Horizon 6 Mengerti Kenapa Orang Mencintai Mobil

 

Setelah bermain cukup lama, saya mulai menyadari sesuatu yang penting.

Forza Horizon 6 sebenarnya bukan sekadar game balapan. Ini adalah game tentang mencintai mobil.

Tentang menikmati suara mesin ketika memasuki terowongan.
Tentang memilih mobil yang cocok untuk hujan malam.
Tentang cruising tanpa tujuan sambil menikmati jalanan.
Tentang memodifikasi kendaraan favorit hanya karena terlihat keren.

Dan mungkin itu alasan kenapa game ini terasa begitu menyenangkan hampir sepanjang waktu.

Ia memahami bahwa budaya otomotif bukan cuma soal kompetisi. Tapi juga soal hubungan emosional antara pemain dan kendaraan yang mereka gunakan.

Kesimpulan

Forza Horizon 6 terasa seperti hasil dari bertahun-tahun penyempurnaan formula yang akhirnya mencapai titik paling matang.

Ini adalah game yang sangat percaya diri dengan identitasnya. Ia tidak mencoba menjadi simulator hardcore. Tidak mencoba menjadi open-world penuh drama. Dan tidak mencoba merevolusi genre secara agresif.

Sebaliknya, ia memilih fokus pada satu hal: menciptakan pengalaman berkendara yang sangat menyenangkan.

Dan hasilnya luar biasa.

Meski beberapa bagian mulai terasa familiar, kualitas eksekusinya begitu tinggi sampai sulit untuk benar-benar mempermasalahkannya. Dunia open-world terbaik dalam seri ini, handling yang nyaris sempurna untuk arcade racer, progression yang lebih terasa, serta atmosfer Jepang yang sangat kuat membuat pengalaman bermainnya sulit untuk berhenti dinikmati.

[BACAJUGA]

Pada akhirnya, Forza Horizon 6 berhasil melakukan sesuatu yang mungkin paling penting untuk sebuah racing game:

Ia membuat saya terus ingin kembali ke jalanan.

Kesimpulan Review

Forza Horizon 6

100 KOTAKGAME RATING
  • (+) KELEBIHAN
  • Game simcade racing terbaik saat ini
  • Physics mobil yang mengesankan
  • Pilihan mobil yang beragam
  • Jepang jadi setting yang tepat
  • Sistem meta progression diperbaiki
  • (-) KEKURANGAN
  • Beberapa lokasi di Tokyo Metro tidak 1:1

 

prev
1 dari 3
next
BACA JUGA BERITA INI
close