space
KANAL YOUTUBE ANIMASI & STUDIO GAME ASAL SALATIGA SUDAH DITONTON LEBIH DARI 240 JUTA KALI!
Pop
Kamis, 30 Nov 2023

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!
Saat ini, teknologi semakin canggih dan berkembang pesat, termasuk dalam hal tontonan yang semakin beragam mulai dari yang cocok untuk anak-anak hingga tontonan dewasa. Tentu, bagi orang tua, penting untuk memantau apa yang ditonton oleh anak usia dini agar sesuai dengan usianya.

Menurut Association for Natural Psychology, anak yang terlalu banyak menonton konten yang tidak sesuai dengan usianya cenderung memiliki gaya hidup yang lebih pasif, yang bisa mempengaruhi pikiran dan perilaku mereka. Beberapa tontonan anak mungkin mengandung adegan kekerasan atau hal-hal yang tidak realistis, yang dapat memengaruhi imajinasi dan pemikiran anak.

Baca ini juga :
» Nintendo Switch 2 Akan Dirilis Resmi di Asia Tenggara, Tapi Indonesia Tidak Termasuk?
» Kecerdasan Buatan dalam Game: Pengaruh pada Gameplay dan Pengalaman Pengguna
» Rest In Peace Ray Sahetapy, Aktor Indonesia yang Ikut Serta Dalam Film Captain America: Civil War
» Monster Hunter Wilds Cetak Rekor Baru Capcom, Terjual 10 Juta Kopi dalam Satu Bulan
» Bom Review Negatif, Player Tekken 8 Keluhkan Update Season 2 Tidak Balance, Ancam Berhenti Main
» Free Game Hunter Alert! Epic Games Bagi Game Jurassic World Evolution 2 Gratis
» Ubisoft Philippines Merayakan Sukses Tim AC Shadows. Indonesia Kapan Bikin Game AAA?
» Meski Dilanda Pro Kontra, AC: Shadows Berhasil Capai Satu Juta Pemain Hanya Dalam 15 Jam Sejak Rilis
Dalam usaha untuk menyediakan alternatif yang sesuai dengan umur anak-anak, Educa Studio, sebuah studio game dan animasi dari Salatiga, menciptakan channel YouTube yang mengangkat budaya Nusantara dan memberikan pendidikan karakter kepada anak-anak. Dengan tujuan agar anak-anak terus terpapar dengan konten yang sesuai dengan umur mereka.

Dari sana, lahirlah channel Riri Cerita Anak Interaktif di YouTube. Channel ini berkomitmen untuk menyajikan serial animasi untuk anak-anak dengan sentuhan pendidikan karakter, moral, dan akulturasi budaya.


Riri Cerita Anak Interaktif menghadirkan berbagai dongeng, cerita rakyat, fabel, dan cerita orisinal dari seluruh Nusantara dan dunia. Tujuannya adalah meningkatkan literasi dengan cara yang modern dan tetap menyajikan hiburan yang menyenangkan sesuai dengan perkembangan zaman.


Luar biasanya, Channel Riri Cerita Anak Interaktif telah mencapai lebih dari 1,4 juta pelanggan dan telah ditonton lebih dari 240 juta kali. Educa Studio tidak berhenti di situ, mereka melanjutkan dampak positif untuk literasi dan pelestarian budaya melalui Riri dalam berbagai bentuk. Riri hadir dalam bentuk aplikasi dengan ribuan buku digital asli, podcast di Spotify, dan kemitraan dengan Grasindo (Gramedia Group) untuk menerbitkan buku cetak.

Saat ini, orang tua perlu bijak dalam memfilter tontonan anak-anak dan mendampingi mereka. Riri Animation dari Educa Studio dapat menjadi salah satu pilihan tepat untuk memilih tontonan yang cocok bagi anak-anak di rumah atau di gadget mereka.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close