Saat ini jika membicarakan fighting games memang ada beragam game yang bisa kalian mainkan. Mulai dari Tekken 9 dan Street Fighter 6, sampai yang lebih condong ke animefighter seperti Guilty Gear -STRIVE- dan Granblue Fantasy Versus: Rising. Tetapi terlihat saat ini kita kekurangan game Tag Team walau memang hal ini akan sedikit terobati oleh Marvel Tokon dan 2XKO yang akan rilis mendatang nanti.
Baca ini juga :» Back-to-Back, Ulsan Jadi Yang Terbaik Lagi di Tekken 8 EWC 2025!
» Pegulat WWE Cosplay Jadi Yoshimitsu, Jokesnya Disambut Hangat oleh Harada!
» Tekken 8 Umumkan Gameplay Trailer Fahkumram, Tambah Kejutan Armor King Datang!
» Fahkumram Kembali Ke Tekken 8, Jadi Karakter DLC Season 2
» JDCR Resmi Bergabung dengan RRQ untuk EWC 2025
» Minta Maaf, Tekken 8 Langsung Luncurkan Emergency Patch Season 2
» Mendapatkan Banyak Kritik Untuk Season 2 Tekken 8, Harada Curhat Mirip Tekken 4
» Banyak Hal Baru Diumumkan Di TEKKEN TALK, Season 2 Akan Seru!
Tetapi ada satu game yang bisa dianggap sebagai salah satu legenda Tag Team juga yakni Tekken. Ya, Tekken Tag Tournament merupakan salah satu game Tag Team yang melegenda dan bahkan banyak sekali pemain-pemain legend yang membesarkan nama mereka dari TTT. Game yang cukup seru dan kompleks ini membuat TTT dicintai oleh banyak gamers.
Dilansir dari interview bersama IGN, sayangnya Harada mengatakan jika TTT akan sulit untuk datang kembali dan hal ini bisa disalahkan kepada pemain kasual sebagai alasannya. Harada mengatakan jika game berbasis Tag Team di Tekken akan membuat banyak pemain kasual kesulitan dan daripada jadi game baru, mungkin hanya bisa jadi mode tambahan di Tekken jika Bandai memutuskan untuk membawa TTT kembali.
“Pada tahun '99 saat saya membuat Tag Tournament… setiap karakter memiliki begitu banyak gerakan dalam game fighting 3D, kan, dibandingkan dengan game lain sehingga ada begitu banyak hal yang harus dipelajari hanya untuk satu karakter,” kata Harada.
“Dan kemudian menggabungkannya dengan dua karakter, meskipun pada Tag 1, banyak karakter disebut kompatibel atau memiliki versi yang terlihat berbeda, tetapi mereka berbagi daftar gerakan yang serupa. Sedangkan seri Tekken berkembang, karakter-karakternya menjadi lebih unik dalam daftar gerakan mereka, dll. Jadi, belajar dan menguasai satu karakter saja sudah rumit, apalagi harus menguasai karakter lain di atasnya. Dan ketika kamu menggabungkan kedua karakter itu dengan karakter lawan, ada begitu banyak pengetahuan yang diperlukan untuk menikmati game ini.”
“Jadi, para penggemar hardcore menyukainya, misalnya di Tag 2. Tapi bagi pemain biasa, sangat sulit untuk menarik audiens yang lebih kasual, mungkin bisa dibilang begitu. Jadi, jika kita melakukannya lagi, daripada membuat game standalone, mungkin lebih baik menjadikannya sebagai mode terpisah dalam franchise Tekken yang normal, kan?”