Review

Tales of Arise

oleh: Christa

Halaman 1

Tidak sedikit seri JRPG yang hanya bertahan dalam beberapa waktu saja. Terkecuali bagi seri Tales, yang rupanya masih bertahan hingga saat ini. Kesuksesan di setiap serinya membuat Bandai Namco tidak menyurutkan semangatnya dalam mengembangkan entri terbaru, demi kepuasan para penggemar dan komunitas dari berbagai belahan dunia. Setelah penantian yang bisa dibilang cukup lama setelah perilisan Tales of Berseria pada 2016 lalu, tepat pada 9 September 2021 Bandai Namco akhirnya kembali menghidupkan franchise ini dengan merilis Tales of Arise.

Baca ini juga :

» Marvel's Guardians Of The Galaxy!
» FIFA 22
» Review ROG Zephyrus G14 AW SE
» Kitaria Fables
» Ghost of Tsushima: Director's Cut
Dikembangkan dan dirilis oleh Bandai Namco, Tales of Arise kini telah hadir di platform PS4, PS5, Xbox One, Xbox Series, dan PC via Steam. Sebelum meluncurkan versi full, mereka telah merilis versi demo-nya. Setidaknya dari versi demo tersebut telah memberikan gambaran mengenai seperti apa mekanisme di dalam game, termasuk sistem pertarungan. Tales of Arise menjadi salah satu seri Tales saat ini yang hadir di platform next-gen. Dengan mempertahankan ciri khas Tales sebelumnya, seri terbarunya juga memperlihatkan inovasi-inovasi dan tampilan yang lebih baru tentunya.

Selamat Datang di Planet Dahna

Tales of Arise memiliki alur cerita yang tidak berkaitan dengan seri-seri Tales sebelumnya. Dikisahkan bahwa ada dua planet yang hidup saling berdampingan, yaitu Dahna dan Rena. Suatu hari, tentara Renan menginvasi Dahna secara tiba-tiba dengan teknologi yang luar biasa canggih. Alhasil kehidupan di Dahna terpuruk. Banyak penduduk di planet tersebut menjadi budak dan tidak mendapatkan kehidupan yang lebih tenang dan baik dari sebelumnya. Mereka telah menginvasi Dahna selama 300 tahun dan membagi wilayah kekuasaan menjadi lima region.




Salah seorang budak Dahna yang dijuluki sebagai Iron Mask hadir di permainan, tanpa memiliki ingatan yang jelas dan tidak mengalami rasa sakit apa pun. Nasib dan kehidupannya berubah setelah bertemu dengan sosok perempuan berambut merah muda panjang, yang diketahui namanya adalah Shionne. Aneh bin ajaib, setiap orang yang mencoba menyentuh tubuh Shionne maka akan merasakan sakit atau bahkan pingsan. Uniknya, Iron Mask justru tidak merasakan itu semua. Shionne yang sedang diburu oleh tentara Renan pun berusaha melarikan diri bersama Iron Mask dan Zephyr.




Karena tidak dapat merasakan sakit, Iron Mask alhasil bisa mengaktifkan Master Core yang ada di tubuh Shionne. Dari situlah ia dapat menggunakan pedang berapi selama pertarungan, yang dinamai Blazing Sword. Tugas keduanya sebenarnya sama, yakni menundukkan para Lords yang tersebar di berbagai wilayah di Dahna. Lords ini diketahui telah membuat malapetaka dan menimbulkan perang antar planet. Setelah Iron Mask bersama Shionne berhasil menundukkan salah satu Lord, barulah topeng Iron Mask terbelah separuh. Sejak saat itulah, ia mulai mengingat siapa dirinya dan tujuan hidupnya. Iron Mask yang telah diketahui bernama Alphen kembali dengan pribadi yang baru dan bersama rekannya untuk melanjutkan petualangannya.




Siapa sebenarnya Alphen dan Shionne? Apa tujuan mereka sebenarnya di permainan ini? Demi menghindari spoiler, alangkah baiknya untuk menemukan jawaban tersebut ketika memainkan Tales of Arise tentunya.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru



Most Popular Previews
Belum ada Preview