space
JUDGMENT REMASTERED
PS5
Selasa, 27 Apr 2021
Belum lama setelah perilisan Yakuza: Like A Dragon, Ryu Ga Gotoku Studio kembali meluncurkan Judgment Remastered. Sebelumnya, Judgment telah dirilis secara eksklusif untuk PS4 pada 2018 lalu di Jepang dan seluruh dunia pada 2019. Kini, developer kembali merilisnya kembali dengan berbagai update visual guna menyesuaikan dengan konsol next-gen. Game ini belum lama rilis pada 23 April kemarin di platform PS5, Xbox Series X|S, dan Stadia.

Baca ini juga :
» Review Final Fantasy VII Remake Intergrade
» [E3 2021] Mulai dari Avengers Sampai Final Fantasy, Inilah Recap Square Enix di E3 2021!
» Banyak yang Baru! Inilah 7 Rekomendasi Game Minggu Ini yang Harus Gamer Coba Mainkan
» [E3 2021] Mulai dari Avatar Sampai Far Cry 6, Inilah Rangkuman Ubisoft Forward di E3 2021!
» Biar Enggak Ketinggalan Info, Inilah Daftar Game yang Diumumkan di Summer Game Fest 2021!
» Extra Ngirit! Inilah 8 Game Diskon Keren yang Wajib Dibeli Bulan Juni 2021!
» Pasti Seru! Inilah 7 Rekomendasi Game Minggu Ini yang Harus Gamer Coba Mainkan
» Bertabur Game Populer, Inilah Daftar Game yang Rilis Bulan Juni 2021!
Kali ini, KotGa mendapatkan kesempatan untuk menjajal Judgment Remastered sekaligus mengulasnya lebih dalam. Seperti apa mekanisme dari game ini? Apa yang membedakan Judgment Remastered dengan Judgment versi PS4? Yuk, langsung simak ulasannya di bawah ini!



Alur Cerita yang Memuncak Rasa Penasaran




Plot dalam Judgment Remastered tidak mengalami perubahan dari versi orisinalnya. Pemain akan kembali mengendalikan karakter bernama Takayuki Yagami, yang diperankan oleh aktor sekaligus personil boyband asal Jepang, yaitu Takuya Kimura. Yagami sempat menjalani hidupnya sebagai pengacara sukses dengan berbagai pujian yang diterimanya. Semuanya berkat pembelaan Yagami dalam mempertahankan kliennya.




Akan tetapi, karier Yagami sebagai pengacara hancur, karena pengkhianatan yang dilakukan oleh kliennya. Berat hati menerima kenyataan tersebut, Yagami tidak tinggal diam. Bersama dengan temannya, Masaharu Kaito, mereka membuka agensi detektif sendiri. Mereka langsung terlibat dalam kasus pembunuhan berantai di Kamurocho, di mana para yakuza menjadi korbannya. Dari sinilah, ia mendapatkan permintaan dari Ryuzo Genda, yang menjadi mantan atasannya untuk menyelidiki kasus tersebut.




KotGa akui untuk alur cerita di dalam Judgment Remastered menjadi nilai positif. Pasalnya, pemain akan dibawa ke dalam rasa penasaran pada siapa pelaku dari kasus pembunuhan berantai. Bukan hanya soal menunjuk siapa dalang di balik kasus, melainkan moral Yagami juga diuji di sini. Belajar dari kesalahan yang dialaminya, ia pun berniat untuk tidak sekadar membiarkan kliennya bebas meskipun terbukti bersalah.

Mekanisme Permainan Variatif Tanpa Meninggalkan Ciri Khas




Selain cerita, gameplay dalam Judgment Remastered juga tidak mengalami perubahan sepenuhnya. Di awal permainan, pemain akan dituntut untuk membuntuti seorang pelaku dari kejauhan. Dari sinilah kemampuan stealth pemain diuji. Jangan sampai Yagami kehilangan target atau berada di posisi jauh dari target. Selain itu, Judgment Remastered juga menghadirkan QTE layaknya beberapa game seperti Detroid: Become Human. Ada momen menegangkan ketika Yagami mengejar pelaku, yang mengharuskan pemain untuk menekan tombol tertentu dalam melancarkan aksi-aksi kerennya.




Konsep Judgment Remastered tentu akan mengingatkan pemain pada game detektif kuno besutan Rockstar, L.A. Noire. Namun, Judgment Remastered lebih menekankan penggunaan teknologi kekinian. Smartphone milik Yagami menjadi alat yang dapat diandalkan di sepanjang permainan. Pemain dapat melihat item, memeriksa daftar kasus, membuka peta melalui smartphone ini.




Meskipun spin-off dan memiliki konsep cerita yang berbeda dari Yakuza, Judgment Remastered masih menekankan konsep pertarungan jalanan. Selagi berkeliling di Kamurocho, Yagami akan bersinggungan dengan para yakuza maupun sekelompok orang yang sebenarnya tidak memiliki tujuan jelas, dan hanya sekadar ingin menantangnya.




Berperan sebagai detektif atau private investigator, Yagami juga melakukan beberapa hal dalam menyelidiki sebuah kasus. Mulai dari mengorek informasi dari sejumlah orang penting, mencari bahan bukti guna menguatkan dugaan, melakukan scanning orang berdasarkan ciri-ciri dari saksi mata, hingga menyamar. Mode gameplay sebagai detektif mencakup Tailing, Searching, Lockpicking, Photo Mission, Interview, hingga Chasing. Menariknya dari game ini adalah sistem first-person, yang memungkinkan pemain untuk melihat dan menyelidiki objek sekaligus pelaku dari kejauhan. Sistem ini sangat membantu, apabila pemain tidak ingin dicurigai pelaku.

BACA JUGA BERITA INI
close