Bandai Namco Entertainment resmi memperkenalkan Shadow Labyrinth, game aksi platformer 2D terbaru yang membawa nuansa gelap dengan gaya visual yang khas. Game ini memperkenalkan karakter utama bernama Swordsman No. 8 yang terbangun di dunia asing setelah dihidupkan oleh makhluk misterius bernama PUCK. Bersama PUCK, pemain akan menjelajahi reruntuhan labirin penuh makhluk asing, membuka kekuatan baru, dan perlahan berubah dari sekadar penyintas menjadi predator sejati.
Dengan elemen gameplay bergaya metroidvania, Shadow Labyrinth menawarkan eksplorasi bebas, pertarungan yang menantang, serta sistem kemampuan yang berkembang seiring progres permainan. Kolaborasi unik antara protagonis dan PUCK juga menjadi inti cerita, menghadirkan misteri seputar masa lalu dunia yang telah lama hancur.
Kru KotakGame bersama tim media lain dari Asia Tenggara beruntung dapat kesempatan untuk Hands-on secara langsung game ini di kantor Bandai Namco Entertainment di Singapura. Dalam sesi wawancara eksklusif, kami berbincang langsung dengan sang produser, Seigo Aizawa, untuk membahas proses pengembangan, inspirasi di balik desain dunia dan karakter, serta tantangan unik yang mereka hadapi selama menciptakan game ambisius ini.
Q: Shadow Labyrinth terlihat cukup berbeda dari PAC-MAN klasik. Apa tantangan terbesarnya saat pengembangan game ini, terutama dengan fitur seperti memakan musuh dan mode Gaia?
Aizawa: Kami ingin memastikan bahwa tema dan vibes dari PAC-MAN tetap terasa, walau kami membawa banyak mekanik baru. Fitur seperti “memakan musuh” adalah reinterpretasi dari elemen ikonik PAC-MAN, tapi kali ini kami hadirkan dengan pendekatan yang lebih kompleks dan strategis.
Q: Meski ini adalah game baru, apakah ada elemen dari PAC-MAN yang tetap dibawa ke Shadow Labyrinth?
Aizawa: Tentu. Meski tema game ini lebih gelap, kami tetap menyisipkan unsur nostalgia. Contohnya, perubahan nama dari “PAC” menjadi “PUCK” adalah bentuk penyegaran sekaligus simbol pergeseran tone yang lebih dewasa—hal yang sebelumnya tabu di seri PAC-MAN.
Q: Apa alasan memilih 2D platformer sebagai genre utama?
Aizawa: Kami ingin menjangkau lebih banyak penggemar PAC-MAN dengan cara yang baru. Genre 2D platformer terasa pas, dan melalui pendekatan visual yang gelap, kami ingin membuat narasi dan atmosfer game terasa lebih “keren” dan berkesan.
Q: Lalu, dari mana inspirasi desain musuh dan visual di game ini?
Aizawa: Kami mengintegrasikan elemen dari UGSF, IP science-fiction milik Namco, sebagai dasar untuk menciptakan monster dan musuh. Tujuannya agar desain tetap otentik tapi juga terasa segar.
Q: Apa yang membuat dunia labirin dalam game ini memuaskan untuk dijelajahi?
Aizawa: Kami membangun labirin dengan struktur yang kompleks dan memberi tantangan eksplorasi. Checkpoint dan save point tidak mudah ditemukan, jadi pemain harus benar-benar memahami layout dan mengembangkan strategi mereka. Ini yang membuat replayability jadi nilai utama.
Q: Shadow Labyrinth terasa lebih kompleks dibanding PAC-MAN. Bagaimana pendekatan gameplay ini bekerja?
Aizawa: Kami menambahkan elemen Metroidvania, termasuk musuh-musuh kuat, sistem upgrade, dan eksplorasi yang memberi kepuasan saat pemain menguasai area tertentu. Semua ini kami rancang agar tetap terasa rewarding.
» IP Legendaris SEGA SHINOBI: Art of Vengeance Resmi Rilis! Ada Bundle Kolaborasi Khusus
» Drift Lintas Dimensi! PAC-MAN Ikut Balapan di Sonic Racing CrossWorlds
» Rayakan Anniversary ke-7 MOBILE SUIT GUNDAM BATTLE OPERATION 2! Crossbone Gundam X1 Kai Hadir sebagai Unit Bar
» PAC-MAN WORLD 2 Re-PAC Siap Hadir di Konsol pada 25 September, Rilis PC Menyusul Sehari Setelahnya!
» Once Upon A KATAMARI Siap Hadir Oktober 2025: Petualangan Baru Bergulir Menembus Waktu!
» Nostalgia Bareng Pac-Man serta Universenya - Review Shadow Labyrinth
» Shadow Labyrinth, Pendekatan Yang Lebih Dark Kepada Legenda Arcade Bandai Namco Sudah Tersedia Sekarang
» SHINOBI: Art of Vengeance Unjuk Stage "Fish Market" di Trailer Terbaru!
Q: Bagaimana tim memastikan pemain tetap bisa berprogres saat mengalami kebuntuan?
Aizawa: Kami menyisipkan tutorial video dan stage khusus untuk memperkenalkan skill baru. Ini mempermudah adaptasi pemain terhadap sistem permainan dan tantangan baru.
Q: Kami melihat karakter Swordman No. 7 dalam animasi, sementara pemain mengontrol No. 8. Ada kaitan antara keduanya?
Aizawa: Ya, namun pada awalnya kami merencanakan untuk Swordman No. 7 akan muncul dalam Secret Level. Hubungan mereka akan terungkap saat pemain menggali lebih dalam narasi game.
Q: Seberapa penting consuming ability dalam progres pemain?
Aizawa: Sangat penting. Pemain bisa memakan boss untuk mendapatkan skill baru, sedangkan memakan musuh biasa hanya akan mengisi gauge untuk berubah ke Mode Gaia. Namun aksi ini menguras stamina (ESP), jadi harus digunakan dengan strategi yang tepat.
Q: Apa fitur paling sulit untuk dikembangkan?
Aizawa: Mode Gaia adalah salah satu tantangan besar kami. Ukuran karakter yang besar dan kekuatannya yang luar biasa membuat kami harus sering menyeimbangkan ulang desain tiap stage. Konsep ini terinspirasi dari Power Cookies di PAC-MAN.
Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan game ini?
Aizawa: Sekitar 30 jam untuk main campaign, dan bisa mencapai 40–45 jam untuk pemain yang ingin menyelesaikan semua konten dan collectibles.
Q: Bisa jelaskan bagaimana sistem crafting dan pengumpulan material bekerja?
Aizawa: Pemain bisa memakan musuh—termasuk mid-boss—untuk mendapatkan berbagai material yang digunakan untuk upgrade skill atau membeli perks di shop. Kami menyeimbangkan sistem ini agar progres pemain terasa natural, tidak terlalu cepat.
Q: Apa bagian favorit Anda dalam game ini?
Aizawa: Saya sangat menikmati aspek aksi, terutama sistem combo dan air combat yang kami kembangkan.
Q: Bagaimana karakter PUCK dirancang dalam game ini?
Aizawa: PUCK adalah inti misteri dalam cerita. Kami ingin pemain menemukan sendiri siapa dia sebenarnya seiring eksplorasi mereka di dunia Shadow Labyrinth.
Q: Apakah akan ada tantangan platforming yang lebih sulit dari demo?
Aizawa: Ya, kami merancang level platforming dengan sangat hati-hati. Beberapa stage akan terasa sulit, tapi kami juga menambahkan fitur pendukung agar pemain tetap bisa menikmati tantangan tanpa merasa frustrasi.
Trailer Shadow Labyrinth:
Nantikan perilisannya pada 18 Juli 2025 untuk platform untuk platform PS5, Xbox Seires X|S, Nintendo Switch, Switch 2 dan juga PC via Steam.
Informasi lebih lanjut silakan akses DI SINI!